
Mikha tak tega melihat sang istri yang terus bersedih, ia ingin melihat kembali senyuman istrinya yang begitu manis. Berbagai cara Mikha lakukakn agar Aya tersenyum dna tidak lagi menangisi Ayahnya yang tak kunjung sadar.
Hingga suatu ketika, Aya tak sadarkan diri, mungkin ia terlalu kecapaean sehingga badannya lemah.
Mikha menjumpai Aya dalam keada'an Aya berbaring diatas lantai.
"Aya.. Aya.. Apa yang terjadi sama kamu?" Tanya Mikha yang sangat mengkhawatirkan Aya. Tapi masih tak ada respon dari Aya. Tanpa dikir panjang Mikha membopong Aya dan membawanya ke ruang Dokter, untuk diperiksa keada'annya.
"Dok.. Dok.. Tolongin istri saya tadi saya menemukan istri saya yang tiba-tiba tak sadarkan diri! "
"Baik, silahkan baringkan saja disini (sambil menunjuk ke arah matras) "
Mikha pun segera membaringkan istrinya diatas matras.
Dokter langsung memeriksa Aya istri Mikha.
Setelah memeriksa Aya, Dokter memberikan penjelasan.
"Mas, tidak terjadi apa-apa sama istrinya, beliau cuma kecape'an saja, beliau hanya perlu banyak istirahat..! " Ucap Dokter pada Mikha.
Tak lama, Aya pun tersadarkan setelah panjang lebar Mikha dan Dokter beradu teks.
"Mikkhhaaaaaa.. " Ucap Aya yang masih terdengar lemas. Mendengar itu, Mikha langsung menghampiri Aya.
"Iya, ini aku sayang, ada apa? " Tanya Mikha.
"Ayah, mana..? " Aya malah menanyakan Ayahnya ketimbang memikirkan dirinya yang sedang tidak baik-baik saja.
"Ayah ada diruangan, kamu tenang aja dulu ya jangan banyak gerak, juga harus banyak istirahat. Tenang aja ada Ibu yang menjaga Ayah! "
Aya hanya meneteskan air mata, tak ada sepatah dua patah kata pun yang terlontar dari mulutnya.
"Sudah jangan menangis lagi, kan ada aku disini, janji deh akan selalu ada disamping kamu menggandeng kamu, apapun itu keada'annya!! " Ucap Mikha yang sweet dambil menghapus air mata Aya.
Dengan spintan Aya memeluk Mikha.
"Terimakasih ya sudah selalu ada..! " Dengan penuh haru Aya memeluk Mikha.
Mikha pun langsung terdiam melihat Aya yang memeluknya seperti bingung tapi ada sedikit percikan bahagia, karena tanpa disadari Mikha sudah mulai mencintai Aya, walau masih tipis-tipis.
Begitu juga dengan Aya yang sudah mulai baper dengan sikap Mikha, hingga timbulah perasa'an aneh itu.
__ADS_1
"Setiap ada didekatnya, jantungku sering berdebar kencang, entah apa yang sebenarnya terjadi. " Gumam Mikha.
"Apa ini? Jantungku sulit untuk dikontrol ia begitu cepatnya berdetak hingga aku sangat kesusahan untuk bernafas, apakah ini sebuah rasa itu..? " Fikir Aya terlintas dikepalanya.
"Ehemmm.. Ehem.. " Suara sang Dokter yang memergoki mereka yang sedang berpelukan.
Aya dan Mikha langsung melepaskan pelukannya.
Mereka berdua tersipu malu dengan keada'an yang sedang menimpa.
"Ya sudah lanjutkan saja..! Saya mau izin keluar dulu.. ! " Goda Dokter pada mereka.
Karena ucapan Dokter itu Aya dan Mikha langsung bergegas keluar dari ruangn Dokter.
"Terimakasih ya Dok..! " Ucap Mikha sambil membeyrng Aya.
"Iya, sama-sama. Jangan lupa banyakin istirahat ya jangan banyak beraktifitas dulu! " Tegas Dokter.
Mereka berdua menganggukkan kepala dan tersenyum.
Setelah Aya dan Mikha meninggalkan ruangan, Dokterpun mentertawakan dan menggerutu.
"Hahahaha.. Dasar anak muda jaman sekarang, ngga dimana ngga dimana, masih aja sweet, memang sudah putus urat malunya kali ya..! " Gerutu Dokter sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Ayah masih terbaring lemah ditunggu oleh sang istri. Mikha dan Aya izin untuk pulang karena kekebetulan Aya harus benar-benar istirahat.
