Sahabatku I LOVE YOU

Sahabatku I LOVE YOU
Makan malam yang sepi


__ADS_3

" Mamah juga sayang kamu Kyra, sekarang kamu jangan sedih lagi ya sayang. Kamu harus kuat dan hadapi semuanya. Sekarang kita makan yu, mamah mau bersih - bersih dulu " Ucap mamah Dira melepaskan pelukan Kyra secara perlahan kemudian mencium kening Kyra.


" Iya mah nanti aku turun " Sambil tersenyum.


" Kamu tunggu mamah di meja makan sekalian kompres mata kamu biar gak terlalu bengkak ya sayang " Ujar sang mamah sambil bangkit dari duduknya.


" Iya mah " Jawab Kyra singkat sambil tersenyum.


Mamah Dira pun keluar dari kamar Kyra dan menuju kamarnya yang berada di lantai bawah, sedangkan Kyra memutuskan untuk cuci muka terlebih dahulu sebelum turun ke bawah berharap agar wajahnya sedikit segar.


Makan malam sudah siap di hidangkan di atas meja oleh bi Min, Kyra terlihat sudah duduk di kursinya tengah menunggu sang mamah sambil mengompres matanya agar bengkaknya berkurang. Setelah mamah Dira datang Kyra sudah selesai mengompres matanya itu.


" Sudah di kompresnya sayang " Tanya mamah Dira.


" Udah mah, mata ku sudah gak begitu berat rasanya " Jawab Kyra sambil mencoba memejamkan matanya kemudian membukanya kembali.


" Bi Min nya mana sayang " Ujar Mama Dira.


Sebelum Kyra menjawab bi Min sudah datang menemui majikannya itu, sepertinya ia mendengar mamah Dira menanyakan dirinya.


" Saya di sini bu, apa ada yang bisa saya bantu " Ujar bi Min sopan.


" Gak ada bi, bi Min duduklah di sini makan sama saya dan Kyra " Ujar mama Dira sambil menepuk kursi yang ada di sampingnya.


" Aduh makasih bu, tapi bibi lebih senang makan bersama yang lain di belakang. Kalau di sini bibi merasa gak enak " Jawab bi Min sopan.


Mamah Dira memang sangatlah baik juga lembut hatinya meskipun ia adalah orang kaya tapi ia tidak pernah membeda - bedakan status sosial seseorang, dan sikap itu ia turunkan juga pada sang putri.


Sedangkan almarhum ayah Kyra adalah seseorang yang sangatlah dermawan, maka tak heran jika bi Min dan dua orang asisten rumah tangga lainnya begitu betah bekerja di rumah itu. Mereka juga begitu menyayangi majikan mereka terlebih lagi bi Min pada Kyra.


" Kenapa mesti gak enak bi, ajak juga bi Sumi sama pak anto makan di sini juga jadinya kan rame gak cuma mamah sama aku doang bi " Ujar Kyra sambil mengambil nasi ke piringnya dan piring sang mamah.

__ADS_1


" Makasih banyak, non Kyra dan bu Dira baik banget tapi bibi dan yang lain sudah terbiasa makan di belakang. Bibi permisi ke belakang dulu ya " Ujar bi Min tanpa menunggu jawaban majikannya itu ia langsung kembali ke dapur.


Semenjak kepergian sang papah meja makan itu menjadi sepi tidak ada lagi canda tawa, karna biasanya papah Kyra lah yang selalu membuat suasana makan malam jadi lebih ramai karna selain dermawan almarhum pak Didit orang yang cukup humoris.


Namun Semenjak kepergiannya makan malam mereka, mereka lewati dengan penuh kesepian dan hening hanya terdengar suara sendok dan garpuh yang beradu dengan piring.


***


Keesokan harinya Kyra menjalankan aktivitas seperti biasa, kali ini Kyra berangkat ke kampus di antar supir yang biasa mengantar mamah Dira.


Di kampus Tristan tak gentar terus berusaha agar bisa dekat dengan Kyra walaupun hanya sekedar menjadi teman Kyra, tentu saja itu semua mengundang perhatian semua orang terlebih lagi kaum wanita yang begitu tergila - gila pada Tristan.


