
Setelah sekian lama diperjalanan yang membosankan itu, Aya tiba ditempat tujuan, Aira yang sudah lelah menunggu Aya didepan Ceffe, langsung menghampiri Aya dan memeluknya,
"Aya, aku udah kangen banget sama kamu, kita udah lama ngga ketemu ya! Rasanya ngimpi banget ketemu kamu! " Jelas Aira yang sangat merindukan Bestinya itu.
Aira adalah sahabat yang sudah dianggap Aya sebagai adiknya. Mereka akrab sejak mereka kecil, kemana pun Aya pergi pasti disana ada Aira. Namun ketika Aya menginjak bangku SMA, mereka terpaksa harus berpisah, karena orang tua Aya pindah rumah. Mereka sangat berjarak bahkan loss contact. Hingga pada akhirnya mereka bertemu disuatu tempat yang sering mereka kunjungi sa'at masa-masa mereka masih bersama.
Aya yang melihat Aira ia berasa mimpi, karena terlalu lama mereka tak bertemu.
"Airaaaa... " Seru Aya sambil meneteskan air matanya karena haru telah bertemu dengan sahabat lamanya. Mereka pun berpelukan saling melepas rindu satu sama lain. Setelah cipika cipiki, mereka memasuki Caffe, mereka mengobrol panjang lebar sambil ditemani makanan ringan.
Krinnggg... Kringgg...
Ponsel Aya tiba-tiba berbunyi dengan nyaring ketika mereka sedang asyik berbincang-bincang.
"Hih ganggu banget deh! " Jelas Aya kesal.
"Emang siapa Ay? " Tanya Aira.
Aya kaget pas ia lihat siapa sebenarnya yang meneleponnya itu.
"Kenapa Ay? " Tanya Aira.
"Suamiku Ra, nelpon, bentar ya aku angkat telponya dulu! " Jelas Aya yang beranjak pergi mengangkat telepon dari suaminya.
"Iya Hallo, ada apa Mikha? " Tanya Aya pada sang suami.
"Aya kamu udah sampai?" Tanya Mikha.
"Udah Mikha, tadi udah nyampe, ini juga lagi sama Aira..! " Jawab Aya.
"Oh iya syukurlah kalau begitu, jangan malem-malem ya pulangnya!! " Perintah Mikha pada istrinya.
"Iya sayangku, janji deh nanti bakal pulang cepat..! Ayang mau aku bawain apa? Buat nanti makan malam? " Tawar Aya.
"Emm ngga usah aja deh, nanti aku aja yang beli buat makan malam..! " Jelas Mikha.
"Oh gitu, baiklah kalau begitu..! " Ucap Aya.
__ADS_1
"Iya sayang, yaudah aku mau lanjut kerja dulu ya, kamu jaga diri baik-baik ya ayang! " Jelas Mikha.
"Iya sayang..! " Jawab Aya salting. Setelah telepon ditutup Aya langsung kembali menghampiri Aira.
"Eh apa kata suami kamu? Apa marah dia? " Tanya Aira.
"Ngga lah, masa iya marah, kan aku lagi ketemu sama besti aku, dia cuman masti'in aku udah sampai belumnya..! " Jelas Aya.
"Ohh, soswieet banget deh, jadi ngiri..! " Jelas Aira yang merasa iri pada sahabatnya itu.
"Makanya gas in aja Ra..! " Goda Aya.
"Gas in kemana, orang cowoknya juga ngga ada..! " Keluh Aira.
"Sabar Ra, nanti juga bakalan ada waktunya yang tepat datang..! " Jelas Aya.
"Aku juga ngga nyangka bakalan nikah sama suami aku, padahal kita ngga ada rasa satu sama lain, pernikahan kami terpaksa karena perjodohan. " Jelas Aya berbagi pengalaman.
"Iya juga sih, tapi sekarang kan udah beda keada'annya, sekarang kan udah saling mencintai ya kan? " Jelas Aira .
"Iya, tapi kamunya aja yang ngga tahu perjalanan sampai ke titik ini, ngga mudah tahu..! " Jelas Aya.
Aya yang tiba-tiba melihat jam ditangannya.
"Ra, kayaknya udah malam deh, aku harus pulang, nanti suami aku marah kalau terlalu malam pulangnya.! " Jelas Aya. Aira yang memahami keada'an Aya kali ini yang sudah tidak lagi free time, "Iya nih udah malam, kita pulang aja, nanti takutnya kamu dimarahin sama suami kamu, nanti aku yang kena deh, hhehe! " Jelas Aira.
