Sahabat Sebangku

Sahabat Sebangku
Sakit Tifus


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, Adinda sedang mengaji namun Adinda merasakan badan nya panas dan dingin menjadi satu, Adinda tak sanggup menahan rasa sakitnya.


"Kamu kenapa Adinda?". tanya seseorang.


"Ngga kuat Teh Zalifa". ujar Adinda sendu.


"Kamu sakit Dinda? aduh gmana dong kamu masih bisa tahan ngga?" tanya Zalifa panik.


"Aku ngga kuat Teh Zal" . sebelum menyelesaikan perkataan Adinda, terpotong karena Adinda pingsan.


"Adindaaa!!! " . teriak Zalifa.


Mendengar teriakan itu semuanya masuk kedalam madrasah , lalu mereka menghampiri Zalifa.


"Ada apa Teh Zal? ". tanya Fikri.


"Ini Adinda sakit jadi pingsan Fik". ujar Teh Zalifa. "Kenapa bisaa tehh? ". tanya Fikri.


"Tadi Adinda bilang ngga kuat, yaa karena teteh ngga tau dia pingsan". ujar Teh Zalifa.


"Yaudah kita antar Adinda kerumahnya, kamu angkat Fik ". ujar Icha. "Ahh baik" ujar Fikri.

__ADS_1


"Kita lebih baik pulang saja sambil mengantar Adinda, karena kata ustad liburkan saja" ujar Neni. "Baiklah ayoo" ujar mereka.


Selama perjalanan kerumah Adinda, banyak yang khawatir kepada Adinda yang tak lain adalah Icha, Neni, Teh Zalifa, Fikri dan yang lainnya.


Sesampainya didepan rumah Adinda, salah satu dari mereka mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.


Dan Ibunya yang membuka pintu, dan kaget melihat anaknya diantar teman ngajinya.


"Waalaikumussalam, ada apa dengan Adinda? " tanya Ibu Susan.


"Ini Adinda pingsan bu" ujar Teh Zalifa.


"Kenapa bisa Adinda pingsan?" tanya Ibu Susan panik. "Tadi Adinda bilang nya ngga kuat, aku juga bingung dia kenapa" ujar Teh Zalifa.


Sesampainya dikamar Adinda, Fikri pun merebahkan dia ke kasur dan Fikri pun duduk di kursi belajar nya Adinda sambil menatap khawatir Adinda.


"Kamu kenapa Adinda? aku sedih lihat kamu ngga sadarkan diri tadi Din" ujar Fikri monolog.


Dokter pun sampai di rumah Adinda dan langsung di arahkan ke kamar Adinda. Sesampainya dikamar Adinda, dokter pun memeriksa Adinda dan berkata.


"Anak ibu terkena gejala tifus, dia demam tinggi saya anjurkan dia jangan terlalu banyak beban pikiran dan jangan sampai kecapean. Saya kasihkan obatnya ya, ah iyaa besok bawa ke rumah sakit untuk pengambilan darah" ujar dokter. "Ahh baiklah dok, makasih" ujar ibunya.

__ADS_1


"Kalau begitu saya pamit undur diri, assalamualaikum" ujar dokter.


"Waalaikumussalam" ujar mereka.


Mereka pun berpamitan kepada orangtua Adinda, setelah mereka pergi Adinda pun sadar.


"Sayang kamu sudah bangun nak? " tanya Ibunya sambil memeluk anaknya.


"Emang aku kenapa bu? dan kenapa aku bisa dirumah bukannya aku dimadrasah yaa bu? " tanya Adinda.


"Tadi kamu pingsan sayang, ibu tadi panik kamu diantar teman sepengajian kamu, besok jangan dulu sekolah yaa sebelum kamu sembuh dari sakitnya yaa" ujar Ibunya khawatir.


"Emangnya aku sakit apa bu? " tanya Adinda.


"Kamu tifus sayang, besok kita ke rumah sakit untuk pengambilan darah kamu sayang, sekarang kamu makan dan minum obatnya dulu yaa" ujar Ibunya.


"Ahh baiklah bu" ujar Adinda.


Adinda ingin mengabari Reni, Tantri ,Andhini, Elsa dan Winda kalo dirinya sakit. Namun, dia tidak punya handphone ada juga punya ibu tapi ngga punya nomor temannya jugaa.


Akhirnya Adinda pun memilih tidur, karena rasanya panas dingin dibadan Adinda membuat dia tidak kuat.

__ADS_1


Jangan lupa Like and Comment yaa :)


Vote jugaa bolehh hihi:)


__ADS_2