Sahabat Sebangku

Sahabat Sebangku
Episode Ke - 54


__ADS_3

Keesokan harinya sesuai yang di bilang Winda pada Adinda kini Winda menunggu sahabatnya di gang dekat rumahnya, Adinda yang sudah keluar gang menghampiri sahabatnya dan mereka langsung berangkat dengan di antar oleh bapaknya Winda.


Tidak sampai sejam mereka sudah sampai di tempat PRAKERIN tepat jam 7 pas mereka sudah berbaris di lapang karena apel pagi akan dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis sedangkan untuk olahraga pagi setiap hari Jum'at.


Selesai apel pagi, mereka pun melaksanakan pekerjaan nya tapi dikarenakan belum semua dateng, Adinda dan Winda hanya menunggu tugas yang diberikan pegawai yang berada disana dan benar saja mereka disuruh menstemple Sertifikat Tanah dua ikatan.


"Wii". Panggil Adinda.


"Apaa Din?". Tanya Winda.


"Foto aku lagi stemple dong, buat dokumentasi". Ujar Adinda meminta tolong kepada sahabatnya.


"Oke sini HP kamu Din". Pinta Winda.


"Inii wii". Ujar Adinda memberikan HP kepada sahabatnya.


Setelah selesai Winda memfoto Adinda, sekarang giliran Winda yang di foto oleh Adinda buat dokumentasi nanti ketika sidang laporan PRAKERIN/PKL. Setelah selesai menstemple Sertifikat Tanah yang ada di berkas tersebut, mereka membawa kembali kepada orang yang memberikan tugas kepada mereka.


"Din". Panggil Winda.


"Apaa wi?". Tanya Adinda.


"Aku sebel sama dia Din". Ujar Winda.


"Siapa? Hafidz maksud kamu?". Tanya Adinda.


"Iyaa dia din". Ujar Winda.


"Emang sebel kenapa sih?". Tanya Adinda.


"Dia suka chattingan sama cewek lain yaa walaupun aku belum jadi pacarnya tapi kan aku sama dia lagi pendekatan Din, tiap aku tanya dia tentang chattingan itu dia ngga bilang jujur sama aku". Ujar Winda sendu.


"Udahlah wii, kan masih banyak lelaki di luar sana bukan dia aja kan". Ujar Adinda.


"Aku bilangin yaa sama kamu, aku sekalinya suka sama seseorang aku takkan mencintai orang lain, aku akan mencintai dia sampai akhir hayatku". Ujar Winda.

__ADS_1


"Kamu jangan gitu dong, emang tuh cowok sama kaya kamu cinta sampai akhir hayat?". Tanya Adinda.


"Yaa walaupun dia ngga cinta sama aku, aku akan tetap mencintainya dan aku juga selalu sholat istikhoroh supaya aku dan dia bersama". Ujar Winda.


"Iyaa deh terserah kamu yang penting jangan sampai sakit hati terus menerus kamu nya Wii". Ujar Adinda.


"Baiklah, lebih baik kita kerjain tugas dulu". Ujar Winda diangguki Adinda.


Winda semoga kamu diberikan kebahagiaan setelah penantian panjang mu yang selalu menunggu ketidakpastian. Batin Adinda


Beberapa jam kemudian waktunya mereka pulang, namun kali ini Adinda di jemput sang pacar hingga tidak ikut pulang bersama dengan Winda sahabatnya, beberapa detik kemudian pacarnya tiba dan Adinda pun langsung naik ke motor sang pacar nya.


Hubungan mereka langgeng sampai sekarang namun masih saja ada perdebatan diantara mereka berdua, kini hubungan mereka sudah berjalan dua tahun lebih malah sudah saling mengenal dengan keluarga pacarnya masing - masing.


Selama perjalanan pulang Adinda dan pacarnya bercerita walaupun terkadang tidak nyambung karena, mereka bercerita disaat motor jalan yaa kalau tidak jalan pasti jalanan macet hehe.


"Sayang". Panggil pacarnya.


"Apaa sayang?". Tanyaa Adinda.


"Gimana tadi PKL nyaa?". Tanya Lutfi.


"Gitu gimana sayang?". Tanya Lutfi penasaran.


"Yaa awalnya emang bosen cuman sekarang rame aja sayang, kenapa emangnya?". Tanya Adinda.


"Engga papa, cuman nanya doang kok". Ujarnya pada Adinda.


"Hem iyaa atuh sayang". Ujar Adinda diangguki pacarnya.


Sesampainya di depan gang rumah, Adinda pun turun dari motor dan kekasihnya pun langsung pulang ke rumahnya karena baru pulang kerja, sebenarnya Adinda juga tidak tega menyuruh sang pacar menjemputnya namun ia merasa selalu rindu ingin bertemu dengan pacarnya.


"Assalamu'alaikum". Salam Adinda.


"Waalaikumussalam, udah pulang?". Tanya Ibunya.

__ADS_1


"Iyaa udah bu". Ujar Adinda.


"Yaudah kalau gitu kamu masuk kamar, bebersih yaa". Ujar Ibunya diangguki Adinda.


"Jangan diam terus dikamar nak". Lanjut Ibunya.


"Iyaa ibu". Ujar Adinda dari atas.


Setelah selesai membersihkan diri, Adinda pun turun menghampiri keluarganya di bawah yaa kini Adinda memiliki keponakan karena, kakaknya sudah menikah dan memiliki anak perempuan yang lucu.


"Hallo ponakan ateu". Sapa Adinda.


"Hallo ateu". Ujar kakaknya seperti anak kecil.


"Baru 4hari ya umur nya". Ujar Adinda.


"Iyaa dee". Ujar kakaknya.


"Baiklah ade mau makan dulu, lapar hehe". Ujar Adinda diangguki keluarganya.


Adinda makan sambil menyuapi adik kecilnya yang selalu membuatnya greget pengen makan pipi nyaa yang chabby, setelah selesai makan Adinda pun mengajak adiknya main bersama selama Ibunya makan setelah Adinda selesai tadi.


"Lucu nya adik kakak". Ujar Adinda tersenyum.


"Sini kakak cium". Ujar Adinda.


"Muaachh muaachh muaachh muaachh muaachh". Adinda mencium semua wajah adiknya.


"Aaaaaaabbaaahh". Celoteh adiknya yang berumur 1tahun lebih.


"Apaa de? abah? manaa abah?". Tanya Adinda tersenyum.


Sehat selalu yaa adikkuh, jangan sampai sakit lagi, aamiin yaa rabbal'alaamiin. Batin Adinda.


Bagaimana kelanjutannya?

__ADS_1


Jangan lupa Like, Coment and Vote nya:)


Itu sangat membantu:)


__ADS_2