Sahabat Sebangku

Sahabat Sebangku
Kebahagiaan Adinda


__ADS_3

Keesokan harinya nya pacarnya sekolah, karena kemarin Adinda menerima chat dari pacarnya bahwa besok dia sekolah. Badannya juga udah baikan, hanya saja dia tidak boleh kecapean jadi dia bawa obat pereda sakit.


Adinda menghampiri sahabatnya, hari ini adalah jadwal Adinda latihan senam bersama Tasya dan yang lainnya. Pacarnya juga tahu bahwa Adinda sekelompok dengan Ajeng mantannya dari Nurjanah.


"Assalamu'alaikum semuanya". ujar Adinda pada sahabatnya.


"Waalaikumussalam Adinda". ujar mereka


"Lagi pada ngapain?". tanya Adinda.


"Lagi ngobrol saja din, ayu gabung din". ujar mereka dan diangguki Adinda


"Ngobrolin apa sihh kalian?". tanya Adinda


"Ngobrolin cerita horor". ujar Wita


"Aku menjadi pendengar baik aja deh ahh". ujar Adinda.


Merekapun lanjut berbincang bincang dan Adinda hanya menjadi penggemar setia saja karena trauma pernah melihat sesuatu. Adinda merasa bosan, akhirnya dia pamit keluar sebentar dan diangguki mereka.


Adinda diam aja dekat pintu masuk kelas, hingga tidak menyadari ada tangan yang melingkari bahunya itu. Adinda pikir itu adalah sahabatnya, namun ketika mendengar Dani memanggil nama Ismat. Adinda menoleh kearah samping dan terkejut Ismat lah yang melingkarkan tangannya ke bahu.


"Ismaattt ihhh lepass". ujar Adinda.


"Nggaa din, udah pw (posisi wenak)". ujarnya.

__ADS_1


"Ihh entar pacar Adinda marahh, lepaaas Ismatt". ujar Adinda agak meninggi.


"Ngga udah aku bilang kan lagi enaknya". ujarnya santai.


"Ahhh tauu ahh sebel". Adinda pergi begitu saja dari Ismat hingga membuat tangan Ismat sakit karena Adinda menepis nya keras sampai kena tembok.


Adinda tidak menghiraukan Ismat yang memanggilnya, karena ia sebal dengan sikapnya saudara Kak Kevin yang dulu pernah dekat dengannya.


Di pertengahan kekesalannya, Adinda bertemu dengan pacarnya yang sedang berbincang dengan kedua sahabatnya. Adinda hanya melewatinya, ngga mau pacarnya kena masalah karena dirinya dekat disekolah.


Setelah beberapa menit , Adinda mendekam di kamar mandi. Adinda pun kembali ke kelasnya itu, untung semua guru rapat jadi Adinda merasa bebas mau ke air juga.


"Tteh udah lama banget dikamar mandi lagi ngapain sih?". tanya Lutfi


"Lagi mendekam a, sebel tteh tuh sama Ismat". ujarnya pada pacarnya.


"Tadi tangannya tiba tiba melingkar dibahu Adinda, disuruh lepas malah makin erat kan sebel". ujaar Adinda.


"Ihhh diduluin sama Ismat pacarnya sendiri aja belum pernahh". ujarnya cemberut.


"Hahahah aa lucu kalo cemberut kaya gitu". ujar Adinda.


"Ihh malah ngetawain". ujarnya pada Adinda.


"Kan lucu sayangg". ujar Adinda tanpa sadar.

__ADS_1


Sebutan 'sayang' membuat Lutfi terpaku karena baru sekarang dia menyebut 'sayang' disekolah. Mungkinkah dia sengaja menggodaku pikirnya.


"Kamu tadi bilang apa teh?". tanya Lutfi.


"Bilang apanya a?". ehh malah nanya balik.


"Iyaa tadi terakhir kamu bilang apa?". tanya lagi Lutfi.


"Hmm.. ". Adinda berpikir. "Kan lucu syaang". ujarnya membuat Adinda malu seketika.


"Kamu goda aa teh?". tanya lagi Lutfi.


"Go.. goda ap.. apanya? ngga ko". ujar Adinda gugup.


"Beneran hem?". tanyanya kepada Adinda.


"Udahh ahh mau masuk kelas, byee sayangkuu". kali ini Adinda baru menggoda.


Dasarr, punya pacar lucu amatt sihh. Imutt banget liat pipi chabby nya itu. Batin Lutfi


Adinda merasa bahagia banget karena mempunyai sahabat yang sejati, pacarnya yang setia dan menerima dia apa adanya. Adinda senyum senyum sendiri membayangkan muka pacarnya merah karena godaan yang Adinda berikan.


"Aduhh pengen ketawa tadi tuh sebenarnya hahah". ujar Adinda pelan


Adinda memasuki kelasnya dan langsung gabung dengan sahabatnya. Adinda merasa kesedihan yang dulu diganti dengan kebahagiaan yang sekarang Adinda dapatkan.

__ADS_1


Bagaimana kelanjutannya?


jangan lupa Like and Comment yaa :))


__ADS_2