
Beberapa bulan kemudian, kini Adinda serta yang lainnya telah berada di lapangan sekolah. Hari ini adalah dimana mereka akan melaksanakan kegiatan perkemahan dengan tujuan untuk menunjukkan kedisiplinan dan kepemimpinan siswa.
Adinda sekelompok dengan Winda ya sahabat nya pindah dari pesantren karena sakit - sakitan dan sempat di terapi akibat paru - parunya. Kini Adinda tidak duduk sendirian, karena ada Winda yang menemani nya. Mereka berdua selalu bersaama kemana - mana dan curhat juga selalu bergiliran.
Mereka pun berangkat sesuai dengan kelompoknya masing - masing. Adinda serta yang lainnya, berjalan menuju tempat perkemahan mereka. Adinda mempunyai sesak bila kecapean terus, hingga ditengah jalan Adinda sesak karena tali penggiring kelompok mereka berjalan dengan cepat membuat Adinda terjatuh ke tanah.
"Adinda kamu masih kuat?". Tanya Teh Syifa.
"Sakitt teh, sesak nafass". Ujar Adinda meringis.
"Yaudah tunggu di sini, teteh telpon dulu Kak Rangga selaku panitia bagian membawa siswa yang sakit". Ujar Teh Syifa dijawab dengan anggukan Adinda.
Sepupu nya menghampiri Adinda yang duduk sambil memegang jantung nya, lalu duduk menemani Adinda karena Teh Syifa menyusul anggota yang lain.
"Kenapa din?". Tanya A Nopit.
"Sakitt jantungg a, sesak a ihhh". Ujar Adinda mengeluh.
"Ya udah tunggu sebentar lagi Rangga datang kesini". Ujar A Nopit dijawab anggukan oleh Adinda.
A Nopit sepupunya itu sama dengan Adinda jurusan TKJ, A Nopit murid paling banyak bikin masalah namun selalu saja dipakai setiap ada kegiatan apapun. A Nopit sekarang kelas XII dan Teh Syifa tadi adalah adik kelas sejurusan dengannya.
Beberapa menit kemudian, datang lah Kak Rangga yang tak lain adalah orang yang ditunggu oleh Adinda. A Nopit pun menyuruh Adinda untuk naik motor dan Adinda menuruti karena tak kuasaa sakit sesak nya.
"Bawa Adinda ke mobil yang sudah ada guru nya". Ujar A Nopit diangguki Kak Rangga.
"Siapp kang". Ujar Kak Rangga lalu menjalankan motornya.
__ADS_1
_____________________________________________
Selama perjalanan banyak sekali yang membicarakan Adinda, namun Adinda diam saja karena jika ia memikirkan ucapan mereka akan membuat sesaknya makin parah dan Adinda tidak biasa minum obat karena tidak bisa menelan obatnya.
Beberapa menit kemudian, kini Adinda telah berada di mobil bersama guru dan panitia lainnya.
"Adinda kamu kenapa? katanya sesak? kamu ngga sarapan din?". Tanya Ibu Rika.
"Alhamdulillah sarapan udah bu, cuman tadi pas dijalan perut Adinda ketarik tali jadi sesak bu". Ujar Adinda pelan namun terdengar oleh yang lainnya.
"Yaudah istirahatin aja din, atau kamu mau beli batagor?". Tanya Ibu Rika.
Namun belum sempat Adinda menjawab, Ibu Rika telah keluar mobil dan membelikan nya batagor. Tidak ingin membuat batagor mubazir Adinda pun menerima nya, lalu melahap nya dengan habis walaupun Adinda merasa mual ia tetap bertahan.
Beberapa jam kemudian, Adinda turun mobil dan gabung dengan kelompoknya karena sudah enakan. Adinda menghampiri Winda dan Sinta temannya se SMP, ya walaupun banyak yang se SMP tapi Adinda hanya akrab dengan orang tertentu.
"Iya alhamdulillah udah baikan Wii". Ujar Adinda.
"Yaudah duduk dulu din". Ujar Winda diangguki Adinda.
"Masih jauh yaa?". Tanya Adinda dijawab anggukan Winda.
Winda Aliya Susanti kelahiran tahun 2003 lebih muda dari Adinda yang kelahiran tahun 2002, Adinda selalu memanggil sahabatnya dengan berbagai sebutan yaitu Win, Wiwi, Winda, atau Liya.
Beberapa menit kemudian, mereka melanjutkan perjalanan nya ke tempat perkemahan yang bernama Paku Haji 50 M. Walaupun lelah tetapi kelompok Adinda tidak memisahkan diri seperti kelompok lainnya, Adinda dan anggota kelompok nya tetap kompak selama perjalanan nya.
Beberapa jam kemudian, akhirnya mereka sampai di tempat pukul 12:00 WIB. Mereka pun disuruh memasang tenda bagi perempuan yang berhalangan dan lelaki tentunya akan cepat jika memasang tenda.
__ADS_1
_____________________________________________
Akhirnya mereka telah usai memasang tenda dan bersiap mengambil air wudhu karena setelah sholat, akan ada materi tentang PMR (Palang Merah Remaja) yang dibawa oleh Kak Aldi Muhammad Irwansyah biasa dipanggil Aldi oleh temannya.
Beberapa menit kemudian, mereka disuruh mengganti sendal dengan sepatu karena akan melaksanakan PBB yang di komando oleh Kak Ramdan guru pramuka di SMP dan guru PAI di SMK.
"Uhh melelahkan". Ujar Adinda setelah selesai PBB.
"Iyaa sama din". Ujar Winda.
"Untung aja ngga pingsan win". Ujar Adinda.
"Yaa untung sesak kamu masih bisa ditahan din". Ujar Winda diangguki oleh Adinda.
Dikarenakan Adinda sedang halangan jadi Adinda yang memasak untuk makan malam, Adinda belum selesai memasak datanglah teman sekelas nya Zesika menyuruh dia saja yang memasak dan Adinda yang mendengarkan materi. Adinda hanya menuruti saja, lalu Adinda mengambil buku serta alat tulis nya dan menuju tempat yang tadi siang dipakai sholat.
Adinda bersama dengan Winda menyaksikan materi tersebut, Winda sama dengan nya datang bulan namun setelah magrib. Untung saja ada persiapan dari guru, jadi Winfa maupun Adinda tidak kerepotan sendiri.
Semoga menyenangkan. Batin Adinda.
Bagaimana kelanjutannya?
Jangan lupa Vote, Like and Comment yaa :)
Ditunggu sama aku loh:)
#Dirumah Aja:)
__ADS_1