Sabarku Yang Terus Kau Sia-Siakan!

Sabarku Yang Terus Kau Sia-Siakan!
Bab.XXXI Salah Faham


__ADS_3

Aya akhir-akhir ini memang sedang dimanjakan oleh sang suami, seiring bertambahnya waktu, Mikha rupanya semakin menunjukkan perasa'an sayangnya kepada Aya sang istri tercinta. Begitu juga dengan Aya yang merasa nyaman diperlukan baik dan lembut oleh sang suami, ia merasa bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan untuknya, Ia telah memberinya harta yang paling berharga dan kebahagiaan yang tiada tara, melalui suami yang tulus mencintainya.


...****************...


"Selamat malam sayangku!" Tegur Mikha sambil memeluk tubuh sang istri dari belakang.


Aya yang kaget dengan perlakuan Mikha, langsung melepaskan mangkuk berisi sup hingga mangkuk pecah berserakan. Tidak sengaja, melihat hal ini Mikha langsung menyimpan barang yang ia bawa diatas kursi dan langsung membantu Aya membereskan pecahan mangkuk itu.


"Ma'af sayang,sudah membuatku terkejut!" Jelas Mikha meminta ma'at pada Aya.


"Mikha, bikin kaget aja,jadi tumpah deh! Lain iali jangan ngagetin lagi ya, aku kaget banget tahu, rasanya kek mau copot aja ini jantung..!" Tegas Aya.


"Iya deh janji ngga lagi!" Mikha merengek sambil meminta permohonan ma'af pada sang istri.


"Iya, gapapa kok sayang!" Jawab Aya sambil meringis kesakitan. Mikha yang tidak sengaja melihat istrinya yang sedang menahan rasa sakit itu langsung peka dan mengecek luka Aya.


"Ay, kamu kenapa? Kok kayak yang lagi nahan sakit gitu?" Tanya Mikha sambil menarik tangan Aya. Disini Aya malah sedikit menjerit karena Mikha memegang luka, yang sedang ia sembunyikan.


"Astagfirullah, sayang tangan kamu terluka!" Mikha kaget melihat tangan mungil itu terluka.


Mikha langsung melirik tangan Aya dan ternyata tangan Aya berlumur darah,terluka karena pecahan mangkuk yang melukai tangannya hingga berdarah. Mikha sangat syok melihat tangan Aya yang penuh berlumuran darah, ia langsung membawa kotak p3k untuk mengobati luka Aya.


"Sini sayang,aku obati dulu biar ngga infeksi..!" Jelas Mikha sambil menuntun Aya menuju kursi sofa dan langsung mengeksekusi luka ditangan istrinya.


"Pelan-pelan Mikha!" Rengek Aya kesakitan.


"Tenang yang, sebentar kok, tahan ya!" Jelas Mikha fokus mebgobati luka istrinya.


Mendengar itu diluar pintu kamar Pasutri itu ada Papa yang tidak sengaja mendengar percakapan Mikha dan Aya. Papa rupanya salah faham dengan apa yang ia dengarkan sa'at itu.


Fikiran Papa traveling kemana-mana.

__ADS_1


"Wah bakalan cepet dapet cucu nih!" Perasa'an gembira orang tua yang sennag melihat anaknya dan menantunya akur dan sebentar lagi akan memberikannya cucu lucu dan mungil.


Papa malah menempelkam telinganya didekat pintu dan berusaha mendengarkan percakapan mereka, ia memastikan bahwa yang ia dengar itu tidak salah lagi.


"Arrrggghh Mikha pelan-pelan! Aku ngga sanggup, sakit banget!" Jerit Aya seperti orang yang sedang menahan sakit.


"Tahan sayang,sedikit lagi, nanggung nih!" Ucap Mikha yang sangat fokus mengobati luka Aya.


"Okelah, aku pasrah deh, mau digimanain juga!" Jelas Aya pasrah memepercayakan sepenuhnya pada Mikha.


"Sekali lagi yang, tahan ya!" Jelas Mikha meminta Aya agar menahan rasa sakitnya.


"Aaarrghhh, sayang sakit banget, huhu.. Udah nyerah yang, ngga sanggup lagi!" Jelas Aya yang benar-benar kesakitan.


Disisi lain Papa yang mengendap-endap mendengar percakapan antara anak dan emnantunya otaknya sangat-sangat traveling kemana-mana.