Namun Kyra tidak mau kedekatannya dengan Tristan malah akan membuat hubungannya menjadi tambah runyam. Kyra takut Kenan semakin salah paham.


Kyra dan Shela sedang asyik menyantap mie ayam pesanan mereka di kantin, tiba - tiba Tristan datang begitu saja dan duduk di samping Kyra tanpa menunggu persetujuan Kyra. Shela yang melihatnya matanya terlihat berbinar senang karna sepertinya Tristan menyukai Kyra. Begitu fikir Shela.


" Hai Kyra boleh aku duduk di sini " Ujar Tristan yang di ikuti dua temannya Sandi dan Bayu.


Sandi dan Bayu sedikit terkejut dengan jawaban Kyra, bagaimana bisa di saat semua gadis di kampus ini berebut ingin mendekati Tristan tapi Kyra seperti sama sekali tidak tertarik.


Itu semua karna mata dan hati Kyra sudah di buat buta oleh cintanya pada Kenan, sehingga hanya ada Kenan di hati da fikiran Kyra.


" Ih giila ini cewe bener - bener nolak Tristan duduk di sini, kalau cewe laen pasti dia udah kegirangan banget kali " Gumam Bayu dalam hati sambil melihat dua sejoli yang duduk berdampingan.


" Ih gak apa - apa kali Kyra kan ada abang ku sama kak Bayu juga, jadi kan rame. Iya kan bang, kak Bayu " Ujar Shela sambil melirik ke arah Sandi dan Bayu.


Sandi dan Bayu hanya mengangguk sambil terus menyantap makanan yang mereka pesan, Shela terlihat begitu terburu - buru menghabiskan makanannya. Sepertinya Shela sudah merencanakan sesuatu untuk Kyra, matanya terlihat berbinar seolah sudah menemukan ide brilian.


" Shel kamu pelan - pelan dong makannya, nanti keselek tau rasa " Ujar Kyra memperingati Shela.


" Abis aku kebelet pengen ke toilet nih gak tahan " Ujar Shela beralasan.

__ADS_1


" Hmm ke toilet dulu sana, nanti kamu ngompol lagi " Ucap Kyra pada Shela.


" Hehe ya udah aku ke toilet dulu ya " Kata Shela sambil bangkit dari tempat duduknya " bye bye Kyra, kak Tristan, bang Sandi dan kak Bayu " Melambaikan tangan sambil mengedipkan mata pada Sandi dan Bayu seolah memberi isyarat.


Setelah Shela sudah tak terlihat di area kantin, beberapa menit kemudian Sandi bangkit dari tempat duduknya. Sengaja ingin pergi meninggalkan Tristan hanya berdua dengan Kyra.


" Tan kita duluan ke kelas ya ada tugas yang belum gue kerjain " Ujar Sandi sambil menginjak kaki Bayu yang berada di bawah meja.


Bayu sempat meringis kesakitan namun akhirnya dia mengerti juga apa maksud Sandi.


" Aaww " Teriak Bayu refleks


" Eh kenapa " Tanya Tristan namun bayu hanya nyengir memamerkan giginya saja.


" Ya udah kita duluan ya Tristan, Kyra " Ujar Bayu sambil bangkit dari tempat duduknya.


" Hei tapi kan makanan kalian itu belum habis " Ujr Tristan sambil menunjuk makanan Bayu dan Sandi.


" Kita udah kenyang kok " Ujar Sandi sambil menyiku tangannya pada perut Bayu.


" Iya iya bener kita udah kenyang " Ujar Bayu sambil memegangi perutnya.


Tristan hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua temannya itu, karna Tristan tau betul kalau tidak ada tugas yang di maksud Sandi dan Bayu.


" Oh iya Kyra nanti pulang aku antar kamu ambil mobil kamu ya " Ujar Tristan memulai percakapan.


" Gak usah makasih aku ke sana sendiri aja, kamu kasih tau aja alamat bengkelnya " Ujar Kyra menolak tawaran Tristan.


" Kalau aku gak mau kasih alamatnya gimana " Kata Tristan sambil memandangi wajah Kyra.


*Bersambung...

__ADS_1


salam sayang dari author 💮💮💮*


__ADS_2