Sahabat Sebangku

Sahabat Sebangku
Teringat Masa Lalu


__ADS_3

 


Adinda kembali ke kamarnya karena tidak tahan ingin menangis ketika teringat masa lalunya yang mengenai Almarhum Cindy, mungkin sudah 4 tahun dia pergi dengan tenang. Tapi hatinya selalu teringat, karena Adinda orangnya gampang sayang.


 


Flashback On


Pada suatu hari Adinda masuk ke sekolah barunya karena dia pindahan dari Garut, namun kini Adinda memasuki kelas 3 SD. Adinda masuk bersama dengan guru yang tak lain adalah walikelasnya, Adinda memang pernah tinggal di Bandung selama satu tahun namun ia disekolahkan di Garut selama dua tahun dan sekarang Adinda pindah sekolah lagi ketempat sekolah Saudara nya bersekolah.


Walikelas Adinda namanya Ibu Harti Ningsih yang suka dipanggil Ibu Hartini, Adinda memperkenalkan dirinya kepada semua murid dihadapannya. Setelah perkenalan itu, Adinda disuruh duduk dibangku kosong yang tak lain adalah Cindy karena dia duduk sendiri, namun sebelum Adinda duduk ia dijahili oleh seorang lelaki hingga Adinda hampir saja terjatuh tetapi ada yang membantunya yang tak lain adalah Cindy.


Akhirnya Adinda duduk dengan Cindy, tetapi banyak yang menyuruh Adinda untuk tidak duduk dengannya dan itu membuat Adinda bingung kenapa tidak boleh pikirnya.


"Adindaa akuu kangen kamuu". ujar Annisa yang tak lain adalah Icha


"Aku jugaa sama kangen saudarakuu inii". ujar Adinda memeluk Icha.


"Ahh iyaa din kenalin ini juga saudara sekaligus teman kamu yang namanya Cindy Silviana". ujar Icha


"Baiklah, kenalin nama aku Adinda Sasi Kirana". ujar Adinda


"Iyaa aku Cindy Silviana". ujar Cindy tersenyum.


Adinda dan Cindy menjadi dekat dari awal Adinda masuk ke sekolah tersebut, Adinda dulu tidak memakai kerudung karena masih polos, tetapi suatu saat semuanya memakai kerudung untuk kebaikan.

__ADS_1


Adinda juga mempunyai teman kecil nya dulu yang sekarang sekelas dengannya yang tak lain adalah Suci Amanda Nurvalentina panggilannya Ayang, ntah nyambung dari mana itu panggilan hahah.


Jam istirahat pun berbunyi, Adinda menghampiri Icha karena tidak tau kantin dimana. Akan tetapi Adinda dikejutkan oleh Suci yang menyuruh Cindy terus terusan karena salah, padahal kalo Adinda liat ini seperti disengaja oleh Suci kaya pembulian ini mah pikirnya.


Adinda menghampiri Suci dan temannya serta Cindy bersama dengan Icha.


"Ayangg, kamu apaa²an sihh daritdi nyuruh dia bulak balik karena salah. Kamu yang harusnya bener bener kalo mau jajan tuh ngga usah mempermainkan orang kaya gtu". ujar Adinda kesal dengan perbuatan Suci.


"Dia emang pantes dibully koo". ujar Suci


"Kalian itu punya hati ngga sih hahh? coba kalian yang ada di posisi Cindy sekarang apa yang kalian rasakan!!". ujar Adinda emosi.


"Yaa biarin ajalah din udah biasa juga koo". ujar Suci membuat Adinda nyesel punya temen kaya dia.


Beberapa minggu kemudian, Adinda belum terbangun dari tidurnya dan dia bangun karena Ibunya membangunkannya.


"Hmm apa bu?". tanya Adinda


"Cindy meninggal Adinda". ujar ibunya


"Cindy? Cindy mana bu?". tanya Adinda belum mencerna perkataan ibunya


"Cindy teman kamu yang disini, sekarang lagi dimandikan". ujar Ibu sontak membuat Adinda bangun dari ranjangnya.


"Apaa!! kenapa bisaa buu hiks". ujar Adinda

__ADS_1


"Ibu juga gatau kenapa nya". ujar Ibunya.


"Baiklah aku akan kerumah bi Santii". ujar Adinda bangkit dari ranjangnya lalu diangguki ibunya.


Adinda pun sampai dirumah bibi nya , melihat semua orang berkumpul termasuk Icha begitupula orang yang sudah membully Cindy selama hidupnya.


"Puass kamuu bikin anak orang meninggal hahh!!". ujar Adinda sontak membuat semuanya kaget


"Kenapaa Adinda?". tanya ibunya Cindy


"Inii diaa yang udah bully Cindy selama disekolah mba". ujar Adinda memanggil mba karena orang jawa


"Ohh jadi kamu yang bikin anak saya meninggal? kamu membully anak saya". ujar Mba Vera marah namun dihentikan karena jenazah akan dikain kafankan.


Akhirnya setelah semuanya selesai, Jenazah Cindy diantarkan ke tempat peristirahatannya dengan penuh isak tangis teman beserta keluarga nya. Disitulah Adinda merasa harus pintar memilih teman dalam hidup nya.


Flashback Off


Adinda sedih mengingatnya juga dan Adinda tidak mau lagi merasakan kehilangan teman yang sekarang bersama Adinda, Adinda akhirnya memutuskan untuk ke kamar mandi bersiap untuk mengaji bersama dengan temannya.


Akhirnya Adinda dan temannya sudah ditempat mengaji seperti biasa, Adinda sudah bisa mengontrol emosi nya terhadap bayu yaa walau kesal melanda dirinya.


Adinda mengambil air wudhu karena sebentar lagi tadarus akan dimulai.


Beberapa jam kemudian, akhirnya selesai pengajiannya dan merekapun pulang ke rumah masing masing, selama perjalanan mereka tertawa bersama hingga sampai dirumah masing masing.

__ADS_1


Bagaimana kelanjutannya?


Jangan lupa Like and Comment yaa :)


__ADS_2