
"Iya jadi gini Mikha, dulu pas kita masih pacaran, Al ninggalin Aya demi wanita lain, ibunya Al juga mendukung Al dengan yang lain, ya mungkin bisa jadi kita ngga direstuin gitu. Ibunya Al pas tahu kalau Al selingkuh ia malah nyuruh Aya buat ninggalin Al, katanya Aya ngga cocok sama Al, karena Aya miskin dan dekil katanya. " Jawab Mikha.
"Ih ngeselin banget ya Ibu nya si Al itu, masa iya bidadari cantikku ini dikatain dekil, nyebelin kayak anaknya..! " Jelas Mikha kesal.
"Iya lebih parahnya lagi, Aya dikasih uang sebesar 20 juta, asal Aya pergi dan tinggalkan Al, Aya merasa sakit hati, yaudah Aya pergi tanpa menerima tawaran Ibunya Al, Aya ngga mau matre karena Aya perempuan baik-baik. Semenjak itu kami Lost Contac dengan Al. Tapi kalau kata penjelasan Al, ia tidak selingkuh sebenarnya ia disuruh Ibunya buat nemenin Sira (yang aku anggap selingkuhannya Al) Jadi intinya aku salah faham sama semua ini. Ibunya Al malah memfitnah Aya, katanya Aya sudah memiliki yang baru dan bilang sama Ibunya Al, kalau Aya mau pamit, ia udah dapat yang lebih dari Al..! Jahat kan Ibunya Al? " Jelas Aya sedih.
"Iya ih jahat banget si Al sama Ibunya..! " Kesal Mikha semakin memuncak.
"Iya maka dari itu Al berniat balas dendam dan berniat merebut Aya dari Mikha, Aya takut Mikha, sama Al yang sekarang..! " Jelas Aya.
"Dasar keluarga toxic!! " Ucap Mikha.
"Iya Mikha tahu ngga? Waktu aya diculik dan berbicara dengan Al, ia sekarang sudah berubah ia jadi sosok yang tempramen dia menampar Aya sudah 3 kali bahkan membungkam Aya dengan sapu tangan hingga Aya tak sadarkan diri. Mikhaa...! " Jelas Aya sambil menangis.
"Kenapa Ay? Kok malah nangis? " Tanya Mikha panik.
"Mikhaa, aku takut kalau nanti Al datang lagi untuk nyakitin aku atau memisahkan kita, aku yakut sama Al Mikha..! " Jelas Aya ketakutan dan menangis.
Mikha segera mengusap air mata Aya dan memeluknya.
"Tenang Aya, sudah berapa kali Mikha bilang, Mikha ngga akan ninggalin Aya, Mikha akan jagain Aya..! " Ucap Mikha sambil mengelus rambut Aya dan mencium keningnya.
Hal itu membuat Aya menjadi nyaman dan tidak takut akan hal itu.
"Mikha terimakasih..! " Jelas Aya yang kemudian pingsan.
Mikha panik dengan Aya yang tiba-tiba pingsan.
Mikha langsung menghubungi Dokter dan meminta bantuan agar istrinya segera ditangani.
"Ma'af Dok, istri saya tiba-tiba pingsan ini kenapa ya? " Tanya Mikha pada Dokter.
"Iya nanti saya kesana dan cek keada'annya ! " Jelas Dokter.
__ADS_1
Dokter segera memasuki ruang tempat dimana Aya di rawat dan segera memeriksa Aya.
"Tapi semua terlihat baik-baik saja, sepertinya pasien mengalami trauma yang berat ini harus ada bantuan dari orang terdekatnya agar tidak mengungkit-ungkit sesuatu hal yang membuatnya trauma. " Jelas Dokternya.
"Baik Dok..! " Jawab Mikha.
"Nanti pasien juga akan baik-baik saja, nanti akan pulih dengan sendirinya. " Jelas Dokter.
"Iya Dok, terimakasih..! " Ucap Mikha.
Dokter segera pergi kembali ke ruangannya.
Setelah Dokter pergi, Mikha merasa sangat bersalah karena memaksa Aya agar mengingat lagi tentang traumanya, "Ma'af Ay, gara-gara aku lagi yang teledor kamu jadi kena lagi imbasnya..! " Jelas Mikha menyesali perbuatannya.
