
Setelah menghabiskan sarapannya Kyra pun mengajak Kenan untuk segera berangkat ke sekolah.
" ma aku berangkat dulu ya " sambil mencium punggung tangan sang mama lalu mencium pipinya.
Di ikuti Kenan yang juga mencium punggung punggung tangan mama Dira, sedangkan Kyra pergi terlebih dahulu dan menunggu di teras rumahnya.
" Kenan makasih ya kamu selalu menemani dan menjadi sahabat Kyra " sambil mengelus punggung Kenan dengan lembut.
" iya tante sama - sama, tante ini kaya sama siapa aja selalu aja sungkan. aku kan udah sama Kyra dari SMP " jawab Kenan sambil tersenyum.
Mereka pun berjalan menyusul Kyra yang sudah sedari tadi menunggu di teras rumah.
" ya udah kita pamit ya tan " ujar Kenan berpamitan pada mama Dira.
" iya hati - hati di jalan ya, jangan kebut - kebutan bawa motornya. tante titip Kyra sama kamu ya Ken " ucap mama Dira penuh perhatian dan juga ada rasa cemas.
Mama Dira memang selalu merasa cemas pada putri satu - satunya itu, mengingat kejadian dulu setelah papanya meninggalkan mereka untuk selamanya.
saat itu Kyra benar - benar terpuruk dengan kepergian sang papa dan mengalami shock berat, berkat kehadiran Kenan adhitama lah Kyra bisa bangkit dari keterpurukannya dan sembuh dari shock beratnya.
Maka wajar saja mama Dira selalu percaya sepenuhnya pada Kenan, karna selama ini Kenan lah yang selalu menjaga dan menemani Kyra dalam keadaan apapun.
" iya tan aku pasti jagain Lala " jawab Kenan sambil menaiki motornya dan di ikuti oleh Kyra.
Beda dari yang lain Kenan memang memanggil Kyra dengan sebutan Lala, entah dapat inspirasi dari mana tapi bagi Kenan panggilan itu terdengar lucu dan cocok baginya. Kyra sendiripun tidak pernah meras risih dengan panggilan itu karna memang sudah sejak dulu Kenan memanggil Kyra dengan panggilan itu.
Kenan dan Kyra pun berangkat sekolah dengan berboncengan bak sepasang kekasih, sedangkan mama Dira terus melihat Kenan dan Kyra sampai mereka benar - benar tak terlihat.
"kalian itu kalo di perhatiin udah kaya orang pacaran, kemana - mana selalu berdua nempel kaya permen karet. entah kalian menyadari itu semua apa nggak, tapi yang pasti aku selalu merasa tenang kalau Kenan ada di samping Kyra. " gumam mama Dira dalam hati.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di sekolah tempat mereka selama ini menuntut ilmu. Kenan memarkirkan motornya di tempat khusus parkiran motor. sementara Kenan sibuk dengan motornya dan Kyra yang setia menunggu Kenan.
Tiba - tiba saja Dika datang, Dika adalah teman sebangku Kenan. meski Kena dan Kyra satu kelas tapi mereka tidak duduk satu bangku.
" weii.. Romeo dan Juliet baru datang " ceplos Dika. Dika memang selalu ceplas - ceplos tanpa memikirkan terlebih dahulu ucapannya, tapi Kenan dan Kyra sudah terbiasa dan sangat memaklumi dengan sikap temannya itu.
" eh apaan si nanti sahabatku itu ge-er lagi " sambil memandang ke arah Kyra.
Kyra yang mendengar ejekan Dika dan melihat Kenan memandangnya, entah kenapa jadi merasa kikuk.
__ADS_1
" habis kalian ini kemana - mana selalu berdua kaya romeo juliet kaya prangko sama amplop " ujar Dika bersungut - sungut.
Kenan dan Kyra selama ini memang
kemana - mana selalu berdua, Kenan memang tidak pernah membiarkan Kyra pergi sendiri karna Kenan merasa memiliki tanggung jawab pada Kyra. Kenan sangat menyayangi Kyra, namun saat ini rasa sayang Kenan pada Kyra murni benar - benar sayang sebagai sahabat tidak lebih. Kenan selalu menjaga Kyra layaknya seorang kakak menjaga adik nya.
Begitupun dengan Kyra, Kyra sangat tergantung pada Kenan. karna selama ini Kenan selalu menjaganya dan membuatnya selalu merasa aman dan nyaman di samping nya, terlebih lagi Kenan selalu ada di saat Kyra membutuhkan. Kyra pun sangat menyayangi Kenan.
Namun entah kenapa belakangan ini Kyra merasa ketakutan. takut persahabatannya yang ia jalin semenjak SMP itu hancur karna takut salah satu dari mereka memiliki perasaan lebih dari sekedar sahabat.
biar bagaimanapun Kenan dan Kyra perempuan dan laki - laki normal yang memiliki rasa tertarik pada lawan jenisnya.
" hahaaa.. dianya aja tu yang gak bisa jauh dari aku iya kan La " ujar Kenan dengan penuh percaya diri.
Kyra sama sekali tidak menghiraukan ucapan Kenan, ia hanya menarik nafas dan menghembuskannya sembarang.
" ya udah yu kita masuk kelas " ucap Kyra sambil membalikkan badan.
