
Sudah dua hari Adinda tidak melihat Lutfi pacarnya itu, mungkinkah dia masih sakit pikirnya. Adinda berniat untuk menjenguk ke rumahnya, akan tetapi dia malu kalau tidak bawa apapun.
Adinda pun kembali ke kelasnya, Adinda tidak fokus belajar karena teringat pada pacarnya itu. Namun, Adinda masih bisa menepisnya karena sekarang Adinda sudah dipertengahan menuju puncak kelulusan selama 3 tahun masa SMP.
Beberapa jam kemudian, pelajaran pertama dan kedua pun selesai dengan lancar. Di pelajaran kedua, mereka dikasih tugas untuk membuat kelompok senam irama untuk praktek PJOK dan di tes minggu depan sesudah SMK tampil tes senam iramanya.
Adinda pun disuruh ke kelompok Tasya, padahal tadinya ia ingin ke kelompok sahabatnya itu. Tapi sepertinya sudah banyak, jadi Adinda terima saja masuk dikelompok Tasya.
"Oke nanti kita latihan tiap satu kali sekali dalam seminggu". ujar Tasya
"Oke sya". ujar kami serempak
"Kalau gitu kembali duduk ke tempat masing masing". ujarnya diangguki oleh Adinda dan yang lainnya.
Adinda sekelompok dengan Ajeng mantan Lutfi, Devana, Dea, Suci dan Tasya tentunya. Walaupun merasa canggung dengan Ajeng, Adinda berusaha untuk tidak merasa canggung karena sebelumnya mereka berteman baik.
Tengg.. Tengg.. Tengg
Bel istirahat pun berbunyi, Adinda pun menghampiri sahabatnya karena sudah lama Adinda tidak bersama dengan sahabatnya. Akan tetapi mereka jadi acuh pada Adinda, itu emang salah Adinda jadi lebih baik dia sendiri saja.
Adinda mampir ke kelas pacarnya karena ada Teh Nurjanah, mungkin akan menghilangkan rasa bosannya itu. Adinda pun menghampiri Teh Nurjanah yang sedang berbincang dengan Teh Novia.
"Tetehh, maaf Adinda ganggu". ujar Adinda
__ADS_1
"Ehh, ngga ganggu ko din". ujar mereka.
"Adinda soalnya gk ada temen ngobrol, jadi kesini aja". ujar Adinda.
"Sini duduk din". ujar Teh Nurjanah diangguki oleh Adinda.
"Teh a Lutfi masih belum masuk ya?". tanya Adinda pada mereka.
"Iyaa paling besok masuk soalnya kan mau di tes senam". ujar Teh Nurjanah.
"Okee dehh tehh". ujar Adinda.
Mereka pun berbincang bincang dengan canda tawa, hingga bel istirahat menandakan sudah selesai. Adinda pun pamit masuk kelas dan diangguki mereka.
Wita dan Nela menghampiri Adinda, yang sedaritadi hanya menulis buku dan mereka tak menyangka Adinda begitu hebat dalam membuat cerita pendek. Ada tentang cinta, agama, persahabatan dan lainnya kecuali horor sih. Karena Adinda takut kalo bercerita tentang horor kaya gitu.
"Adindaa". ujar mereka membuat Adinda menengok.
"Ehh kembarr, ada apa?". tanya Adinda.
"Ngga, kita cuma mau ngajak kamu ngobrol bareng sama mereka". ujar Wita.
"Ahh lebih baik jangan deh, sepertinya mereka sedang marah padaku". ujar Adinda.
__ADS_1
"Tidak seperti itu Adinda, ayookk". ujar Nela menarik tangan Adinda.
Adinda pun duduk diantara mereka, namun tak ada pun yang menyapa Adinda. Lebih baik dia duduk sendiri dibangku, saat Adinda akan bangkit Nela dan Wita mengeluarkan suara membuat Tantri dan Reni merasa bersalah padaku.
"Kalian jangan diamkan Adinda dong, kalian ngga ingat gimana dulu Adinda berjuang bersama dengan kita saat suka dan duka". ujar Wita.
"Iyaa kasian Adinda, udahmah dia dimusuhi teman masa kecil sekarang sahabatnya acuh padanya. Seharusnya seorang sahabat akan selalu ada dalam keadaan suka maupun duka". ujar Nela
"Udahh jangan dibahas, lagi pula aku yang salah ko bukan mereka". aku tersenyum.
Tantri dan Reni pun berpikir mungkin mereka telah keterlaluan pada Adinda, apalagi Tantri yang sejak kelas 2 SMP selalu bersama Adinda dan Adinda baik padanya. Tetapi balasan dia padanya, malah mengacuhkan Adinda gegara hal sepele.
"Adinda maafin aku sama Reni yaa udah acuhin kamu, padahal hanya hal sepele. Maafin kitaa yaa". ujar Tantri.
"Iyaa maafin kitaa yaa din, kita benar benar minta maaf". ujar Reni.
"Udahh udah harusnya aku yang minta maaf bukan kalian. Udah jangan bahas lagi yaa". ujar Adinda.
Akhirnya baikan juga, uhh ini sebab sikembar. Batin Adinda.
Bel pulang pun menggelegar, mereka memasukan bukunya masing masing dan keluar kelas karena sekarang tidak ada sholat di lapangan jadi dirumah saja. Adinda bahagia sekaligus merasa bersalah , bahagia sahabatnya tak acuh sedangkan merasa bersalah pacarnya sakit.
Bagaimana kelanjutannya?
__ADS_1
jangan lupa Like and Comment yaa :)