Sahabat Sebangku

Sahabat Sebangku
Episode Ke - 60 (End)


__ADS_3

Sebulan kemudian tepatnya tanggal 10 Januari 2020, berarti Adinda udah putus selama sebulan dengan Lutfi, hari ini juga Adinda janjian sama mantan pacarnya untuk bicara, tetapi pak Wustho mengajak Adinda untuk menjenguk Winda sahabatnya sendiri.


"Teteh mau ngomong apa?". Tanya Lutfi di tempat pertama kali ketemu.


"Tehh". Panggil Lutfi tapi Adinda diam saja.


"Sayang". Panggilan Lutfi membuat Adinda sakit hati mendengar nya.


"Engga jadi, pulang aja we". Ujar Adinda.


"Teteh selalu aja gitu, yaudah ayo pulang". Ujar Lutfi.


Baru saja Adinda akan naik motor nya Lutfi, ada yang menelpon yang ternyata adalah Pak Wustho, yang mengabari Adinda untuk ikut padahal Adinda belum makan, tetapi pak Wustho menyuruh Adinda makan dibayar oleh nya bersama istri pak Wustho.


Setelah selesai makan, Adinda pun mengabari ibunya karena mungkin Adinda pulang telat, Adinda pikir mantan pacarnya tidak ikut tetapi pak Wustho menyuruh mantan nya itu untuk ikut ke Rumah Sakit Hasansadikin.


Selama perjalanan Adinda gelisah, entah kenapa ia merasa takut kehilangan sahabatnya itu, apalagi Adinda sudah putus dengan Lutfi membuat Adinda melamun sepanjang perjalanan.


From : TetehTantri


To : Adinda


Neng, Winda teu sadar deui 😭 neng nuju dimana? enggalan kadieu (Neng, Winda ngga sadar lagi 😭 neng lagi dimana? cepetan kemari)


From : Adinda


To : TetehTantri


Nuju di jalan teh, kedap deui dugi kadinya (Lagi dijalan teh, bentar lagi sampai kesana)


Hati Adinda makin kalut, Adinda membuka Status WhatsApp lalu mengetik sesuatu disana yang isinya :


Aku mohon tetap bertahan demi aku, aku mohon jangan pergi sebelum aku sampai sana, aku mohon kamu bertahan wii, jangan tinggalkan aku 😭😭

__ADS_1


Sesampainya di Rumah Sakit Hasansadikin, Adinda langsung saja berlari masuk ke dalam, tetapi pak Wustho terlebih dahulu memasuki ruangan Winda, pak Wustho keluar dengan wajah yang membuat Adinda takut apa yang ditakutkan nya terjadi.


"Adinda, kamu cepet masuk din, Winda meninggal pas kita sampai". Ujar Pak Wustho sedih.


"Cepatt din". Lanjut Pak Wustho melihat Adinda diam mematung.


Adinda pun masuk ke dalam ruangan bersama dengan kedua teman yang se PKL dengan nya juga Winda, jantung Adinda rasanya sesak melihat senyuman Winda sambil menutup matanya.


Adinda menghampiri Winda, ia memegang tangannya yang kurus itu, dilihat wajahnya baru saja menutup mata membuat Adinda menangis sekencangnya, kedua temannya pun membawa Adinda keluar ruangan, ya suara tangis Adinda menggema di luar ruangan wajar saja Adinda kehilangan sahabat sebangku nya itu.


"Sabar din, doakan sahabat kamu biar tenang". Ujar Kakak kelasnya.


"Tapi teh.. ". Ujar Adinda sesak.


"Udah sabar yaa, doakan yang terbaik buat sahabat kamu". Ujarnya sambil memeluk Adinda.


"Kita ke depan aja yaa". Ujarnya diangguki oleh Adinda.


Adinda masih saja menangis di papah oleh kedua temannya, dari kejauhan mantan pacarnya berlari ke arahnya dan langsung saja memeluk Adinda, memberikan Adinda kekuatan karena sebenarnya Adinda lemas.


"Allah lebih sayang Winda, Winda ngga akan ngerasain sakit lagi, udah yaa jangan nangis lagi udah kering loh air matanya". Lanjut Lutfi menenangkan Adinda.