" yu.. " jawab Dika sambil meraih tangan Kyra bermaksud ingin menggandeng tangan Kyra.
Tapi dengan segera Kenan mengibaskan tangan Dika, Dika pun terkejut di buatnya.
" kenapa si " ucap Dika mendengus kesal.
sedangkan Kyra hanya tersenyum melihat tingkah dua laki - laki di depannya. akhirnya mereka pun masuk kelas dan tak lama kemudian pelajaran pun di mulai.
Sedangkan di tempat lain terlihat mama Dira sudah rapih dengan pakain kantornya. memang semenjak kepergian suaminya itu membuat mama Dira harus mengurus sendiri perusahaannya itu. sehingga mama Dira selalu sibuk di buatnya dengan urusan kantor. tak jarang Kyra merasa kesepian, tapi untunglah ada Kenan yang selalu setia menemani Kyra di saat Kyra kesepian.
" bi jangan lupa ya nanti siapi makan siang buat Kyra " ucap mama Dira pada asisten rumah tangga nya.
" iya nyoya " jawab bi minah yang tak lain adalah salah satu asisten rumah tangga di kediaman Kyra.
Bi minah bekerja di rumah itu sudah cukup lama bahkan sejak Kyra masih bayi, maka tak heran jika mama Dira selalu mempercayakan keperluan Kyra selagi dia tidak di rumah pada bi Minah.
" ya udah saya berangkat dulu ya bi " pamit mama Dira pada bi minah.
biarpun bi minah hanya seorang asisten rumah tangga di rumah itu tapi mama Dira selalu bersikap sopan dan baik pada bi minah tanpa membeda - bedakan terlebih mengingat usia bi minah lebih tua darinya.
semua manusia itu sama di hadapan tuhan yang membedakan itu hanya akhlak dan kepribadiannya, terkadang seseorang selalu memandang secara finansial atau ekonomi kepada orang lain padahal sejatinya harta, kekayaan dan popularitas bukan segalanya di dunia ini.
__ADS_1
Mama Dira pun berangkat menuju kantornya dengan menggunakan mobil dan di temani supir yang senantiasa mengantar majikannya itu kemana pun ia perintahkan.
Sementara itu di sekolah bel berbunyi tanda waktunya siswa \- siswi istirahat, mengistrirahatkan sejenak otak mereka yang sejak pagi berpikir keras dan mengisi perut mereka yang sudah mulai keroncongan.
Di salah satu kelas dengan konyol nya Dika berjalan ke tengah - tengah Kenan dan Kyra karna meski tidak sebangku tapi tempat dusuk mereka bersebelahan.
"Romeo apakah kamu mau ke kantin " dengan tingkah konyolnya sambil sedikit membungkukan badannya dan memberukan tangan kanannya kepada Kenan dan tangan kirinya pada Kyra.
" Juliet apakah kamu mau ikut bersama Romeo " sambil sedikit terkekeh dan merasa geli dengan tingkahnya sendiri.
Dengan spontan Kyra menepis tangan Dika,
" apaan si gak lucu tau " ucap Kyra sebal dengan tingkah Dika.
Tapi Dika hanya tertawa geli,
" aku tu gak mungkin mau sama cowo' playboy kaya dia " sambil melirik Kenan.
Kenan hanya terdiam.
Kenan memang terkenal playboy di sekolah, tapi sebenarnya Kenan hanya pernah menjalin hubungan dengan satu gadis yaitu Clarissa. dulu hubungan mereka kandas pun karna Clarissa merasa tidak suka pada Kyra karna setiap kemana - mana Kenan selalu membawa Kyra, Kenan selalu mengutamakan Kyra ketimbang dirinya.
Julukan playboy itu di dapat karna mungkin pesona Kenan yang memang sangat tampan dengan tubuh sispack dan kulit putih, perempuan mana yang tidak terpesona dengan ketampanan Kenan.
Biarpun Kenan tidak pernah memiliki perasaan pada setiap gadis yang mencoba merayu dan mendekatinya, tapi Kenan selalu bersikap baik dan mungkin mereka selalu salah paham dan salah mengartikan dengan kebaikan Kenan.
Sementara itu Dika sibuk merapihkan kerah bajunya yang sama sekali tidak berantakan.
" oh brati kamu sukanya sma cowo kaya aku ya ra " ucap Dika dengan tingkat kepercayaan diri yang amat tinggi.
Sebenarnya sudah lama Dika menyukai Kyra, namun sikap posesif Kenan pada Kyra yang membuat Dika lebih memilih memendam perasaannya itu.
" tau ah laper " ujar Kyra tanpa menggubtis ucapan Dika.
Kyra tidak pernah menganggap serius ucapan Dika, karna memang Dika orang yang selalu bercanda dan humoris menurut Kyra.
padahal kalau masalah perasaannya pada Kyra Dika tidak pernah becanda atau main - main. tapi Kyra tidak pernah menyadari itu.
" emang enak " timpal Kenan sambil melenggang melewati Dika hendak menyusul Kyra yang sudah lebih dulu ke kantin.
__ADS_1
Dika hanya terdiam tanpa sepatah kata pun.
" coba aja kamu peka ra aku tu serius beneran suka, sayang sama kamu dari dulu. coba aja gak ada Kenan udah dari dulu aku serius deketin kamu. lagian aneh emang hubungan kalian itu apa si " gumam Dika dalam hati.