Sahabatku I LOVE YOU

Sahabatku I LOVE YOU
Lari pagi ( part 2 )


__ADS_3

" Kok Lala, aku Zara lo bukan Lala " Ucap Zara merasa bingung.


" Eh iya sorry Zara maksudnya " Ucap Kenan sambil mengaduk buburnya.


" Emm boleh gak aku ikut gabung di sini Ken, om, tante " Ujar Zara sambil tersenyum ke arah mamah Jihan dan papah Adnan.


" Oh silahkan saja nak Zara " Ujar papah Adnan sambil menggeser kursi yang masih kosong.


Kenan tidak menjawab sama sekali namun ia terlihat menyenggol kaki papahnya yang berada di bawah meja, papah Adnan hanya melotot refleks kaget dan tidak tahu apa maksud Kenan.


Sedangkan Zara terlihat begitu senang karna di izinkan duduk oleh Papah Adnan.


" yes ini mah namanya sekali merengkuh dayung dua tiga pulau langsung terlampaui, niat mau deketin Kenan eh sekalian ada orang tuanya " Gumam Zara dalam hati dengan penuh percaya diri.


" Huuuff kursi lain kan masih ada yang kosong kenapa harus duduk di sini " Ujar Kenan pada Zara dengan juteknya.


" Ken " Ujar mamah Jihan mencoba menegur Kenan.


" Mamah sama papah kamu aja gak keberatan, iya kan om tante " Ujar Zara sambil melirik kedua orang tua Kenan.


Papah Adnan dan mamah Jihan hanya tersenyum, dan mereka kembali meneruskan sarapan paginya.


Sedangkan Zara terus saja banyak bertanya pada Kenan sok akrab meski Kenan tak begitu menghiraukan pertanyaan Zara, bahkan tak jarang Kenan hanya menjawab dengan deheman saja membuat Zara kesal di buatnya tapi gadis ini tidak pantang menyerah.


" Maaf ya nak Zara lebih baik kalau lagi makan, makan dulu jangan sambil ngobrol gak baik " Ujar mamah Jihan menegur Zara karna merasa risih kalau sedang makan ada yang banyak bicara.


Tanpa mereka sadari tak jauh dari meja mereka ada sepasang mata memperhatikan mereka, itu adalah Kyra yang juga sedang lari pagi dan mampir ke kedai bubur favoritenya ini untuk sarapan.


" Itu kan kaya temannya mantan pacar Kenan Clarissa itu kalau gak salah. Kok bisa makan bareng Kenan sama om dan tante juga, keliatannya mereka akrab " gumam Kyra sambil terus memperhatikan Kenan dan yang lainnya.


Namun ketika Kyra terus memperhatikan Kenan yang lain, tanpa sengaja akhirnya sepasangmata mereka bertemu dan kini jadi saling pandang satu sama lain.


" Lala kamu juga di sini, kenapa kamu malah duduk sendiri di situ. Coba aja gak ada gadis gatel ini pasti Lala nyamperin ke sini duduk di sini " Gumam Kenan dalam hatinya.


" Ken apa sekarang kamu deket sama gadis itu " Gumam Kyra.


Kini Kyra terlihat menundukan kepalanya dan memilih menghindar dari tatapan Kenan, Kyra terlihat fokus dengan bubur ayam yang ia pesan.


Setelah Kenan dan orang tuanya hendak pergi meninggalkan kedai bubur tersebut barulah mamah Jihan dan papah Adnan menyadari bahwa ternyata sedari tadi Kyra berada di kedai bubur yang sama.

__ADS_1


" Kyra kamu di sini juga, kenapa kamu gak nyamperin kita tadi " Ujar mamah Jihan sambil mengelus lembut pundak Kyra.


" Iya tan, aku takut ganggu kalian jadi aku duduk di sini aja " Ujar Kyra sambil tersenyum.


Zara yang melihat pemandangan di depannya merasa risih dan tidak suka, ia pun pamit untuk pergi lebih dulu.


" Huu Kyra Kyra Kyra, dari dulu setiap ada gadis yang mau dekat sama Kenan memang selalu kamu yang jadi penghalangnya " Gumam Zara sebal.


" Ken, om, tante aku duluan ya " Pamit Zara.


" Silahkan " Ujar papah Adnan singkat, sedangkan yang lainnya sama sekali tidak menjawab dan menghiraukan Zara.


" Kyra apa kamu mau Kenan temenin di sini, om sama tante pulang duluan ya soalnya kita udah dari tadi " Ujar mamah Jihan.


" Emm gak usah tan kan kalian udah mau pulang juga " Ujar Kyra menolak tawaran mamah Jihan.


" Ya udah Ken kamu temenin Kyra di sini, apa kamu gak khawatir Kyra sendirian. Apa lagi kedai bubur ini kan cukup jauh dari rumah Kyra " Ujar papah Adnan berharap Kenan tak menolak dan tidak berusaha menghindar lagi dari Kyra.


" Iya pah Kenan temeni Lala " Ucap Kenan.


