Sahabat Sebangku

Sahabat Sebangku
Kartu Perdana dan Pengakuan Rizky


__ADS_3

Akhirnya pembelajaran selesai dan merekapun pulang , namun Adinda dicegah oleh Rizky. Entah mau apa Rizky mencegah Adinda pikirnya.


"Assalamu'alaikum Adinda". ujar Rizky


"Ehh waalaikumussalam Rizky". ujar Adinda


"Maaf nihh aku cegah kamu din". ujar Rizky


"Emang ada apa Ky?". tanya Adinda


"Aku cuman mau kasih ini sama kamu". ujar Rizky


"Kartu? buat apa Ky?". tanya Adinda


"Biar aku gampang menelpon atau mengirim pesan ke kamu kapan pun din". ujar Rizky


"Tunggu deh, emang kamu tau no aku? setau aku kamu gk pernah minta no aku deh Ky". ujar Adinda


"Ehh em Adinda kamu jangan marah yaa". ujar Rizky


"Marah? emang kenapa aku harus marah Ky?". tanya Adinda


"Hmm sebenernya pesan misteri itu dari aku din, maaff". ujar Rizky menunduk.


"Aku ngga marah koo kalau kamu jujur sama aku ky". ujarnya


"Makasih yaa din". ujar Rizky tersenyum

__ADS_1


"Iyaa sama sama, yaudah aku pulang dulu yaa Ky". ujar Adinda diangguki oleh Rizky.


"Wassalamu'alaikum Rizky, duluan ya". ujar Adinda


"Waalaikumussalam Adinda, iyaa hati hati dijalan". ujarnya


Eh aku lupa tanya dia punya no aku dari siapa, aduhh. Batin Adinda sampil menepuk jidat


Adinda pun berjalan untuk pulang ke rumah, selama perjalanan Adinda memikirkan Kartu Perdana yang diberikan Rizky itu. Adinda bingung kenapa Rizky memberi Kartu Perdana ini? buat apa coba? pertanyaan terkumpul dikepala Adinda.


Adinda pun akhirnya sampai di rumahnya dengan selamat , Adinda menghampiri ibunya yang sedang di dapur.


"Ibuu". ujar Adinda


"Apaa nak? tumben telat pulangnya?". tanya Ibunya


"Kartu dari siapa nak?". tanya Ibunya


"Dari temen bu, gatau buat apa". ujar Adinda


"Yaudah kamu pake aja, mungkin penting". ujar Ibunya lalu diangguki Adinda.


"Adinda ke kamar dulu yaa bu, mau istirahat ". ujar Adinda diangguki oleh ibunya.


Adinda sampai dikamarnya, lalu Adinda mengganti baju nya biar bisa rebahan dikasur empuknya itu. Adinda rebahan sambil memikirkan tentang Rizky yang mengirim pesan misteri itu dan sekarang kartu perdana yang dikasih Rizky.


Akhirnya Adinda memutuskan untuk tidur, karena rasa lelahnya itu dan bermimpi indah dalam tidurnya.

__ADS_1


Dua jam berlalu Adinda tidur dengan lelapnya, akhirnya bangun karena gerah pingin rasanya mandi biar segar badannya. Adinda pun meregangkan otot tangannya dan menyiapkan baju terlebih dahulu sebelum mandi karena waktu menunjukkan pukul 16:00 WIB.


Beberapa menit kemudian Adinda selesai mandi dan memakai baju dengan rapih karena Adinda pingin refreshing pikirannya, Adinda pun keluar rumahnya untuk jalan jalan sekitar rumahnya. Namun, tengah jalannya dia bertemu dengan Fikri.


Fikri melihat Adinda pun langsung menghampiri Adinda, karena sudah beberapa minggu dia tidak melihat Adinda.


"Adinda". ujar Fikri


"Ehh Fikri, iyaa ada apa?" tanya Adinda


"Mau kemana? kamu kemana aja beberapa. minggu ini?". tanya Fikri


"Jalan jalan aja Fik, ohh itu karena aku diam aja dirumah males keluar rumah". ujar Adinda tersenyum


"Ahh iyaa aku kira kamu ngejauhin aku din". ujar Fikri


"Ngejauhin kamu? ngga ko Fik". ujar Adinda


"Iyaa udah kalo gtu kamu lanjut lagi aja jalan jalannya". ujar Fikri diangguki Adinda.


Adinda pun melanjutkan perjalanannya, namun belum saja Adinda melanjutkan perutnya terasa sakit sekalii akhirnya Adinda memutuskan untuk pulang ke rumah karena sakit perutnya itu.


Karena Adinda tidak membawa Handphone nya, ia dikejutkan oleh pesan dari Rizky begitu juga panggilan tak terjawab. Tetapi Adinda tidak ada waktu untuk membalas karena tidak tahan sakit perutnya itu.


Mau apa yaa Rizky itu? apa bener dia suka sama aku seperti yang dikatakan Reni? ahh entahlah tapi aku tidak menyukainya. Batin Adinda


Bagaimana kelanjutannya?

__ADS_1


Jangan lupa Like and Comment yaa :)


__ADS_2