"Bu, Mikha izin bawa Aya pulang ya, karena Dokter bilang, Aya harus benar-benar istirahat! " Ucap Mikha pada Ibu mertuanya.
"Oh iya, Ibu titip Aya ya nak, jaga dia baik-baik! " Ucap Ibu pada Mikha.
Mikha langsung menganggukkan kepala dan membawa Aya kedalam mobil, mereka bergegas akan pulang dan beristirahat untuk beberapa hari kedepan.
"Mikha, ma'af ya jadi merepotkan mu..! " Ucap Aya.
"Tidak lah Aya, bukannya itu sudah jadi kewajiban suami untuk selalu menjaga istrinya? " Tegas Mikha.
"Tapi.. Kan..! " Belum juga selesai malah sudah terpotong dengan tangan Mikha yang menutup mulut Aya.
"Suutt.. Sudah Aya jangan terlalu memikirkan yang tidak-tidak, kamu harus istriahat, lagi pula aku ikhlas kok..! " Tegas Mikha pada Aya.
"Setelah sampai di rumah baru mereka, Mikha langsung menyiapkan kamar untuk Aya beristirahat.
__ADS_1
" Tunggu disini sebentar..! " Ucap Mikha.
Mikha langsung mengganti sprai dan membuka jendela serta hordeng yang masih menutup, supaya debu tidak menggumpal dan udara bisa masuk kerumah.
Ya Aya dan Mikha memang sudah dibekali Rumah baru untuk mereka tinggali setelah mereka menikah. Rumah itu adalah kado pernikahan dari Papa Mikha.
Kebetulan hari itu belum ada ART yang bekerja dengan Mikha dan Aya. Jadi dengan terpaksa Mikha harus menyiapkan berbagai keperluan Aya sa'at itu, seperti menyiapkan makan, menyeka bahkan memberi obat.
"Aya kamu tidur saja disini ya, jangan kemana-mana, aku mau masak dulu buat makan kamu..! " Ucap Mikha.
"Iya, sebelumnya terimakasih ya Mikha sudah mau merawatku..! " Sambil meneteskan air mata haru karena sudah diberikan suami sebaik Mikha.
"Issshhh... Kamu ya, jangan nangis lagi, jelek banget deh..! Senyum dong, ingat ya Aya kamu jangan nangis lagi ya aku ngga suka..! " Tegas Mikha, sambil mengusap air mata Aya dan menggenggam tangan Aya.
"Iya..! " Ucap Aya sambil tersenyum.
Mikha langsung pergi kedapur untuk memasak bubur.
" Aku harus mulai dari mana ini? " Tanya Mikha yang kebingungan, ya sebenarnya Mikha sama sekali tidak bisa memasak, tapi dengan gengsinya ia sok-sok an.
Dengan inisiatif Mikha membuka ponselnya dan mencari artikel tentang memasak bubur yang baik.
Setelah banyak pengorbanan yang panjang Mikha berhasil menyiapkan bubur untuk Aya, ya meskipun tampilannya sangatlah tidak oke, tapi setidaknya rasa masih bisa menolongnya, haha..
Mikha langsung membawa bubur hasil karyanya itu untuk Aya.
"Assalamu'alaikum.. " Ucap Mikha sambil memasuki kamar.
"Wa'alaikumsalam.. " Ucap Aya.
"Ini bubur Made in Mikha, ya walaupun rasa atau penampilannya tidak sesuai ekspetasi setidaknya aku sudah berjuang untuk memasak bubur ini..! " Ucap Mikha, langsung menyuapi Aya.
Aya yang melihat Mikha setulus itu, tidak tega melihatnya sedih karena makanan yang ia sajikan itu tidka enak sebenarnya.
"Tenang saja, apapun yang kamu masak pasti lezat..! " Ucap Aya meringis keasinan.
"Benarkah? " Tanya Mikha.
"Coba kamu rasakan dulu, bunurnya sangatlah lezatt..! " Aya menegaskan bahwa bubur yang dimasak suaminya sangatlah enak dan lezat.
Tanpa ragu Mikha mencicipi bubur masakannya itu.
__ADS_1
"Hikss.. Ini asin Aya, sungguh tidak enak, sudah aku buang saja, kita delivery order aja ya buburnya..! " Dengan kesal Mikha merasakan sangat tidak enaknya bubur masakannya itu, rasanya seperti sampah.
"Sudah tidak perlu Mikha, aku akan memakannya bahkan menghabiskannya untukmu, rasa bubur ini memang lezat Mikha, apalagi dibuatnya dengan bumbu cinta..! " Goda Aya..