"Wah dapet cucu juga akhirnya, wah anakku jago banget ya, sampai bikin istri ya sakit kewalahan..! Sungguh sangat perkasa Mikha ternyata..!" Ucap Papa sambil tertawa kecil.


"Maaa..! Papa punya kabar baik Ma!" Ngah ngeh ngoh nafas Papa naik turun kecapean karena terburu-buru menghampiri Mama.


"Duduk dulu Pa, tenangin duku! Emangnya ada kabar bahagia apa sih Pa?" Tanya Mama penasaran dengan kabar baik yang Papa bawa.


"Iya Ma, jadi ngga bakal lama lagi kita akan dapet cucu dari Mikha Ma!" Jelas Papa kegirangan.


"Maksud Papa..?" Mama yang langsung konek langsung tersenyum-senyum bahagia.


"Iya Ma, barusan Papa denger mereka sedang Produksi..!" Ejek Papa pada sang anak.


"Waaahh? Yang bener Pa?" Tanya Mama memastikan kebenarannya.


"Iya Ma bener banget pokoknya dan yang paling hebat ternyata anak Papa sangat perkasa, dia bikin istrinya kewalahan banget Ma..!" Mereka malah saling mengejek dan terkekeh menertawakan pembicara'an mereka berdua.

__ADS_1


"Ah Papa, ada-ada aja!" Jelas Mama sambil menepuk pundak Papa.


"Kita harus segera memberi tahu besan kita soal kabar baik ini Ma..!" Jelas Papa.


"Iya Pa, sebaiknya kita harus cepat-cepat berbagi kabar baik ini, lagipula kita juga ngga boleh mengganggu mereka yang sedang asyik bercumbu Pa!" Jelas Mama.


"Iya bener banget Ma, yaudah besok pagi kita harus cepet-cepet kembali pualng dan memberitahukan hal baik pada besan..!" Semangat Papa sa'at itu.


...****************...


Keesokan paginya Papa dan Mama berpamitan pada pasutri. Ketika selesai sarapan pagi, Papa dan Mama langsung berpamitan, sebelumnya mereka membahas soal cucu.


"Mikha, kapan kamu akan memberikan Mama dan Papa Cucu?" Tanya Mama. Pertanya'an Mama itu membuat Aya dan Mikha tersedak, "Uhukk...Uhuukk..!" Mereka berdua tersedak dengan pertanyaan Mama.


"Emmm.. I.. Iya Ma sabar aja dulu! " Jelas Mikha menelan ludah, dengan tatapan penuh tanda tanya antara Mikha dan Aya.


"I..Iya Ma, sabar dulu, nanti kalau sudah waktunya juga pasti!" Sambung Aya meyakinkan Mama.


"Ih, tenang aja kali,masa kalian syok gitu wajahnya, udah proses belum?" Goda Mama.


"Apa'an sih Ma!" Jawab Mikha kesal.


"Udah jangan malu-malu, akui saja kalau sebenarnya keberadaan Mama sama Papa ini mengganggu kalian berproses..!" Jelas Mama yang terus menggoda pasutri.


"Mama ini makin kesini makin kesana, apa sih Ma,jangan ngawur deh!!" Jelas Mikha sangat kesal.


"Iya deh Ma'af! Tapi ngga papa juga loh kalau kalian beneran keberatan karena Papa sama Mama ada disini. Soalnya pagi ini Papa sama Mama mau pamit pulang soapnya ada sesuatu yang perlu Mama sama Papa bereskan dirumah, juga kan Papa udah beberapa hari ini ngga ngontrol kantor tuh, kadi Papa dan Mama berniat untuk mengunjungi salah satu kantor cabang Papayang jarang banget Papa kontrol!" Jelas Mama.


"Emm iya Mama Papa, makasih ya udah nemenin kita beberapa hari lalu!" Jelas Mikha.


"Iya, Ma, Pa, makasih banyak loh udah nemenin kita beberapa hari lalu, Mama juga udah banyak ngajarin aku masak dan jadi istri yang baik!" Sbung Aya berterimakasih pada mertuanya yang sudah baik mau mengakjarkan banyak hal pada Aya dan menerima Aya sebaik mungkin.

__ADS_1


Papa dan Mama segera beranjak pergi karena ada urusan penting yang harus mereka selesaikan.


__ADS_2