
Beberapa minggu kemudian, Adinda sempat ingin pindah sekolah karena selalu banyak yang membuatnya sakit hati. Keinginan Adinda pun hampir terkabul, karena ibunya ingin Adinda melanjutkan sekolahnya di Garut. Namun, Ibunya plinplan jadi Adinda tetap sekolah di SMKN 2 KARYA BANGSA.
Karena Adinda juga tidak tega meninggalkan sang pacar dan sahabatnya itu. Kini Adinda selalu bersikap baik - baik saja seakan tidak ada masalah, namun sebenarnya ia tidak baik - baik saja tapi ia juga tidak mau membuat sahabatnya khawatir dengannya.
Adinda juga selalu di nasehati walikelasnya untuk tetap kompak dan bertahan dikelasnya, yaa Adinda jalani semuanya dengan baik walaupun terkadang ia selalu disindir oleh temannya. Entah apa salah Adinda, sehingga banyak yang membuatnya sakit hati dan tak betah tinggal didalam kelasnya.
Adinda juga selalu ditenangkan oleh kekasihnya , yaa Adinda sudah menjalani pacaran selama beberapa bulan. Adinda nyaman dan sayang pada pacarnya itu, Adinda tidak mau kehilangan nya walaupun mereka banyak bertengkar.
_____________________________________________
Kini Adinda sedang berada di kelasnya sendiri, karena sahabatnya ke kantin. Adinda sebenarnya ingin ikut tetapi males, akhirnya menyibukkan diri membuat kata - kata dibuku bagian belakang.
"Ehh kemarin ada yang bikin status nya 'sabar ini ujian' , lebayy banget". ujar Nasya nyinyir jelas ke Adinda.
Apa salahnya sabar sama ujian hidup? lah emang ada hubungannya sama dia. Hidup aku ya yang jalanin tentu aku, kenapa dia yang risih sih. Batin Adinda kesal.
Adinda pikir dikelas dirinya akan tenang, ternyata makin tidak tenang karena umpatan yang keluar dari mulut temannya yang bernama Nasya Ayulia Hafidz dipanggil Nana atau Sasya. Adinda pun memilihi ke kamar mandi, untuk menenangkan hatinya.
Saat Adinda melewati Nasya, kembali dia mengumpati Adinda. Namun, Adinda tetap sabar dan berusahaa tegar agar emosi nya tidak keluar.
"Ehh kayanyaa dia ngerumasa dehh, sampai keluar kelas gitu". ujar Nasya kepada temannya.
"Ehh Nana, kamu ini nyinyir terus". ujar Santi teman dekatnya.
__ADS_1
"Kesel akutuh, dia bikin status whatsapp kaya gitu". ujar Nasya kesal.
Whatt kesal? yang harusnya kesal juga aku kalii. Aku benar - benar tidak tau harus bagaimana lagi menghadapi sikapnya, aku tidak kuat yaa tuhan. Batin Adinda setelah kembali ke kelasnya.
_____________________________________________
"Adinda kamu gapapa?". tanya Tantri karena melihat Adinda melamun.
"Ehh gapapa kok Tri". ujar Adinda sambil tersenyum paksa.
"Beneran ngga papa?". kini Reni yang bertanya.
"Beneran gapapa kok". ujar Adinda masih sama dalam mode nya.
"Yaudah kalau gitu Din, kita kembali ke tempat duduk". ujar Reni diangguki Adinda.
"Din, yuk ambil air wudhu". ajak Reni diangguki Adinda.
"Siapa aja yang ngga sholat?". tanya Adinda pada Reni.
"Wita sama Tantri din". jawab Nela diangguki Adinda.
"Yaudah yuk ke air". ajak Adinda diangguki mereka berdua.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, mereka pun selesai wudhu dan menunggu adzan dzuhur di lantai yang sudah beralas sajadah. Adzan pun berkumandang, semuanya melaksanakn sholat dzuhur.
"Adinda ke kantin yuk". ajak Tantri diangguki Adinda karena sudah selesai sholat.
"Mau jajan apaa tri?". tanya Adinda.
"Ada dehh". ujar Tantri cengengesan.
"Ishh rahasiaan jajan juga tri". ujar Adinda tertawa.
Mereka pun kembali ke kelas, setelah dari kantin. Selama perjalanan Adinda curhat soal tadi dan Tantri justru kesal dengan sikap Nasya. Sesampainya dikelas, mereka pun duduk menenangkan hatinya masing - masing.
"Lamaa amatt habis ngapain sih?". tanya Nela diangguki Reni dan Wita.
"Habis curhat hehe". ujar Adinda.
"Ke kita aja ngga ahh din kamu mah". ujar Wita mewakili mereka.
"Tantri aja yaa yang kasih tau Adinda pusing". ujarnya diangguki Tantri.
Beberapa jam kemudian, akhirnya selesai pembelajaran dan mereka pun pulang ke rumah nya masing - masing.
Bagaimana kelanjutannya?
__ADS_1
Jangan lupa Vote, Like and Comment yaa :)
Dukung aku ya gays:)