Kyra merasa senang mendengar jawaban Kenan, mudah - mudahan dengan Kenan mau menemaninya di sini itu pertanda bahwa Kenan sudah memaafkannya.


Kini hanya ada Kenan dan Kyra lah di sini papah Adnan dan mamah Jihan sudah pulang lebih dulu. Kyra terlihat masih mengaduk - aduk buburnya dan belum memakannya sama sekali.


Kyra hanya mengangguk saja, dan tanpa fikir panjang Kenan langsung mengambil kecap yang berada di meja lain dan menuangkannya di mangkuk bubur Kyra.


" Makasih Ken " Ujar Kyra sambil tersenyum.


Senyuman yang seolah sudah menusuk - nusuk hati Kenan, entah kenapa senyuman Kyra kali ini terlihat berbeda dari biasanya di mata Kenan.


" Duh kenapa pake senyum segala lagi La, senyuman nya itu loh keliatan gimana gitu. lo harus terlihat biasa aja Ken " Gumam Kenan.


" Kenan kamu udah gak marah ya sama aku " Ujar Kyra sambil menyuapi mulutnya dengan bubur ayam manis nya itu.


" Marah kenapa, aku gak marah " Ujar Kenan tak menyadari bahwa sudah hampir lama Kenan bersikap cuek dan jutek pada Kyra.


" Masalah aku sama Tristan " Ujar Kyra mengingatkan apa yang menyebabkan Kenan marah.


" huhh benci banget denger nama itu " Gumam Kenan mengumpat dalam hatinya.

__ADS_1


" Oh itu, aku gak cemburu kok La. Aku cuma gak mau kamu sembarangan memilih teman aja, kamu kan belum begitu mengenal laki - laki itu " Ujar Kenan sambil membetulkan posisi duduknya.


" Ken siapa yang bilang kamu cemburu, aku bilang kamu udah gak marah loh bukan cemburu " Ujar Kyra mengingatkan Kenan.


" Kok jadi cemburu sih Kenan Kenan, apa jangan - jangan Kenan beneran cemburu kalau iya cemburu berartii.....


huh gak boleh kepedean dulu buktinya tadi dia kayanya lagi deket sama gadis itu bahkan Kenan kenalin ke om sama tante " Gumam Kyra dalam hatinya.


" Eeeu.... Maksud aku iya marah maksudnya, maksudnya aku gak marah " Ujar Kenan berusaha meralat ucapannya.


" Kenapa jadi salah ngomong sih pake cemburu lagi salah ngomongnya " Gumam Kenan sambil menepuk nepuk keningnya.


" Ken kamu baik - baik aja kan " Tanya Kyra merasa bingung melihat Kenan yang menepuk - nepuk keningnya.


" Eee..aku baik kok, ini tadi kaya ada nyamuk di sini " Sambil menepuk kembali keningnya.


Kyra hanya menggelengkan kepalanya sambil meneruskan sarapan paginya, setelah Kyra selesai dengan sarapannya Kenan memutuskan untuk mengantarkan Kyra pulang, karna matahari yang sudah mulai menunjukan kehangatannya Kenan memutuskan untuk naik taksi untuk mengantar Kyra karna mengingat dirinya tidak membawa kendaraan.


Namun hampir tiga puluh menit menunggu taksi yang di tunggu pun tak kunjung lewat, Kyra dan Kenan terlihat sudah mulai bosan menunggu kalau harus berjalan kaki tidak mungkin rasanya mengingat hari sudah mulai panas.


" Taksinya masih belum ada ya mas " Tanya abang bubur pada Kenan sambil menghampiri Kenan dan Kyra.


" Iya nih bang padahal udah lama kita tunggu " Jawab Kenan.


" Jam segini emang jam jamnya susah taksi kalau di daerah sini " Ujar abang bubur sambil melihat jam tangan yang ia kenakan.


" Terus adanya jam berapa biasanya " Tanya Kyra sambil melirik ke arah abang bubur tersebut.


" Ya paling agak siangan mbak masih lama " Jawab abang bubur.


" Kalau gitu kita pinjem handphone abang aja gimana, kita mau pesen taksi online aja. Boleh kan " Ujar Kenan.


" Duh maaf banget mas bukannya gak boleh tapi handphone abang itu jadul gak bisa buat pesen online onlinenan " Ujar abang bubur sambil menunjukan handphonenya.


" Terus mau sampai kapan kita di sini Ken " Tanya Kyra pada Kenan.


" Gini aja mbak, mas kalau emang pengen cepet - cepet pulang kalau mau itu juga. kebetulan saya ada sepeda kalau mas sama mbaknya mau boleh pinjem buat pulang dari pada jalan kaki " Ujar abang bubur menawarkan.


" Emmm gimana La " Tanya Kenan pada Kyra.

__ADS_1


" Aku sii terserah kamu, kalau aku kan gak bisa bawa sepeda " Ujar Kyra.


Setelah berfikir sejenak akhirnya Kenan pun memutuskan untuk menerima tawaran abang bubur tersebut, dengan segera abang bubur tersebut mengambil sepeda yang ia maksud.


__ADS_2