
Kenan terlihat gelisah di balkon kamarnya, memikirkan sikap Kyra beberapa hari ini.
Sikap Kyra yang seolah - olah ingin menjauhinya. Padahal besok adalah acara perpisahan sekolah, Kenan tidak mau kalau di acara perpisahan sekolah besok hubungannya dengan Kyra seperti ini.
Di tambah lagi Kenan tidak tahu Kyra akan masuk universitas mana, karna setiap Kenan berusaha mendekati Kyra dan bermaksud akan menanyakan hal ini Kyra selalu saja menghindar. Seperti beberapa waktu lalu. Kenan datang ke rumah Kyra namun Kyra seperti menghindar dari Kenan.
****
Terdengar suar ketukan pintu mengetuk pintu rumah Kyra. Bi Min membukanya dan ternyata yang datang itu Kenan.
" Siang bi, Kyranya ada bi " ucap Kenan pada bi Minah.
" Siang Den, non Kyra ada di kamar. Sebentar bibi panggil ya " sambil berjalan menuju tangga.
Sebelum bi Min mengetuk pintu kamar Kyra ternyata Kyra sudah keluar lebih dahulu.
" Ada apa bi " tanya Kyra sambil menutup pintu kamarnya.
" Di bawah ada den Kenan, non. " jawab bi Min.
" Bilang aja bi aku gak ada di rumah, bilang pergi kemana ke terserah bibi " Ujar Kyra pelan, takut Kenan mendengar.
" Tapi non, bibi udah bilang non nya ada " Jawab bi Min merasa bersalah karna sudah memberikan jawaban seperti itu tadi pada Kenan.
Kyra hanya memukul pelan keningnya, kemudian berfikir sejenak mencoba mencari alasan agar kenan segera pulang. Kemudian setelah mendapatkan ide Kyra masuk kembali ke kamarnya dan keluar lagi dengan baju yang rapih dan tas kecil yang ia selempangkan di bahunya.
Sepertinya Kyra sudah menemukan ide brilian sehingga dia berani menemui Kenan. Kyra pun menuruni anak tangga satu persatu. Terlihat Kenan tengah duduk di ruang tamu menunggu Kyra sambil memainkan ponselnya.
__ADS_1
" Eh ken ternyata ada kamu, dari kapan di sini " Ujar Kyra berbasa - basi.
" Baru aja, aku mau ajak kamu jalan. aku bosan di rumah " Jawab Kenan sambil bangkit dari tempat duduknya.
" Duh maaf banget Ken tapi aku udah ada janji. Ini baru mau pergi " sambil menempelkan kedua telapak tangannya.
" Sama siapa, aku ikut ya " Ujar Kenan sambil memasukkan ponselnya ke saku celananya.
" Kayanya kali ini aku gak bisa ajak kamu deh Ken " sambil menatap jam tangannya.
" Kayanya aku udah telat deh. Aku duluan ya, dah Kenan " Sambil berlalu meninggallan Kenan dan melambaikan tangannya.
" Tapi La, Lala. " Kenan berusaha mengejar Kyra namun Kyra sudah memasuki mobilnya dan secepat kilat tancap gas meninggalkan Kenan di rumahnya.
Walaupun nada bicara Kyra terdengar tidak marah atau kesal sedikit pun pada Kenan. Namun Kenan sangat menyadari bahwa sikap Kyra belakangan ini tidak biasa, seperti ingin menghindarinya.
Kenan merasa lelah, bukan berarti menyerah begitu saja. Mungkin Kyra hanya butuh waktu sendiri, begitulah yang ada di fikiran Kenan. Padahal Kenan saat ini sedang merasa benar - benar jenuh dan berharap Kyra mau menemaninya untuk sekedar jalan - jalan. Kenan pun bermaksud akan menanyakan perihal kuliah yang akan mereka tempuh pada Kyra. Kenan ingin agar bisa kuliah di Universitas yang sama dengan Kyra. Namun nyatanya untuk di ajak ngobrol pun Kyra selalu menghindar.
Kyra terlihat terus mengemudikan mobilnya, entah kemana dia akan pergi. Karna sebenarnya ia pergi bukan karna ada janji dengan seseorang tetapi hanya untuk menghindar dari Kenan.
