Sabarku Yang Terus Kau Sia-Siakan!

Sabarku Yang Terus Kau Sia-Siakan!
BAB. VII H-1


__ADS_3

Hari-H sudah didepan mata, bagaimana tidak perasaan kedua mempelai semakin berdebar. Mereka akan menikah satu hari lagi. Berbagai persiapan pernikahan sudah dilakukan.


...****************...


Ddrrrrrtttt... Ddrrrttt.. Drrrttt..


Suara handphone Mikha bergetar diatas meja, Mikha pun mengambilnya dan melihat siapa yang menghubunginya, ternyata itu adalah Xena. Mikha terkejut akan hal ini. Perlahan Mikha mengangkat telepon itu.


"Sayaaaangg..! " Ucap Xena manja.


"Iya sayangku apa? " Jawab Mikha.


"Sayang, rindu..! " Manja Xena pada Mikha.


"Ututuuu... Aku juga merindukanmu sayangku..! " Jawab Mikha.


"Sayang, besok kamu ada waktu tidak? " Seketika mendengar pertanya'an Xena yang membuat Mikha menelan ludahnya.


"Bagaimana ini? Besok kan acara resepsinya..! " Gerutu Mikha.


"Resepsi gimana ayang? Kamu mau kondangan ya? " Ternyata Xena mendengar apa yang Mikha ucapkan.


"Eee.. Eemmm.. Ii.. Yyyaaa.. Mau datang ke acara resepsi saudara dikampung..! " Ucap Mikha beralasan.


"Yaaahhh.. Yaudah nanti kalau kamu sudah beres acaranya atau ada waktu, kamu telepon aku besok ya sayang..! " Ucap Xena.


"Oke sayang..! Emm, aku mati'in dulu ya, aku mau mandi ayang..! " Ucap Mikha sambil mematikan handphone nya..!


"Xena, ma'afin aku ya besok aku akan menikah, tapi bukan dengan kamu, ma'af juga aku sudah mengkhianati kamu sayang..! " Ucap Mikha sambil mengaca sidepan cermin besar dikamarnya.


...****************...


Disisi lain Aya yang terus-terusan diteror oleh sang mantan, Alfero bersikekeh menghubungi Aya, bahkan ia mengancam Aya akan menggagalkan acaranya nanti.


"Haloo, sayangku..! " Ucap Alfero.


"Apa'an sih kamu Al? " Jawab Aya yang kesal karena si mantan terus membuatnya risih dengan perlakuan yang seharusnya tidak ditunjukkan padanya.


"Jangan gitu dong ayang..! Dengar Aya..!!!! Kamu tunggu acara besok, aku ada surprise untuk kamu sayang..!! Hahahahahaha.. " Entah apa yang Alfero maksud. Yang pasti Aya cemas mendengarnya.


"Al, jangan macam-macam ya kamu..! Kalau kamu berani macam-macam, tidak segan-segan aku akan mengakhiri hidupku detik itu juga..! " Ancam Aya, yang sebenarnya hanya omong kosong, masa iya Aya mau bunuh diri, mana berani dia..!

__ADS_1


"Prokk... Prokkk.. Prokkk.. " Alfero malah tepuk tangan..


"Sayang jangan seperti itu, aku malah jadi khawatir karena ulahmu itu..!! " Ucap Alfero mengkhawatirkan jika itu benar-benar terjadi.


"Makanya kamu jangan macam-macam..! " Tegas Aya.


"Tapi.. Aku tidak rela kamu menikah dengan orang lain sayang..!! " Hentak Alfero.


"Cukup Al, kamu jangan seperti ini..! Yakinlah kamu akan mendapatkan yang lebih baik dariku..! " Tegas Aya.


"Didunia ini tidak ada yang lebih baik melainkan hanya kamu seorang, Aya ku sayang..!! " Tegasnya sekali lagi.


Aya merasa geram dan risih dengan ulah mantannya itu.


"Cukup Al, aku ngga mau dengar kekonyolan itu lagi..! " Hentak Aya, langsung mematikan ponselnya.


"Isshhh.. Kenapa sih, dia selalu saja mengganggu ku? sejak sa'at itu, selain mengkhianati, menyakiti, dia juga menghantuiku..! Ya Allah, semoga engkau memberiku jalan untuk melewati semua ini..! " Gerutu Aya yang merasa risih dengan Alfero.


...****************...


Kriiiiiinggg... Kringgg...


"Siapa lagi sih? Tapi ngga ada namanya, jangan-jangan si Alfero?Yaudahlah ngga usah diangkat." Gerutu Aya.


