
Beberapa bulan kemudian, kini seluruh kelas 11 menjalankan PRAKERIN (Praktek Kerja Industri) di berbagai tempat, Adinda juga sekarang telah berjualan menggantikan posisi Rika Amanda Indriani biasa di panggil Rika atau Ika.
Kini Adinda duduk selalu bersama Winda mau itu tempatnya di belakang, tengah atau depan. Membuat Adinda semakin dekat, karena dulu Adinda tidak sedekat itu dengan Winda.
"Din ini apaan di kresek hitam?". Tanya Anna teman Adinda.
"Ohh itu basreng Anna". Ujar Adinda.
"Ihh naha lain na ngomong atuh Din (Ihh kenapa bukan nya bilang atuh Din)". Ujar Anna mengambil kresek hitam.
"Hehe lupaa". Ujar Adinda cengengesan.
"Berapaan Din?". Tanya Syarif .
"3ribu an rif". Ujar Adinda.
"Oke deh aku beli satu". Ujar Syarif diangguki Adinda.
Alhamdulillah, laris manis. Batin Adinda.
_____________________________________________
Beberapa jam kemudian waktu istirahat telah tiba, dagangan Adinda laku habis semua nya karena di membawa 15 bungkus dan satu bungkus jatah Adinda, tetapi di beli jadi nya Adinda dapat bati Rp. 10.500 rupiah.
"Din ke kantin ngga?". Tanya Winda.
"Engga deh hari ini mah". Ujar Adinda.
"Yaudah kita duluan ya". Ujar Mereka diangguki Adinda.
"Iyaa aku tunggu di kelas". Ujar Adinda diangguki mereka.
Beberapa menit kemudian, mereka kembali ke kelas menghampiri Adinda yang sedang melamun.
__ADS_1
"Woyyy". Ujar Winda membuat Adinda kaget.
"Kaget tau". Ujar Adinda kesal.
"Abisnya ngelamun aja sih din, ada masalah?". Tanya Winda.
"Engga kok wi". Ujar Adinda tersenyum.
"Baiklah". Ujarnya.
Beberapa jam kemudian akhirnya mereka pulang, Adinda pun keluar kelas nya bergegas pulang, ditengah jalan ia melihat pacarnya berada di warung seblak.
"Teteh". Panggil Lutfi.
"Iyaa aa? aa lagi ngapain?". Tanya Adinda.
"Nunggu kamu pulang, mau jajanin kamu seblak". Ujar Lutfi.
"Tau aja kalau aku mau seblak hehe". Ujar Adinda cengengesan.
"Gimana tadi jualan nya teh? laris manis?". Tanya Lutfi.
"Iyaa laku semua a, teteh aja mau nyobain eh kebeli orang". Ujar Adinda.
"Asikk dapet bati dong sayang". Ujar Lutfi.
"Iyaa dapet Rp. 10.500 rupiah sayang". Ujar Adinda diangguki Lutfi.
"Syukur segitu juga sayang". Ujar Lutfi diangguki Adinda.
Beberapa menit kemudian, Adinda pun menghabiskan seblaknya karena enak baginya, sesudah itu ia pulang diantar oleh pacarnya kebetulan Adinda memang sangat lelah jika berjalan.
"Makasih udah anterin sayang, tapi teteh harus ke rumah uwa Ade dulu nganterin ini". Ujar Adinda menunjuk kresek hitam.
__ADS_1
"Baiklah, aa ke Sony kalau gitu ya". Ujar Lutfi diangguki Adinda.
"Hati - hati sayang". Ujar Adinda.
"Iya makasih sayang". Ujar Lutfi diangguki Adinda.
Beruntung aku memiliki mu. Batin Adinda.
Setelah pacarnya pergi, baru lah Adinda menghampiri rumah uwa Ade untuk setor uang hasil jualan nya.
"Assalamualaikum uwa Ade". Salam Adinda.
"Waalaikumussalam Adinda, gimana tadi jualan nya?". Tanya uwa Ade.
"Alhamdulillah laku semua uwa, besok bawa 30 bungkus ya karena mereka banyak yang belum. kebagian". Ujar Adinda.
"Oke nanti shubuh uwa anter ke ruma". Ujar uwa Ade.
"Kalau gitu Dinda pamit pulang ya Uwa, wassalamu'alaikum". Ujar Adinda.
"Waalaikumussalam Adinda". Ujar nya.
Beberapa menit kemudian, Adinda pun sampai dirumah nya lalu menggantikan seragam nya dengan baju santai, setelah itu bercerita kepada ibunya hari ini laku habis jualan Adinda dan ibunya senang mendengar hal itu.
"Adinda akan menjadi mandiri bu". Ujarnya.
"Iyaa bagus sayang, mandiri dari sekarang jadi nanti kamu bisa lebih mandiri lagi". Ujar ibunya pada Adinda.
"Iyaa bu, kalau gitu Adinda istirahat ya lelah untuk hari ini bu". Ujar Adinda.
"Iyaa sayang, nanti ibu bangunkan". Ujarnya.
Adinda pun tidur di bawah karena merasa cape jika harus ke atas, Adinda tidur di kasur lantai yang tipis untungnya ada bantal jadi dia tidak sakit badan. Sebelum tidur Adinda berpesan kepada ibunya, agar membangun kan nya saat jam set3 sore.
__ADS_1
Jangan lupa Vote, Like and Comment ya:)
Ditunggu gays:)