" Maafkan aku Ken, aku menghindar dari kamu bukan karna aku ingin menjauh dari kamu. tapi aku gak mau perasaan ini semakin dalam kalau aku terus ada di dekatmu. Aku janji kalau perasaan ini sudah hilang, kita akan lewati hari - hari kita seperti dulu lagi sebagai seorang sahabat. Tetapi untuk saat ini kata sahabat itu sangat menyakitkan buat aku Ken, hati ku tidak bisa menerimanya Ken kalau kamu itu sahabatku. Hatiku sebenarnya tersiksa Ken jauh dari kamu, tapi aku tidak mau egois hanya memikirkan hatiku. Bagaimana pun juga kita menjalin persahabatan ini sudah sejak lama. Dan aku tidak mau semua itu akan hancur karna ke egoisan hati ku ini Ken. " Ucap Kyra sambil terus mengemudikan mobilnya.
Kenan berlalu meninggalkan rumah Kyra membawa rasa kecewa pada sang sahabat. Kenan mengendarai motornya dengan penuh rasa kecewa dan sedikit kesal karna niat ingin membunuh rasa jenuhnya namun malah di tinggal begitu saja.
****
"Hai ken, kenapa kamu seperti sedang memikirkan sesuatu " Ujar papah Adnan yang tiba - tiba datang dan menepuk bahu Kenan.
__ADS_1
" Gak kenapa - kenapa pah, papah dari mana tadi Kenan mampir ke kantor tapi papah gak ada " Ujar Kenan sambil melirik papahnya sebentar.
" Papah kangen sama Kyra, papah ajak ketemu dia " sambil menatap putranya.
" Terus Kyra nya mau " sedikit terkejut mendengar jawaban papahnya.
" Apa alasannya dia gak mau ketemu papah, apa selama ini dia gak mau kalau kamu ajak ketemu " Ujar sang papah.
" Emang sih gak pernah bilang gak mau tapi cuma kaya menghindar gitu dari aku " Ujar Kenan akhirnya memberitahukan kegelisahannnya beberapa hari ini.
" Kalau memang Kyra menghindar, pasti ada alasannya untuk itu Ken. Dan apa alasannya " Kata papah Adnan sambil menuju kursi yang ada di balkon tersebut.
" Mungkin gara - gara malam itu " Kenan keceplosan kemudian ia menutup mulutnya dengan tangan.
" Malam itu, apa yang terjadi malam itu " bangkit dari tempat duduknya dan kini menghampiri Kenan.
" Eeeuu--- Gak ada apa - apa ko pah " Ucap Kenan gugup " mungkin Kyra seperti menjauhi ku itu hanya perasaan ku saja pah " Ucap Kenan mencoba mengalihkan fikiran papahnya.
" Ya udah pah aku mau tidur, besok kan acara perpisahan sekolah. Aku gak mau terlambat " Kata Kenan sambil memasuki kamarnya.
Papah Adnan tidak bisa bicara apa - apa lagi, karna Kenan mengaku sudah mengantuk ia tidak mau memaksa putra nya itu untuk menceritakan apa yang terjadi sebenarnya antara Kenan dan Kyra.
Akhirnya papah Kenan pun meninggalkan putra nya itu, dan pergi menemui sang istri dan membicarakan masalah hubungan Kenan dan Kyra. Namun mama jihan tidak mau ambil pusing, mama jihan tidak mau terlalu ikut campur masalah hubungan anaknya. Lagi pula mereka itukan cuma sahabatan jadi sudah biasa kalau ada pertengkaran sedikit tak butuh waktu lama juga pasti akan baik baik - baik saja karna sahabat itu pasti akan selalu saling memaafkan sebesar apa pun kesalahannya begitulah pemikiran mama Jihan. Toh selama ini kalau mama Jihan merasa rindu ingin bertemu Kyra, mama Jihan selalu datang berkunjung ke rumah Kyra karna mamah Jihan juga berteman dekat dengan mamah Dira ibunya Kyra.
" Sudah lah pah mereka itu sudah dewasa, kalau pun ada masalah mereka pasti bisa menyelesaikannya. Kalau papah rindu sama Kyra besok pasti bertemu di acara perpisahan sekolah " Ujar mamah Jihan mencoba memberi pengertian pada suaminya.
" Iya mamah bener juga, tadi juga sebenarnya papah sudah ajak Kyra bertemu " Ujar papah Adnan kali ini terliha lebih rileks.
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu sekarang lebih baik kita tidur, tidur malam - malam gak baik buat kesehatan papah " Ajak mamah Dira.
Akhirnya mereka pun memutuskan untuk tidur karna jam sudah menunjukan pukul sembilan lewat dua puluh menit, dan itu sudah terlalu malam bagi papah Adnan.