
Akhirnya kenaikan kelas setelah melewati beberapa ujian yang Adinda atau orang lain hadapi, Adinda mendapatkan ranking ke tiga dari semester satu hingga kenaikan kelas. Adinda merasa senang sekali yaa walaupun tidak mendapatkan ranking ke satu, dia bersyukur karena baru kali ini Adinda masuk sepulu besar.
Adinda libur selama dua minggu, selama libur Adinda selalu bermain dengan temannya kadang dia pulang kampung ke Garut menemui teman lama dan keluarga besar ibunya. Adinda senang saat sampai digarut, dia langsung mengunjungi teman temannya itu.
Selama perjalanan ke rumah temannya, ada yang mengajak Adinda berbincang itulah yang membuat dirinya lama sampai ke rumah temannya. Karena semuanya tidak menyangka melihat Adinda yang asalnya gendut jadi kurus dan cantik sekali mereka takjub melihat perubahan Adinda.
Adinda pernah menyukai kakak kelasnya yang ada di garut yang bernama Andri Riawan yang tak lain adalah murid yang diajarkan neneknya mengaji, akan tetapi sekarang rasa itu telah hilang karena Adinda tidak mau merasakan sakit hati lagi seperti waktu dia menyukai Fikri. Adinda terkenal humoris, akan tetapi sekarang Adinda berubah menjadi pendiam semenjak dia sakit hati karena cinta.
Akhirnya Adinda sampai dirumah kakak kelasnya itu yang tak lain orang yang pernah dia sukai namun dia hanya akan menganggapnya sekarang seorang teman, Adinda disuruh oleh kakeknya mengantar makanan ke rumah teman nya itu walaupun gugup Adinda mencoba tenang dari jantung yang berdebar nya itu.
Tok.. tokk... tok
Adinda mengetuk pintu rumah itu, karena lama Adinda menunggu sambil melihat pemandangan memunggungi pintu rumah tersebut. Namun, Adinda langsung membalikkan badan saat mendengar suara pintu terbuka.
Ceklek..
Adinda terkejut karena yang membuka pintu adalah kakak kelas nya itu, namun ia menetralkan jantung nya agar tidak gugup ketika berbicara.
"Assalamualaikum". ujar Adinda lembut.
"Waalaikumussalam, siapa ya?". tanya Andrii
"Massaa lupaa sama aku sihh". ujar Adinda sebal
__ADS_1
"Iyaa aku ngga kenal karena emang gk pernah liat kamu". ujar Andri membuat Adinda bete
"Okee perkenalkan nama aku Adinda Sasi Kirana, anak kedua dari 3 bersaudara, cucu dari Kakek Luqman dan Nenek Hopsah. Sekarang tau kan?". tanya Adinda
"Haha aku bercanda Adinda haha". ujar Andrii
"Ihh nyebelinn, nih aku cuman nganterin ini doang, kalo gitu aku permisi, assalamualaikum". ujar Adinda menyerahkan makanan tersebut lalu pergii begitu saja.
"Waalaikumussalam Adinda". ujar Andrii namun masih terdengar oleh Adinda.
Ngga ada yang berubah dari kamu Din. Batin Andrii
Selama perjalanan pulang Adinda terus saja menggerutu karena kesal dengan Andrii yang sudah menjahilinya itu, akhirnya Adinda sampai dirumah temannya yang tak lain adalah Cindy Tri Rahma. Karena kesal Adinda akan main kerumah Cindy dan Nita Natalia.
"Assalamualaikum". ujar Adinda
"Adindaaa!!!". ujar mereka lalu memeluk Adinda.
"Kitaa kangen banget sama kamu din". ujar Cindy dan Nita
"Aku juga kangen kalian". ujar Adinda.
"Kitaa main yuk din, karena kita ngga akan selamanya bisa kaya dulu kan. Karena kamu sekarang tinggal di Bandung". ujar Cindy sendu
"Yaudahh ayuukk kitaa main". ujar Adinda semangat
"Horeeee!!". ujar Cindy dan Nita
__ADS_1
Aku mohon kalian jangan berubah selama aku di Bandung, aku ngga sanggup jika kalian berubah. Batin Adinda
Cindy dan Nita melihat Adinda menundukkan kepalanya, sepertinya ada masalah pikir mereka dan akhirnya mereka menghampiri Adinda.
"Adinda kamu ngga papa kan?". tanya Nita
"Aku ngga papa ko". ujar Adinda berusaha tegar.
"Jangan bohong, jujur din kamu kenapa?". tanya Cindy.
"Aku cuman ngga mau kalian berubah selama aku ngga ada disini bersama kalian". ujar Adinda lesu.
"Kita ngga akan berubah koo din, kita akan selalu jadi teman kamu din dalam keadaan apapun". ujar Nita
"Aku pegang janji kalian lohh,suatu saat awas saja jika kalian berubah". ujar Adinda
"Iyaa ngga akan koo Adinda Sasi Kirana ". ujar Cindy
"Ihh nyebelin banget sih". ujar Adinda
"Kita pulang aja yuk, udah sore nihh". ajak Nita
Akhirnya merekapun pulang ke rumah masing masing, Adinda langsung rebahan sebentar sebelum mandi karena lelah jalan kaki bersama temannya. Walaupun Adinda merasa takut jika temannya akan berubah ketika Adinda berada di Bandung.
Bagaimana kelanjutannya?
Jangan lupa Like and Comment yaa :)
__ADS_1