Sahabatku I LOVE YOU

Sahabatku I LOVE YOU
Curahan hati Kyra


__ADS_3

Kyra menghapus air matanya dengan sapu tangan tersebut tanpa melihat siapa orang yang memberikan sapu tangan itu.


Kyra ingin melihat siapa sebenarnya orang yang sudah memberikan sapu tangan ini, dan ternyata orang itu adalah Tristan.


" Kamu.. lagi apa di sini " Tanya Kyra pada Tristan dengan mata yang sembab.


" Harusnya aku yang tanya kamu lagi apa disini, kenapa malam - malam menangis di sini sendirian. apa ada yang menyakiti mu atau mengganggu mu " Tanya Tristan cemas.


" hiks hiks hiks " Kyra tak menjawab namun malah menangis kembali.


" Udah ya jangan nangis, kamu cerita sama aku sebenernya ada apa. kalau kamu nangis terus dan gak cerita sama aku, aku jadi


bingung " Ujar Tristan mencoba menenangkan Kyra.


" Sekarang kamu cerita pelan - pelan sama aku setelah itu kamu boleh menangis lagi sebanyak yang kamu mau, aku akan mendengarkan kamu kalau kamu bersedia menceritakan kesedihan yang kamu rasakan " Ucap Tristan sambil memegang kedua bahu Kyra.


" Aku udah gak kuat " Masih terisak.


" Iya kenapa, kamu tarik nafas terus keluarin perlahan. Setelah kamu merasa tenang, kamu cerita sama aku " Ujar Tristan kembali mencoba menenangkan Kyra.


" Kenan " Ujar Kyra kali ini air mata kembali berlinang ketika nama Kenan keluar dari mulutnya.


" Siapa Kenan, pacar kamu " Kata Tristan penuh tanda tanya.


" Dia sahabatku " Ujar Kyra menjelaskan.


Kyra tidak punya pilihan lain selain mencurahkan semua isi hatinya pada Tristan, karna saat ini yang Kyra butuhkan hanyalah seseorang yang mau mendengarkan curahan hatinya mungkin dengan begitu Kyra akan merasa sedikit lega.


Kyra menjelaskan semua masalahnya dengan Kenan kepada Tristan terkecuali ketika terjebak di mobil bersama Kenan, saat tanpa sadar Kenan menciumnya. Tristan terlihat begitu seksama mendengarkan curhatan Kyra, sesekali Tristan mengangguk mencoba memahami perasaan Kyra saat ini.


Walaupun sebenarnya hatinya terasa sesak mendengar gadis yang ia cintai ternyata sudah mencintai laki - laki lain, bahkan cintanya terlihat begitu dalam. Namun Tristan mencoba menahan semua rasa sesak dan sakit yang ia rasakan sekarang.


Tristan sebenarnya laki - laki baik selama ini ia tidak pernah mendekati gadis manapun bahkan tidak mau di dekati oleh gadis manapun ada alasan yang kuat di balik itu semua. Namun entah kenapa ketika ia bertemu Kyra, hatinya begitu tertarik dengan sosok Kyra apalagi sekarang setelah tahu kepribadian Kyra sebenarnya.


Yang lebih hebatnya lagi Tristan malah memberikan dukungan pada Kyra agar Kyra harus memperjuangkan cintanya pada Kenan, seolah ia tak perduli dengan perasaannya asal gadis yang ia cintai bahagia bersama laki - laki yang di cintainya.

__ADS_1


" Aku sekarang ngerti masalah kamu, sekarang kalau kamu mau nangis menangislah sepuas kamu sampai hati mu itu benar - benar merasa tenang dan lega. Aku di sini ada untuk menemanimu " Ujar Tristan sambil mengelus kepala Kyra yang kini tengah bersandar di pundaknya, meski awalnya ragu melakukan itu namun pada akhirnya Tristan memberanikan diri melakukannya.


Tak terasa hampir dua puluh menit sudah Kyra menangis tersedu - sedu di pundak Tristan. Kyra benar - benar meluapkan semua kesedihannya malam ini.


" Makasih Tristan aku merasa lega setelah cerita semuanya sama kamu " Ujar Kyra membiarkan Tristan membelai rambutnya.


" Sama sama kalau ada apa - apa kamu jangan pernah sungkan minta bantuan aku, aku akan selalu ada buat kamu " Kata Tristan dengan lembut.


" Kenapa Tristan kamu selalu baik sama aku padahal selama ini aku selalu mengabaikan kamu, bahkan untuk berteman pun aku gak pernah mau " Ujar Kyra merasa tidak enak dan merasa bersalah.


" Udahlah sekarang bukan waktunya bahas masalah ini, sekarang yang terpenting kamu. Jangan nangis lagi ya " Ujar Tristan sambil menatap Kyra yang kini sudah tidak bersandar di pundaknya lagi.


" Sekarang aku udah merasa tenang dan lega kok, air mata ku juga udah gak keluar lagi. Makasih ya sekali lagi " Kata Kyra sambil tersenyum manis, walaupun mata Kyra masih terlihat sembab namun senyuman Kyra tetaplah terlihat manis dan begitu cantik.


