
Seminggu kemudian..
Kini di sekolah, Adinda serta sahabatnya sedang menantikan nama mereka di panggil saat sidang untuk mempresentasikan hasil laporan PKL mereka selama tiga bulan di tempat PKL nya masing - masing. Selama sebulan full Winda sakit, untungnya saat sidang ia sudah sembuh dari sakitnya itu.
Selama sebulan pun Adinda ikut sakit ketika sahabatnya sudah lama tidak PKL, hingga ia kecapean mengerjakan tugas yang diberikan pegawai dengan sendiri akhirnya Adinda tumbang. Sebulan full juga Adinda jarang mengabari pacarnya, karena mengerjakan laporan PKL yang akan di presentasikan.
"Siapa yang ada di dalem?". Tanya Adinda karena telat datang.
"Reni din, kamu dari manaa?". Tanya Winda.
"Dari warnet, kan ambil laporan untung aja masih keburuu sampai sini". Ujar Adinda diangguki oleh Winda.
"Sebentar lagi giliran aku din, doain yaa semoga lancar segalanya". Ujar Winda diangguki oleh Adinda.
"Tantri udah?". Tanya Adinda diangguki oleh Tantri.
Winda pun akhirnya di panggil untuk presentasi laporan, Adinda berdoa semoga Winda tidak tumbang karena masih pemulihan, beberapa menit kemudian Winda pun keluar dengan wajah tersenyum mungkin lancar presentasi yang dibawa oleh Winda.
"Din, antar aku beli makanan ya". Ajak Winda.
"Yaudah ayoo, lagian aku masih lama nanti terakhir banget ya paling terakhir haaha". Ujar Adinda tertawa.
"Yaudah ayo, tapi aku ga boleh makan pedes tapi pengen, bingung deh". Keluh Winda.
"Yaudah turutin apa kata orangtua kamu aja, lagian kamu masih pemulihan ga boleh makan pedes". Ujar Adinda.
"Ren, kita pamit beli sesuatu ke warung ya". Ujar Winda diangguki oleh Reni.
Selama perjalanan mereka ke warung , Winda dan Adinda saling bercerita tentang selama Adinda PKL tanpa Winda, setelah membeli makanan mereka berdua kembali ke sekolah nya, sesampainya disana Winda merasa tersinggung oleh perkataan seorang lelaki yang menanyakan 'Bagaimana rasanya di rawat di rumah sakit? apa enak? kalau enak coba masuk lagi' membuat Winda kembali terpikiran oleh pertanyaan yang ia dengar.
"Sabar wii, jangan banyak pikiran, inget kamu masih pemulihan". Ujar Adinda menenangkan Winda.
"Baiklah, mending kita sholat dzuhur dulu biar hati aku tenang din". Ajak Winda.
__ADS_1
"Baiklah, ayoo kita ajak mereka berdua juga". Ujar Adinda diangguki oleh Winda.
Sedikit cerita ya, persahabatan Adinda tetap jalan walaupun kedua sahabatnya pindah sekolah ke yang lain, ia juga sekarang Adinda selalu menerima pesan dari Andri orang yang ia sukai saat di Garut, hingga Adinda lupa dengan pacarnya itu saking asik chattan dengan Andri.
Beberapa jam kemudian, kini giliran Adinda untuk menampilkan presentasi di depan adik kelasnya, waktu Adinda tepat saat pukul 18.30 WIB hingga pada giliran Adinda semua guru sudah merasakan lelah, membuat Adinda dengan mudah di bilang selesai presentasi padahal belum waktunya ia selesai presentasi, mungkin karena waktu mulai malam, pikirnya.
"Akhirnya selesai juga sidang pada hari ini, bapak ucapkan terimakasih atas kerja sama nya untuk kalian dan bapak harap kalian bisa mengatasi revisi laporan kalian". Ujar Bapak Dede Sulaiman.
"Iyaa pak sama sama". Ujar Mereka semua.