"Permisi, ada paket..! " Sumber suara dari depan rumah Aya. Mendengarnya, Aya langsung menghampiri sumber suara itu.


"Iya Mas, ada apa ya? " Tanya Aya.


"Ini Mbak, ada paket atas nama Aya..! " Jawab kurir.


"Mohon ma'af Mas sebelumnya, saya ngga pernah pesen barang soalnya, mungkin Masnya salah alamat..! " Ucap Aya yang merasa tidak memsan ataupun membeli apapun.


"Ngga Mbak, ini titiknya benar disini, namanya Aya, kalau Mbak ngga percaya ini ada no teleponnya, punya Mbaknya kan? "Jelas Mas Kurir.


Aya pun memastikan bahwa nomer tersebut bukanlah nomernya, tapi setelah ia lihat, ternyata benar itu adalah nomernya. Tapi siapa yang mengirim paket untuknya?


"Benar juga Mas, ini nomer saya..! " Jawab Aya,.


"Yaudah sekarang Mbaknya terima aja..! " Jelas Mas Kurir. Karena Aya tidak mau berdebat dengan Kurir, ia mengambil paketnya dan membawanya kedalam rumah,.


"Iya, saya ambil, makasih Mas..! " Jelas Aya.

__ADS_1


Aya pun segera unboxing paket itu, ia takut paket ini misterius soalnya.


Dengan sangat hati-hati, Aya membuka isi paketnya, ternyata isi paketnya adalah jepit rambut bentuk kerang bertabur pernik-pernik disisinya, memanglah cantik. Dan ada surat didalamnya. Isi surat itu adalah..


"Aya, aku harap kau akan mengenakan jepit ini, pada acara nanti..!


By. Mikha.. "


Suratnya berisi tulisan bahwa Mikha lah yang mengirimkan paket untuknya.


Dengan ter salting-salting Aya mencoba mengenakan jepit pemberian Mikha, "Wahh.. Cantik banget jepitnya, aku suka..!! " Dengan senang dan bahagia Aya merasa bangga memiliki jepit sebagus dan seindah itu. Aya terus memandangi keindahan dari jepit itu. Tiba-tiba,


Tokkk.. Tokk.. Tokk.. Permisi..


Ada lagi suara asing didepan rumahnya. Aya pun langsung menghampirinya. Kali ini Mas kurir bukan membawa paket tapi ia membawa bucket bunga.


"Ada yang bisa saya bantu Mas? " Tanya Aya.


"Ini ada kiriman bunga untuk Mbak Aya, Mbak Aya nya ada? " Tanya Mas kurir.


"Kebetulan saya sendiri Mas, By The Way ini bunga dari siapa ya Mas? " Tanya Aya dengan bingung bertanya-tanya.


"Oh, saya tidak boleh beritahu siapa pengirimannya, yang jelas ini bunganya untuk Mbak Aya, ini bunganya ya Mbak saya serahkan, boleh tandangan dulu disini Mbak srbagai tanda terima? " Tegas Mas Kurir. Aya pun segera menandatangani tanda terima. "Terimakasih Mbak..! "Mas kurir pun beranjak pergi.


Aya masih kebingungan, sebenarnya siapa yang mengirimi ia bucket bunga? Apakah Mikha?. Aya terus bertanya-tanya pada hatinya. Diantara rangkaian bunga tersisipkan secuil kertas berbentuk love, Aya pun membukanya dan membaca isi surat itu. Isinya begini,


"Dear Aya,


Good Morning Aya, How are you? I hope you are always good.


I will be back. I will look for you. love you. marry you. And live without shame.


I Love you Forever. I can not live without you


By. A......... "


Melihat tulisan itu mata Aya terbelalak, Aya ketakutan sebenarnya siapa yang mengirim bunga misterius ini dan menulis surat untuknya?


"Tidak... Siapa sebenarnya pengirim bunga ini? " Wajah Aya cemas sekali, ada saja ujian dan coba'an H-1 sebelum menikah.


Tapi Aya tidak memberitahukan hal ini pada siapapun, Aya simpan dan pendam sendiri, karena Aya ngga mau membebani orang-orang pada hari itu, karena memang seharusnya mereka bahagia, bukannya malah cemas dan bersedih akan hal ini.

__ADS_1


"Semoga semuanya baik-baik saja ya Allah..! Aku mohon, hanya padamu aku meminta segala pertolongan dari marabahaya ataupun apa yang membuat ku dan keluargaku tidak nyaman." Do'a Aya hari itu.


__ADS_2