" Nah gitu dong senyum kan cantik " Ujar Tristan mengagumi kecantikan dan senyuman Kyra.


" Ah kamu bisa gombal juga ternyata " Ujar Kyra merasa malu dengan ucapan Tristan.


" Eh aku gak bisa ngegombal Ra, kamu tanya cewe satu kampus bahkan kamu tanya semua cewe di dunia ini apa ada yang pernah aku gombalin " Ujar Tristan yang tak terima di sebut gombal.


" Iya iya deh kamu cowo cool, ganteng yang gak pernah ngedeketin cewe dan susah di deketin cewe " Ujar Kyra di akhiri dengan tawa kecil di akhir kalimat.


Waktu bergulir begitu cepat tak terasa jam sudah menunjukan pukul delapan lewat tiga puluh menit, akhirnya Kyra memutuskan untuk pulang karna hari sudah malam ia tak mau membuat ibunya khawatir. Tristan berniat mengantar Kyra pulang namun sayangnya Kyra membawa mobil sendiri dan tidak mungkin ia meninggalkan mobilnya di taman begitu saja.


" Tristan kayanya aku mau pulang sekarang deh, udah malem juga aku takut mamah ku khawatir " Ujar Kyra sambil bangkit dari tempat duduknya.


" Kok buru - buru gak mau cari makanan atau minuman dulu gitu, tenaga kamu pasti abis tuh tadi nangis terus " Ucap Tristan ikut berdiri.


" Ih gak sampe segitunya juga kali, memangnya aku tadi nangis sampe meraung - raung gitu " Sambil memutar bola matanya " Aku masih kenyang, kalau kamu mau cari makan boleh aku temenin " Ujar Kyra.


" Emm gak usah deh aku langsung anter kamu pulang aja ya " Ujar Tristan sambil mengambil kunci mobil di saku jaketnya.


" Gak usah anterin aku, aku bawa mobil sendiri gak mungkin kan aku tinggal mobil ku di sini " Ujar Kyra sambil menunjukan konci mobilnya.


" Tapi tetep ya aku ikutin kamu di belakang, biar kamu aman " Ujar Tristan merasa cemas pada Kyra.

__ADS_1


" Gak usah Tan, aku bisa pulang sendiri " Meyakinkan Tristan.


" Gak. pokonya aku ikutin kamu di belakang " Masih tetap merasa khawatir.


" Terserah kamu deh " Sambil menggelengkan kepala dan mengangkat kedua tangannya.


Akhirnya Kyra pun pulang menggunakan mobilnya dan di ikuti oleh Tristan dari belakang, tak butuh waktu lama akhirnya Kyra pun sampai di rumahnya dengan segera satpam membuka pintu gerbang untuk Kyra.


Namun sebelum Kyra memasukkan mobilnya ke dalam, ia turun terlebih dahulu dan menghampiri Tristan di mobilnya dan dengan segera Tristan membuka kaca mobilnya.


" Sekarang aku udah sampe dengan selamat dan sehat wal afiat, sekarang kamu udah bisa pulang " Ujar Kyra sambil membungkukan sedikit badannya.


" Kamu gak mau ajak aku mampir dulu gitu " Sambil melirik ke arah rumah Kyra.


" Ya ampun aku sampe lupa " Sambil menepuk jidatnya " Ya udah yu mampir dulu mamah ku juga belum tidur deh kayanya " Ujar Kyra sambil tersenyum malu.


" Gak usah aku cuma becanda, ini kan udah malem gak enak ganggu istirahat orang tua kamu " Jawab Tristan sambil tersenyum.


" Hmm... Ya udah kamu hati - hati di jalan " Ujar Kyra pada Tristan.


" Iya kamu juga hati - hati " Ujar Tristan masih saja mengkhawatirkan Kyra.


" Hei aku udah ada di rumah, kamu yang hati - hati " Ujar Kyra mengingatkan Tristan.


" Kamu juga sama harus hati - hati sama hati kamu, jangan nangis lagi " Kata Tristan sambil menatap Kyra.


" Iya gak akan, air mata ku udah aku kuras semua tadi di taman " Sambil tersenyum berusaha menunjukan bahwa dirinya sudah baik - baik saja.


" Ya udah aku pulang ya, kalau kangen video call aja ya udah di save kan no aku " Ujar Tristan sambil tersenyum.


" Siapa yang bakal kangen, pede wle " Sambil menjulurkan lidahnya.


Tristan hanya tersenyum melihat tingkah Kyra yang menurutnya lucu dan menggemaskan.


" Semakin aku mengenal dekat kamu semakin aku mengagumi kamu Kyra walaupun aku tahu hati kamu sudah ada yang mengisi tapi aku tidak akan menyerah sampai di sini " Gumam Tristan dalam hatinya.

__ADS_1


" Aku pulang ya " Ujar Tristan pamit dan kemudian memarkirkan mobilnya.


Kyra hanya mengangguk sambil tersenyum, Tristan terlihat melambaikan tangannya dan Kyra pun membalas lambaian tangan Tristan.


__ADS_2