"Baiklah, kita akhiri dengan alhamdulillah, silahkan kalian sudah boleh pulang, hati hati di jalan ya". Ujar Bapak Dian Suherman.
"Siapp pak". Ujar mereka semua.
Mereka pun bubar, Adinda langsung lari karena takut sendiri sedangkan waktu sudah larut malam. Ia pun membuka aplikasi WhatsApp ternyata ada chatting dari Andri membuat rasa takut ia menghilang, namun ia teringat pacarnya jadi ia tidak membalas dengan panjang tetapi singkat saja karena takut baper.
"Alhamdulillah lancar, huhh tinggal revisi laporan". Gumam Adinda.
"Ahh sejuknya malam hari". Ujarnya pada diri sendiri.
"Huhh, cape jugaa". Ujar Adinda di sela berlari nya.
Setelah dekat dengan rumah nya, Adinda berjalan kembali karena sesak nafasnya kambuh kembali, saat ia akan belok ke gang rumah dia berhenti karena melihat pacarnya dari jauh hingga membuatnya tak jadi masuk, namun ia berdiri menunggu pacarnya lewat karena ia merasa tak enak hati entah kenapa.
"Loh teteh kok malah ada disini bukannya ke rumah?". Tanya Lutfi saat melihat pacarnya.
"Ahh kan sengaja biar liat pacarku ini lewat". Ujar Adinda tersenyum.
"Hahah iyaa deh, gimana tadi sidang lancar?". Tanya Lutfi.
"Alhamdulillah lancar a, karena teteh yang terakhir jadi cepet mungkin udah lelah guru nya". Ujar Adinda.
"Yaudah, kamu masuk, bersihin badan, makan, istirahat ya. Aa pulang dulu lanjut di WhatsApp yaa". Ujar Lutfi diangguki oleh Adinda.
__ADS_1
Setelah melihat pacarnya pergi, Adinda pun memasuki gang rumah nya, sesampainya ia melihat ponakan nya rasa lelah pun hilang seketika diganti dengan wajah senang. Adinda langsung saja memeluk dan mencium wajah ponakannya, setelah itu Adinda mencium adiknya yang tadi terlihat cemberut ketika ia memeluk keponakannya.
"Uhhh adik teteh cemburu yaa". Ujar Adinda tersenyum.
"Abbbbbaaahh". Celoteh adiknya.
"Abah? mana abah de?". Tanya Adinda.
"Mbaapakk". Celoteh adiknya lagi.
"Bapak? hahaha dede panggil teteh gituh". Ujar Adinda tertawa.
"Ahh udah, Dinda ke kamar dulu ganti baju". Ujar Adinda diangguki keluarganya.
Sesampai nya di kamar, Adinda pun langsung mengganti seragam nya dengan baju tidur lalu rebahan sebentar di ranjang nya sambil memainkan HP nya, entah kenapa Adinda merasa hati nya tidak tenang takutnya terjadi apa - apa dengan hubungannya bersama Lutfi kedepannya membuat Adinda gelisah hingga ia pun tertidur.
**Ting! Ting!
To : Dinda
From : Andri**
Selamat malam, tidur yang nyenyak ya ☺
To : Sayangku23❤
From : Adinda23❤
Tidur nyenyak ya sayang, aa sayang kamu, byee sayang 😍😘😘😍❤ assalamualaikum sayangku 😘😘😘😍😍😍😍❤💞💞❣️
Itulah notifikasi chatting dari kedua cowok yang membuat Adinda bimbang dengan hati nya, ia merindukan seseorang Andri namun ia juga takut perasaannya berubah pada Lutfi lebih takut kehilangan seseorang yang selalu ada untuknya dalam suka maupun duka.
Bagaimana kelanjutannya? mau tau?
__ADS_1
Jangan lupa Like, Coment and Vote yaa :)
Maaf bila nanti lama update, karena sekarang sudah masuk sekolah dan aku udah kelas 12 SMK, pastinya akan sibuk, mohon di maklum ya gays:)