"Tapi ngga papa kan kalau misalnya aku pulang? " Tanya Aya yang merasa tidak enak tiba-tiba ingin pulang padahal mereka masih ingin melepas kerinduan.
"Iya gapapa lah, masa ngga boleh, kan sekarang kamu udah jadi istri orang, jadi haria nurut tuh, kalau ngga nanti kamu durhaka loh! " Jelas Aira.
"Ih, makasih banyak loh udah mau ngerti'in aku..! " Tatap Aya merasa terharu melihat tingkah sahabatnya itu yang auper duper pengertian dan baik hati.
"Iya, santai aja kali Ay, kayak sama siapa aja, lagi pula kita bisa ketemu kan dilain hari? " Jelas Aira.
"Iyalah, kita pasti ketemu lagi Ra, kita jadwalkan lagi annti ya! " Jelas Aya berlinang air mata.
"Iya deh, udha sana cepetan pulang, nanti suami kamu marah lagi, jangan nangis lagi ah jelek. tahu..! " Jelas Aira yang membujuk Aya agar tak lagi menangis.
__ADS_1
"Iya deh aku pulang ya! " Jawab Aya pamit, sambil memeluk Aira sebelum pulang.
Setalah Aya pamitan, Aya segera kembali ke mobil dan memberi tahu sang suami kalau dia akan pulang sekarang!
"Yang aku mau pulang nih sekarang! " Ucap Aya pada Mikha ditelepon.
"Iya yang, hati-hati dijalannya, aku juga baru mau pulang nih, mau ke Restoran dulu buat beli makan ya..! " Jawab Mikha.
"Iya yang siap, ayang juga hati-hati dijalannya, jangan ngebut-ngebut nyerir mobilnya..! " Perintah istri yang cemas karena sang suami sangat suka sekali ugal-ugalan kalau nyetir mobil.
"Iya janji ngg ngebut deh! " Jelas Mikha.
Aya dan supir hendak pulang, tiba-tiba diperjalanan mobil yang ditumpangi Aya tiba-tiba mogok, hal ini sangat membuat Aya panik.
"Pak, kenapa kok berhenti? " Tanya Aya pada supirnya.
"Iya nyonya, mogok kayaknya, mana jauh ke bengkel lagi, gimana ini ya nyonya? " Tanya balik Pak sopir.
"Loh, Bapak kok malah nanya saya balik? Ya saya juga nggak tahu Pak harus gimana!! " Jawab Aya yang juga bingung harus bagaimana? Setelah beberapa lama Pak sopir menelepon montir langgananya itu dan Aya berfikir untuk menelepon suaminya.
"Yang, mobil aku mogok nih dijalan, gimana dong? " Jelas Aya.
Mikha sangat panik karena mobil yang ditumpangi istrinya malah mogok dijalan.
"Dimana yang? Nanti aku kesana? Share Loc aja ya! " Perintah Mikha pada Aya.
"Oke bentar..! " Jawab Aya.
Aya pun segera meng-share location dimana ia berada. Tak lama setelah datangnya sang montir. Mikha langsung turun dari mobilnya dan menghampiri Aya yang tengah menunggu mobilnya diperbaiki disisi jalan, yang kebetulan jalannya sangat sepi, mungkin karena suasana setelah hujan.
"Yang, lama ya nunggu aku? " Tanya Mikha.
"Ngga juga sih yang! " Jawab Aya memeluk Mikha, karena sebenarnya dari tadi Aya merasa cemas rupanya trauma penculikan belum hilang dari benaknya.
"Tenang yang, ada aku disini! Jangan takut! " Peluk erat Mikha. Aya malah menangis tersedu-sedu, Mikha mencoba menenangkan Aya dan emmbawa Aya untuk memasuki mobilnya, agar Mikha bisa membawa pulang Aya.
"Pak, aku bawa Aya pulang dulu ya, Bapak tunggu aja mobilnya sampai beres, nanti soal pembayarannya langsung kirim aja listnya, nanti biar aku Transfer aja! " Jelas Mikha pada Pak sopir.
__ADS_1
"Iya Pak, baik nanti saya kirim biayanya habis berapa! " Jawab Pak sopir.
Tak lama Aya dan Mikha melanjutkan perjalanan pulang.