Mikha menelepon Gio.
"Bro bisa tolong gue ngga? " Tanya Mikha.
"Apa Mikha? " Jawab Gio.
"Boleh Mikha, nanti gue kesana bentar lagi OTW ya..! " Jelas Gio.
Gio adalah teman yang paling baik dan pengertian sama Mikha, ia adalah sahabat sejatinya Mikha.
Gio selalu membantu apa yang Mikha butuhkan. Benar-benar Teman idaman.
Setelah Gio datang menemui Mikha di Rumah Sakit, Mikha menjelaskan panjang lebar tentang si Al yang jahat yang sebenarnya sudah menculik Aya bahkan membuat onar diacara pernikahan Aya dan Mikha. Setelahnya, Gio dan mikha menyusun strategi untuk memberikan pelajaran sama Al. Mikha dan Gio ngga terima kalau Aya terus dihantui seperti ini.
Gio merasa Iba melihat Aya yang terbaring lemah tak berdaya karena ulah Al.
"Mari kita fikirkan strategi yang harus kita lakukan agar si Al itu merasa segan dan kapok udah berani nyakitin Aya..! " Jelas Mikha.
Mikha dan Gio setelah beberapa pertimbangan sudah menemukan cara agar Al merasa nyesel karena sudah jahatin Aya.
__ADS_1
"Baik, besok kita jalankan rencana, sekarang kita tunggu Aya ya, jangan sampai Al menculik Aya lagi..! " Jelas Mikha.
"Iya Mikha, kita giliran jaga Aya, kamu dulu gih Mikha yang tidur biar aku yang jaga Aya dan kalian. " Ucap Gio.
Mikha pun menyetujui ide Gio, Mikha pun tertidur disanping Aya dan memeluk Aya.
"Anjir ngga gitu juga kali Mikha, gue panas dan gerah nih, kayak dunia milik berdua aja kalian ini.! " Kesal Gio yang merasa menjadi kambing conge..
Mikha malah tersenyum, "Makanya Gio kamu cepetan nikah biar bisa kayak gini! " Mikha malah semakin erat memeluk Aya, berniat membuat Gio merasa kebakaran.
"Iya deh terserah loe aja deh Mikha..! " Kesal Gio.
"Dasar sombongnya si Mikha ini, merasa paling bebas karena udah nikah, ya biarin aja kali, mau nikah juga gimana akunya aja belum ada pasangan.. ! " Gerutu Gio. Ternyata gerutunya itu didengar oleh Mikha.
"Heh..! Bukan ngg ada ya, loe aja yang banyak ngemainin cewe bro..! " Jelas Mikha dan hal itu membuat Gio kaget.
"Issshhhhh.. Gak sekolah banget itu mulut..! " Jelas Gio kesal.
"Canda t*i..! " Goda Mikha.
"Issshhhh, sudah sana cepat tidur, udah malem nih, kebeuru gue ngantuk nanti..! " Jelas Gio.
Mikha pun mengiyakan perintah Gio dan segera beristirahat, tidur disamping Aya dan memeluknya.
Malam semakin larut, suasana semakin hening, tidak ada aktifitas dari luar ruangan rupanya orang-orang sudah istirahat.
Gio masih tertancap jaga Aya dan Mikha, sedangkan Aya dan Mikha masih asyik tertidur pulas.
Sudahlah terima saja nasib Gio, kamu memang harus rela menyaksikan keromantisan pasangan pasutri ini didepan mata langsung.
"Sabar Gio, sabar! " Pasrah Gio kali ini.
Ia berharap agar ia akan mendapatkan pasangan sebaik Aya. Ia tak mau salah pilih pasangan, ia takut memiliki pasangan yang banyak menuntut dan hanya ada maunya aja, ia berharap pasangannya kelak seperti Aya yang tulus dan sabar, menerima segala kekurangan dan kelebihan suaminya.
__ADS_1
"Ya Allah semoga Istri hamba kelak seperti sosok Aya, hamba sangat menginginkannya, semoga engkau mengabulkannya..! " Aamiin..
Do'a Gio malam itu..