
Keesokan harinya Adinda terbangun karena ibunya membangunkannya, menyuruh Adinda mandi dan bersiap untuk pulang ke Bandung. Adinda sedih karena baru saja mereka bermain, sekarang mereka harus berpisah lagi dengan waktu yang sangat lama.
Selesai siap siap Adinda pun meminta izin kepada kedua orangtuanya untuk berpamitan kepada teman temannya, Adinda pun langsung bergegas pergi mengunjungi rumah temannya itu setelah mendapat izin dari kedua orangtuanya.
Adinda berlari ke rumah temannya itu, hingga dia ngos ngosan karena kecapean berlari membuat jantungnya berdetak kencang membuat Adinda merasakan sakit yang berada di jantungnya itu.Akhirnya Adinda pun sampai dirumah temannya sebelum mengetuk pintu Adinda menarik nafas dalam.
Tokk.. Tokk... Tokk..
Adinda mengetuk pintu rumah tersebut dengan nafasnya masih tersenggal karena berlari, keringat bercucuran dan Adinda lelah hingga ia terduduk di lantai rumah temannya itu
"Assalamu'alaikum". ujar Adinda masih terduduk
"Waalaikumussalam". ujar Cindy dan Nita sontak terkejut melihat Adinda terduduk di lantai.
"Adinda kamuu kenapa?". tanya Cindy cemas
"Aku ngga papa ko". ujar Adinda tersenyum
"Kamu pucet loh Din". ujar Nita panik
"Akuu gapapa aku cuman kecapean karena tadi lari kesinii". ujar Adinda tersenyum
"Emang kenapa harus lari sih Din". ujar Cindy kesal
"Karena sebentar lagi aku berangkat ke Bandung, aku cuman mau pamitan sama kalian". ujar Adinda
"Lohh kokk cepet banget sihh, kan baru sehari kamu nyampe masa udah harus pulang lagi din?". tanya Nita
"Aku juga ngga tau ini semua kan rencana ibuku". ujarnya
"Baiklah kita antar kamu kesana". ujar Cindy dan Nita diangguki oleh Adinda .
__ADS_1
Merekapun berjalan ke rumah kakek nenek nya Adinda, Adinda terlihat begitu lemas namun tetap tersenyum karena perpisahannya Adinda harus bisa tersenyum.
Akhirnya mereka sampai di rumah kakek nenek nya Adinda, dari kejauhan bibi Adinda melihat Adinda langsung menghampiri Adinda.
"Adinda kamu ngga papa kan?". tanya bibi nya
"Ngga papaa bii". ujar nya sambil tersenyum
"Beneran din?". tanya bibi
"Beneran bii gapapa koo cuman kecapean aja". ujarnya
"Yasudah masuk ke rumah dulu". ujar bibi
"Iyaa bi". ujar Adinda sambil memasuki rumah.
"Adinda kamu beneran ngga papa?". tanya Ibunya
"Tapi muka kamu pucet syaang". ujar Ibunya
"Diistirahatin sebentar juga sembuh ko bu". ujarnya
"Baiklah tidur aja dulu karena mobilnya belum datang". ujar Ibunya dan diangguki oleh Adinda.
Beberapa menit kemudian, Adinda dibangunkan oleh Ibunya karena mobilnya sudah ada dan Adinda pun ke kamar mandi untuk cuci muka. Setelah mencuci mukanya, Adinda menghampiri keluarganya yang sedang berpamitan, Adinda memeluk temannya itu sambil menangis karena mungkin mereka tidak akan bertemu dalam waktu yang dekat.
Adinda masuk setelah berpamitan pada temannya, Adinda tau dari jauh Andrii melihat kepergian Adinda dalam muka muramnya, Adinda belum berpamitan padanya hingga orangtuanya menyadari kehadiran Andrii dari kejauhan.
"Adinda". ujar Ibunya mengelus kepala Adinda
"Apaa bu?". tanya Adinda
__ADS_1
"Pamitan dulu sanah gihh kasian". ujar Ibunya
"Pamitan? kan udah bu". ujar Adinda
"Andrii belum lohh sayang". ujar Ibunya
"Sebelum mobil jalan kamu pamitan dulu sama Andrii sayang, karena kita ngga akan tentu datang tiap libur". ujarnya lagi dan Adinda pun mengangguk
Tadinya aku mau ngajak kamu ngobrol, kamunya udah mau pulang. Batin Andrii
Andrii membalikkan badannya, namun terhenti karena ada yang memanggilnya dan Andri membalikkan badan nya, betapa senangnya dia melihat Adinda menghampirinya.
"Andriii". ujar Adinda
"Adindaa, kamu kokk malah keluar dari mobil?" tanya Andri
"Aku cuman mau pamitan sama kamu makanya keluar mobil, jangan lupain aku ya walaupun aku permah salah sama kamu". ujar Adinda
"Iyaa aku ngga akan lupain kamu koo, kamu jugaa yaa, jaga diri kamu baik baik yaa disana". ujar Andrii
"Kamu jugaa yaa, kalau gitu aku pamitt, assalamualaikum". ujar Adinda.
"Jujur aku masih suka sama kamu". gumam Adinda masih terdengar oleh Andrii
"Iyaa hati hatii, waalaikumussalam Adinda". ujar Andrii
"Aku juga masih suka sama kamu din". gumam Andrii terdengar oleh Adinda.
Gara gara gumam mereka masing masing, membuat mereka tersenyum kaya orang gila. Yaa Andrii suka sama Adinda karena Adinda baik, pengertian dan cucu dari gurunya. Sedangkan Adinda menyukainya karena dulu dia sering dijahili oleh Andrii akhirnya malah menyukainya.
Bagaimana kelanjutannya?
__ADS_1
Jangan lupa Like and Comment yaa :))