Sahabatku I LOVE YOU

Sahabatku I LOVE YOU
Menginap


__ADS_3

Akhirnya tepat pukul satu dini hari mereka sampai di rumah Kyra. mobil Kenan sudah memasuki halaman rumah Kyra terlihat mama Dira membuka pintu dengan tergesa gesa.


" kalian baik - baik aja kan " ucap mama Dira sambil meraih tangan Kyra dan bergantian menatap Kyra dan Kenan.


" aku baik - aja mah " ujar Kyra mencoba menenangkan sang mamah yang terlihat masih sedikit cemas.


" tante aku langsung pamit aja ya pasti orang tua ku juga sama khawatirnya kaya tante " kata Kenan sambil merogoh sakunya hendak mengambil kunci mobil yang sebelumnya ia simpan di saku celananya.


" kamu nginep di sini aja. sebentar lagi juga subuh. baju kamu juga basah nanti masuk angin " ucap mama Dira berharap Kenan tidak menolak tawarannya.


" tapi tan nanti mama sama papa ku khawatir kalau gak pulang. aku juga gak bawa baju ganti. " mencoba menjelaskan pada mama Dira.


" biar nanti tante kabarin mama kamu. kalau masalah baju, tante masih simpan beberapa baju almarhum papa Kyra kamu bisa pakai nanti " kata mama Dira.


Sebenarnya Kenan merasa tidak enak kalau harus bermalam di rumah Kyra. meskipun mereka sudah lama bersahabat tapi selama ini Kenan tidak pernah sampai menginap di rumah Kyra. apalagi mengingat kejadian tadi di mobil bersama Kyra ia benar benar merasa tidak enak hati.


Tapi apa mau di kata hari sudah larut malam bahkan sebentar lagi subuh. tapi tidak ada pilihan lain saat ini selain harus mengikuti saran mama Dira.


Akhirnya Kenan memutuskan untuk bermalam di rumah Kyra. walaupun hati nya merasa tidak enak dan malu dengan perlakuannya tadi terhadap Kyra.


Mama Dira mempersilahkan Kenan masuk, dan menyuruh Kyra agar mengantarkan Kenan ke kamar tamu yang berada tepat di samping kamar Kyra. sementara itu mama Dira mengambilkan baju almarhum papa Kyra agar Kenan berganti pakaian dengan baju tersebut.


" sayang kenapa kamu turun " ucap sang mama karna melihat putri kesayangannya tengah menuruni tangga.


" aku cuma mau ambil baju yang tadi mama bilang buat Kenan ganti. kasian dia takut masuk angin " kata Kyra yang sudah berganti pakaian dengan piyama tidurnya.


" nih kamu kasih ke Kenan " sambil memberikan satu setel piyama tidur milik almarhum sang suami.


Akhirnya Kyra bergegas kembali menaiki tangga dan bermaksud akan memberikan baju tersebut pada Kenan.


Tokk.. tok.. tok...

__ADS_1


Kyra mengetuk pintu kamar tamu yang di tempati Kenan. meskipun ini rumahnya sendiri tapi Kyra tidak mau main masuk begitu saja karna takut Kenan merasa tidak nyaman dan mengganggunya.


" masuk aja La " terdengar suara kenan dari dalam kamar setengah berteriak.


Betapa terkejutnya Kyra karna tengah melihat kembali pemandangan yang sebelumnya ia lihat tadi di mobil. Kenan tengah bertelanjang dada memperlihatkan dada putih mulusnya dengan otot yang benar - benar berisi membuat Kyra tidak berkedip sama sekali.


Dengan cepat Kenan menutupi tubuhnya itu dengan handuk yang sebelumnya Kyra berikan. tadinya Kenan fikir Kyra tidak akan terkejut mengingat tadi sebelumnya di mobil ia juga sudah melakukannya. namun nyatanya Kyra sama sekali tidak berkedip di buatnya.


" mana baju untuk ku. kenapa malah bengong di situ " ucap Kenan menyadarkan Kyra yang tengah menatap Kenan tanpa berkedip.


" euu--- ini. mudah - mudahan cukup ya " ujar Kyra kemudian langsung membalikkan badannya hendak melangkah kembali menuju kamarnya.


Tetapi dengan cepat Kenan menarik tangan Kyra dan membuat Kyra menghentikan langkahnya. jantung Kyra sudah mulai dag dig dug terdengar irama jantung yang begitu cepat.


" mau apa lagi Kenan kamu ini. jangan buat jantungku mau copot dong aku takut kejadian tadi terulang lagi " gumam Kyra dalam hati.


" aku minta maaf ya soal tadi di mobil. aku khilaf mungkin aku terlalu terbawa suasana. aku benar benar minta maaf " sambil terus menarik tangan Kyra sampain Kyra membalikkan badannya dan mau memandangnya dan memaafkannya.


