
Beberapa bulan kemudian, kini Adinda telah naik menjadi kelas 11 SMK yang begitu banyak lika liku selama ia berada di sekolah nya, Adinda selalu merasa sakit hati oleh temannya sendiri yang selalu saja menyindir apa yang salah dari Adinda pikirnya.
Adinda masih setia duduk selalu bersama dengan Winda sahabat sebangku nya itu, angkatan Adinda PRAKERIN di semester pertama kali masuk kelas 11 SMK yang dimana semua pelajaran PRODUKTIF TKJ banyak yang belum tercerna oleh otaknya.
"Din". Panggil Winda.
"Apa Wii?". Tanya Adinda.
"Entar PRAKERIN dimana? Cimahi or Bandung?". Tanya Winda.
"Kayaknya ngga akan diizinin deh sama ibu aku wii soalnya khawatir aku kenapa - kenapa di jalan nya, kalau kamu gimana Wi?". Tanya balik Adinda.
"Aku sih gimana mereka (Reni dan Tantri) asal ada temen aja mamah aku izinin". Ujar Winda pada Adinda.
"Hmm baiklah wii, aku ntar bilang dulu deh ke ibuku". Ujar Adinda diangguki Winda.
"Baiklah kita tunggu sesuai informasi bapak aja Din". Ujar Winda.
"Oke deh". Ujar Adinda.
_____________________________________________
Beberapa hari kemudian kini Adinda dan Winda telah bersiap menunggu pembimbing mereka memberi pengarahan dulu sebelum berangkat ke tempat PRAKERIN, karena mereka bukan PRAKERIN di Bandung ataupun di Cimahi melainkan masih di tempat mereka tinggal yaitu Padalarang, Ciburuy.
Adinda dan Winda serta anggota yang merupakan bimbingan Bapak Duriatul Wustho biasa di panggil Bapak Wustho, mereka sedang menunggu kedatangan pembimbing mereka di depan gerbang sekolah.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, pembimbing mereka datang dan langsung memberi pengarahan kepada Adinda maupun yang lainnya di sebuah rumah oranglain, yaa karena pembimbing mereka merupakan pindahan dari Jakarta jadi harus cari tempat yang tidak ramai.
Mereka pun duduk di rumah orang tersebut, kemudian pembimbing mereka pun membahas tentang PRAKERIN yang akan dilaksanakan hari ini dan tentunya memberikan arahan kepada anak bimbingannya.
"Bismillah, assalamualaikum warrahmatullahi wabbarokatuh anak anakku sekalian disini bapak akan memberikan arahan sebelum kalian melaksanakan kegiatan PRAKERIN tersebut". Ujar Pak Wustho.
"Waalaikumussalam warahmatullahi wabbarokatuh, iyaa pak". Ujar mereka termasuk Adinda.
"Bapak langsung saja pada intinya ya, nanti ketika kalian melaksanakan kegiatan PRAKERIN diharapkan kalian harus bersikap inisiatif jangan menunggu perintah dari mereka, kalian juga jaga kesehatan nya, banyak makan biar kalian kuat melaksanakan nya, mengerti?". Ujar Pak Wustho.
"Iyaa pak mengerti". Seru mereka.
Setelah beberapa menit diberikan pengarahan, mereka pun di antar ke tempat PRAKERIN masing - masing. Namun karena mereka berbeda beda jurusan jadi pembimbing lebih dulu mengantar jurusan TBSM ke bengkel, baru setelah itu pembimbing mengantar jurusan OTKP dan TKJ yang setempat PRAKERIN disana.
Adinda dan Winda PRAKERIN tidak sesuai dengan jurusan masing - masing, namun masih berhubungan dengan komputer walaupun mereka nanti kebingungan membuat Laporan PRAKERIN karena tidak sesuai yang diajarkan guru jurusan mereka.
_____________________________________________
Setelah beberapa menit akhirnya mereka dibagi tugas di tempat yang berbeda namun masih di lantai 2, Adinda dan Winda berada di bagian pencoretan dan penjahitan sertifikat sedangkan kedua teman yang bernama Daniar dan Sindy berada di bagian penginputan data sertifikat tanah dan stemple sertifikat.
Hari pertama PRAKERIN mereka langsung mengerjakan tugas yang diberikan oleh salah satu pegawai disana, untuk hari pertama Winda dan Adinda beristirahat di kantor karena tidak tau dimana kantin nya, untungnya mereka membawa bekal dari rumah.
"Din". Panggil Winda.
"Apa wi?". Tanya Adinda.
__ADS_1
"Besok berangkat bareng ya dianter sama bapaak aku, pulang sekarang bareng tapi ngga dijemput kita naik angkotan umum ya". Ujar Winda.
"Baiklah jika tidak merepotkan". Ujar Adinda.
"Siip kalau begitu". Ujar Winda.
"Sekarang sholat engga?". Tanya Winda.
"Sholat dongg". Jawab Adinda.
"Yaudah nanti bareng sholat nya". Ujar Winda.
"Oke siap". Jawab Adinda.
"Yaudah lanjut dulu makannya sebelum ke masjid". Ujar Winda diangguki oleh Adinda.
Beberapa jam kemudian tidak terasa karena waktunya mereka pulang, Adinda dan Winda pun membereskan peralatan tulisnya ke tas mereka lalu pamitan kepada pegawai yang berada di bagian mereka setelah itu mereka menghampiri pak Boma karena berada di TU (Tata Usaha). Adinda dan Winda pun keluar kantor setelah pamitan, namun ditengah jalan Winda menginginkan Jus Mangga di dekat kantor hingga Adinda pun menunggu sahabatnya.
Sambil menunggu Winda membeli Jus Mangga, Adinda chattingan dengan kekasihnya yang menanyakan Adinda udah pulang belumnya, setelah Winda menerima Jus Mangga ia menghampiri Adinda yang sedang chattingan dan mengajak Adinda pulang yang dijawab oleh anggukan Adinda.
Lelahnya pertama melaksanakan PRAKERIN. Batin Adinda.
Bagaimana kelanjutannya? jangan lupa simak ceritanya.
Jangan lupa Like, Coment and Vote yaa mentemen.
__ADS_1
Itu sangat membantu:)