Sesampainya di depan Lobby, Adinda hanya bersandar pada tembok sambil melamun, namun Lutfi mantan pacarnya itu memeluk Adinda agar kuat, Adinda terdiam dalam tangisannya itu rasanya sesak nafas kehilangan sahabat sebangku nya itu.


"Tehh, lihat aa sekarang kita balikan yaa asal jangan kasih tau orang lain yaa". Ujar Lutfi hanya dibalas kelamunan Adinda.


"Aa gamau kamu terlalu sedih teh". Lanjut Lutfi.


"Aa udah kabarin Ibu Setiati?". Tanya Adinda pelan.


"Udah, udah aa kabarin ibu kok". Ujar Lutfi sambil terus mengelus punggung Adinda.


Adinda membuat Status WhatsApp nya dengan hati yang terasa sakit, ia mengetik :

__ADS_1


Innalillahi wa'innalilahi roziun, aku masuk ruangan terdiam di depan pintu ketika melihat wajah sahabat sebangku ku menutup matanya, aku masuk ke ruangannya tepat di samping ia berkata "Istikhoroh" sambil tersenyum membuat aku tidak tahan untuk menangis sekencangnya, semoga kamu tenang di alam sana wii, Allah lebih sayang kamu 😭😭🤲🏻🙏🏻


Status WhatsApp Adinda membuat semua orang bertanya padanya, namun HP Adinda diambil oleh Lutfi agar tidak membalas dulu, Adinda hanya menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti pada Lutfi.


Beberapa jam kemudian, Adinda pulang bersama pacarnya yang baru mengajak dirinya balikan, selama perjalanan pacarnya bercerita bahwa ia menyesal memutuskan Adinda dan memilih mengejar oranglain yang jelas tidak menyukainya, Lutfi terus saja meminta maaf kepada Adinda, tetapi Adinda tidak menjawabnya..


"Makasih". Ujar Adinda pelan.


"Iyaa sama sama teteh". Ujar Lutfi tersenyum.


"Yaudah kalau gitu, teteh masuk dulu". Ujar Adinda padanya .


"Iyaa, inget jangan terlarut dalam kesedihan yaa". Ujar Lutfi hanya diangguki oleh Adinda dengan tersenyum.


Malam hari pun tiba, Lutfi mengechat Adinda membuat Adinda canggung karena selama sebulan ia hanya memanggil pacarnya dengan panggilan "aa" bukan "sayang", Lutfi pun mengerti bahwa pacarnya canggung, ia pun menyuruh Adinda untuk istirahat aja dan tentu Adinda mengiyakan nya.


Adinda membuka note dalam HP nya, lalu menulis sesuatu didalam sana :


*Dear Dairy, 10 Januari 2020


Sahabat sebangku, kamulah yang selalu membuatku terkadang marah, tertawa juga bahagia, walau ragamu tidak ada disini, namun kamu selalu ada dihatiku 😊❤ semoga kamu tenang di alam sana wii, aku sayang kamu*, Sahabat sebangku ❤


Aku senang, aku balikan sama kamu, tapi mungkin butuh waktu untuk aku bisa akrab kembali dengan mu, terimakasih kamu mau kembali lagi padaku, aku sayang kamu, Lutfi Al-minullah ❤💞


Setelah mengetik itu, Adinda pun tidur dengan nyenyak walaupun terlarut malam hari, Adinda terbangun dengan wajah tersenyum pada pagi walaupun kesedihannya masih saja menempel.


"Bismillah, aku akan memulai semuanya dari awal". Ujar Adinda tersenyum.


Sahabat sebangku, terimakasih untuk semua yang kamu lakukan ketika kamu masih hidup, terimakasih kamu selalu memberikan ku nasihat baik, always for you ❤😊


END


Bagaimana seru? pastinya engga ya karena yang like nya juga dikit:(

__ADS_1


Yee, akhirnya tamat juga, terimakasih yang sudah mampir ke novel ku ini, maaf kalau tidak seseru novel yang lainnya.


Jangan lupa Like and Comment :)


__ADS_2