" hah, gak mungkin aku lupa Kenan. itu adalah ciuman pertama ku dan kamu yang sudah mengambil ciuman pertama ku. tapi sialnya kenapa tadi aku membiarkanmu begitu saja dan malah terlarut dalam suasana begitu saja. bahkan aku menyambut hangat ciuman itu. sebenarnya kenapa aku ini. "gumam Kyra dalam hati.


Kyra pun pergi berlalu meninggalkan Kenan dan masuk ke kamarnya yang tepat bersebelahan di kamar Kyra. Kenan hanya terdiam dan terus memandang Kyra sampai Kyra hilang dari pandangannya.


Jam sudah menunjukan pukul satu lewat tiga puluh menit dini hari. tapi baik Kenan maupun Kyra tidak bisa memejamkan matanya sedikit pun.


Kyra terus memikirkan kejadian di mobil tadi bersama Kenan. ia benar - benar tak habis fikir dengan dirinya sendiri. apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya ini dan kenapa sebenarnya hati nya ini. Kyra takut tak bisa menguasai hati nya yang saat ini selalu teringat akan Kenan. Kenan selalu ada di fikirannya seolah sedang menari - menari dan menyanyikan lagu cinta untuknya.


Sedangkan Kenan di sebelah kamar ini sama gelisahnya dengan Kyra. Kenan gelisah memikirkan kejadian tadi pula. kenapa bisa dia berbuat seperti itu pada Kyra. seharusnya dia bisa menahan dirinya untuk tidak melakukan itu pada sahabat karibnya. sekarang semua sudah terlanjur nasi sudah menjadi bubur.


Kenan benar - benar merasa tidak enak pada Kyra.


Dia berfikir ia harus minta maaf bersungguh sungguh pada Kyra. bohong jika Kyra tak memikirkan kejadian tadi karna ini adalah yang pertama bagi Kyra dan biasanya ciuman pertama itu pasti akan membekas di hati apalagi ini yang melakukan aku sahabatnya yang selalu menjaganya. begitu fikirnya.

__ADS_1


Kenan tau betul kalau ini yang pertama bagi Kyra. karna setau Kenan, Kyra sendiri tidak pernah menjalin hubunganan dengan laki laki mana pun. bagaimana mau menjalin hubungan kalau setiap laki laki yang mencoba mendekati Kyra harus melewati seleksi Kenan yang rumit.


Kenan tidak mau ada laki - laki yang mempermainkan Kyra dan membuat Kyra sakit hati apa lagi sampai merusak Kyra. maka dari itu dia ingin Kyra mendapatkan laki laki yang bersungguh sungguh mencintai dan menjaganya.


namun pada kenyataannya kini malah Kenan sendiri yang merusak Kyra walaupun hanya sekedar ciuman dan pelukan.


Ayam sudah terdengar berkokok menandakan hari sudah mulai pagi. namun kedua sahabat itu masih belum memejamkan matanya sedikit pun.


Tok... tok.. tokk..


Terdengar suara ketokan pintu dari luar kamar Kyra. Kyra pun dengan segera membuka pintu kamarnya. terlihat sang mama yang berdiri di balik pintu dengan pakaian rapih. padahal ini hari libur apa mamanya akan bekerja meski di hari libur begini. begitu fikir Kyra.


" mama mau kemana. udah rapih aja ini kan hari libur " kata Kyra bertanya.


" mama mau bertemu klien dulu pagi ini. tapi setelah itu mamah langsung pulang " jawab mama Dira pada sang putri.


" apa gak bisa besok aja. ini hari libur lo mah semua orang ingin beristirahat. mama malah kerja. " ujar Kyra sedikit kecewa pada sang mama.


" maaf sayang. tapi ini benar - benar gak bisa di tunda. klien mama dari jepang dan ini hari terakhirnya di indonesia bahkan nanti siang dia akan segera terbang kembali ke jepang " menjelaskan pada Kyra berharap Kyra mau mengerti.


" kamu gak keberatan kan. nanti kan Kenan bisa menemani kamu sayang " ujar mama Dira sambil memegang kedua pipi Kyra.


" ya udah mamah hati - hati ya " sambil mencium punggung tangan mamanya itu.


" ya udah mamah berangkat ya. bi Minah udah siapin sarapan kamu turun sarapan ajak Kenan juga sekalian " sambil mencium kepala putrinya itu.


" iya mah aku mau mandi dulu " sambil tersenyum.


Mama Dira hanya tersenyum dan berlalu meninggalkan kamar Kyra dan segera pergi ke sebuah kafe tempatnya berjanjian dengan kliennya itu.


Kyra benar - benar merasa ngantuk karna semalaman tidak tidur. ingin rasanya ia menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur namun kasihan mengingat bi Min yang sudah repot repot menyiapkan sarapan untuknya.

__ADS_1


__ADS_2