
Seperti biasa Adinda berangkat mengaji bersama Icha, mereka tertawa seperjalanan karena menceritakan masa kecil mereka.
"Din". ujar Icha dan Adinda menengok ke samping.
"Iyaa Cha?". tanya Adinda
"Perasaan kamu gimana ke Fikri?". tanya Icha
Pertanyaan Icha membuat Adinda yang awalnya masih tertawa menjadi diam seribu bahasa.
"Maaf dehh aku udah nanya gtu sama kamu". ujar Icha.
"Gapapa koo Cha, soal perasaan aku ke Fikri. Aku lagi berusaha menghapusnya". ujar Adinda berusaha tenang.
"Iyaa dehh din". ujar Icha diangguki Adinda.
Mereka pun sampai di madrasah, mengucapkan salam lalu duduk di tempat mereka.
Ustadz Ade masuk ke madrasah bersama Fikri dan yang lainnya. Pembelajaran mengaji pun di mulai, hanya sebentar karena Ustadz Ade ingin membicarakan soal penampilan sholawat yang akan dilaksanakan Jum'at depan. Dalam pembicaraan ini membutuhkan wanita menjadi vocal minimal dua orang saja.
Adinda memperhatikan Ustadz Ade sambil bersenandung pelan, namun suara nya masih terdengar oleh mereka apalagi Icha yang berada disampingnya. Mendengar suara merdu itu Ustadz menghentikan pembicaraan nya.
"Subhanallah merdu sekali suara ini". ujar Ustadz membuat Adinda terkejut.
__ADS_1
"Siapa yang bernyanyi tadi? kenapa tiba tiba berhenti?". tanya Ustadz Ade mereka menggelengkan kepalanya kecuali Adinda karena panik ia diam saja.
"Adindaaa". ujar Ustadz Ade
"Ahh ehh iyaa ustadz". ujar Adinda.
"Kamu dengar suara merdu tadi? kamu tau suara siapa itu? soalnya kamu yang diam saja diantara yang lain". deretan pertanyaan ustadz membuat Adinda makin panik.
"Eng.. enggak ustadz. Adinda ngga tau". ujar Adinda gugup.
"Kenapa gugup gugup gitu Adinda? apaa jangan jangan kamu yaa yang nyanyi tadi? ". tanya A Bayu.
"Ahh engga bukan aku koo". ujar Adinda Bohong, karena panik jadi dia refleks berbohong.
"Iyaa Adinda yang bersenandung indah tadi Ustadz". ujar Icha tenang tanpa memikirkan Adinda.
Mampuss!!. Batin Adinda
"Adinda kenapa kamu bohongg?". tanya Ustadz
"Adinda refleks karena panik". ujarnya gugup.
"Padahal gapapa kooo, baguss malahh. Jadi saya memutuskan Adinda yang menjadi vocal sholawat nanti". ujar Ustadz Ade membuat Adinda kaget.
__ADS_1
"Tapi ust.. ". ujarnya terpotong oleh Ustadz Ade
"Ngga ada tapi tapian, mulai besok kalian latihan sore. Lelaki yang memegang gendang, tamborin dan lain lainnya untuk keperluan sholawat. Adinda kamu siapkan mental kamu". ujar Ustadz membuat mereka menggangguk pasrah. Karena latihan mulai besok sore tetapi kadang ada yang malas dan gk untuk datang ke madrasah.
Adinda disuruh menghafal 3 lagu untuk pembukaan, penampilan dan penutupan yang tak lain adalah sholawat Nissa Sabyan yang berjudul Athuna Tufuli, Raihan yang berjudul Perpisahan Agung dan yang terakhir adalah Maherzain Ramadhan karena beberapa bulan lagi menjelang bulan Ramadhan bulan yang dimuliakan Allah SWT.
Adinda pun pulang, di perjalanan Adinda bersenandung ketiga lagu itu dengan sangat lancar. Namun matanya tak kuasa menahan kantuk, karena Adinda pulang menunjukkan waktu pukul 22:30 WIB. Setelah dekat dengan rumahnya, ia berlari karena sangat tak tahan menahan kantuk nya itu.
Setelah mengucapkan salam Adida langsung saja berlari ke atas yang tak lain adalah kamarnya.
Melihat itu ibunya menyusul Adinda, mungkin Ibunya pikir Adinda mempunyai masalah padaha tidak.
"Nakk, kamu ngga papa kan? ". tanya Ibunya
"Gapapa kok bu, aku baik baik aja bu".ujar Adinda
"Gak ada masalah kan, soalnya kamu langsung lari begitu Saja setelah mengucapkan salam". ujar Ibunya
"Ngga ada masalah kok bu, cuma Adinda gk kuat nahan kantuknya. Adinda tidur yaa bu". ujar Adinda diangguki oleh Ibunya itu lalu meninggalkan kamar Adinda.
Akhirnya Adinda terlelap dalam tidurnya dan bermimpi indah dengan tenang. Semoga hari esok lebih baik pikirnya sebelum tidur tadi.
Bagaimana kelanjutannya?
__ADS_1
Jangan lupa Like and Comment yaa :))