Sahabat Sebangku

Sahabat Sebangku
Nasib Adinda


__ADS_3

1 minggu kemudian


Hari ini adalah hari Selasa dimana Adinda masuk sekolah setelah 2 minggu sakit tifus, tapi badannya masih lemah saja. Adinda berangkat seorang diri dari rumah sampai ke sekolah.


"Adinda udah sembuh? " tanya Siti Maryam.


"Alhamdulilah udah, cuman lemas saja sit" ujar Adinda lalu melangkah masuk gerbang.


"Ehh Adinda kamu kemana aja? kok baru lihat? " tanya Andhini.


"Aku sakitlah, kamu tega amat ngga ngejenguk temen sendiri Dhin" ujar Adinda sambil berjalan di ikuti oleh Andhini.


"Yaa maaf kan aku ngga tau kamu sakit Dinda" ujar Andhini. "Iyaa deh gapapa tapi bantu aku papah dong aku gakuat Dhin". ujarnya.


"Baiklah" ujar Andhini sembari memapahkan Adinda, nasib kelas dilantai 3 ya ginii.


Adinda dan Andhini pun masuk kelas masing masing, pas Adinda masuk banyak yang nanya kabar ini itu. Dan guru pun masuk menyuruh murid nya mengumpulkan tugas, namun apalah daya Adinda karena tidak tahu jadi dia dihukum.


"Assalamualaikum anak anak" ujar guru lelaki.


"Waalaikumussalam kang" ujar mereka karena sekarang pelajaran Pramuka.


"Tugas kumpulkan sekarang, yang tidak mengerjakan ke depan". ujar guru tersebut.


"Baik kangg" ujar mereka.


"Yang tidak mengerjakan akan saya hukum, perempuan sit up 10kali, lelaki push up 20kali". ujar guru tersebut.


"Tapi kang aku baru aja sembuh dari sakit, masih lemes kang" protes Adinda.

__ADS_1


"Tidak ada penolakan, cepatt kerjakan". ujarnya.


Mau tak mau Adinda pun kedepan dan melaksanakan hukumannya, dan setelah ia selesai Adinda pun langsung duduk dikursi, namun ada yang ganjal dia melihat murid siswi yang tidak ia kenali.


"Adinda kenalin ini Resti, pindahan kelas 7E" ujar Taufik.


"Ahh iyaa salam kenal, nama aku Adinda Sasi Kirana ,panggil aja Dinda atau Kirana yaa" ujarnya lembut.


"Ahh salam kenal juga Dinda". ujar Resti.


Banyak yang Adinda lewatkan selama dia sakit, tugas ini itu yang membuat Adinda bingung. Uang dari mana sedangkan orangtua nya pun hanyalah pemburuh dan ibu rumah tangga.


Teng.. Tengg.. Tengg


Bel istirahat telah berbunyi Adinda pun berjalan menuju kantin, selama perjalanan nya ke kantin banyak lelaki yang menjahilinya, mendekatinya dan itupun membuat Adinda risih.


"Maaf yaa aku buru buru, permisi". ujar Adinda melangkah pergi namun , tangan Adinda dipegang oleh lelaki tersebut.


"Apaan sihh, lepass ngga" ujar Adinda.


"Ngga akan aku lepas sebelum kamu mau kenalan sama aku". ujar orang tersebut.


"Ngga, lepasin tangan akuu" ujar Adinda.


"Ngga akan aku lepas". ujarnya.


"Aku bilang sekali lagi LEPASIN TANGAN AKU!! " . ujar Adinda teriak.


Mendengar teriakan Adinda, semua orang keluar dan guru jugaa keluar dari kelas mengajarnya.

__ADS_1


"Ada apa ini? " tanya Seorang guru.


"Ini bu lelaki ini maksa banget pingin kenalan padahal saya buru buru mau masuk kelas bu, eh dia malah pegang tangan saya" ujar Adinda.


"Lebih baik kamu jangan kenal dia Din, dia itu gk baik orangnya Din " ujar Elsa.


"Benar apa yang dikatakan temanmu, dan kamu Zayn lepaskan tangan mu ituu,kalau tidak ibu panggil kepsek" ujar guru tersebut.


"Baiklah saya lepas bu" ujarnya.


"Cepat kamu minta maaf sama Adinda" ujar guru.


Akhirnya lelaki tersebut tau nama perempuan itu dari guru yang jadi walikelasnya.


"Maafin aku yaa karena tadi aku udah pegang kamu" ujar nya menunduk.


"Iyaa ngga ppa udah aku maafin, lain kali jangan gitu lagii yaa" ujarnya sambil tersenyum.


"Makasih yaa" ujar Zayn. "Iyaa sama sama".


Merekapun kembali ke kelas masing masing dan melanjutkan pembelajarannya.


Adinda pun belajar dengan konsentrasi hingga waktu pulang pun tiba.


Bagaimana kelanjutan hidup Adinda? atau Winda?


Jangan lupa Like and Comment yaa :))


Jangan lupa vote juga yaa:)

__ADS_1


__ADS_2