
" Hei apa jangan - jangan kita jodoh ya, selalu saja bertemu tanpa di rencanakan. Hmmm mungkin tuhan yang sudah berbaik hati merencanakan pertemuan kedua kita " ujar Tristan kembali sambil meraih gelas minuman yang tadi sudah ia pesan sebelumnya.
" Kamu ini apa tidak ada pekerjaan lain selain mengganggu ku " ujar Kyra menghela nafas membuangnya sembarang.
" Silahkan nikmati saja makanan mu gadis cantik, aku tidak akan mengganggu mu " sambil terus memperhatikan gadis di depannya ini.
" Kehadiranmu di hadapanku saja itu sudah mengganggu ku " ujar Kyra menatap malas Tristan.
" Tapi aku tidak mau pergi " sambil menyenderkan punggumgnya di kursi.
" Lalu apa mau mu " sambil mengaduk - aduk makanan nya kemudian kembali memakannya.
" Sungguh aku hanya ingin mengenal mu dan mengobrol di sini dengan mu " ujar Tristan " Siapa nama mu " Tristan kembali bertanya.
" Lalu kalau sudah mengenal ku kau mau apa " kata Kyra malah balik bertanya.
" Gadis cantik satu ini kenapa banyak sekali bertanya. tapi pertanyaan ku satu pun tidak kamu jawab dari semenjak kita bertemu " sambil tersenyum.
" Hmmm, aku Kyra " jawab Kyra singkat.
" Hmm Ky - ra " sambil mengetuk - ngetukkan jarinya pelan ke meja.
" Kalau begitu siapa nama mu aku lupa " mencoba mengingat nama pria di hadapannya.
" Tristan " spontan menjawab.
" Tristan aku duluan ya " sambil bangkit dari tempat duduknya dan sudah menyelesaikan makannya.
Kyra pun bangkit dari tempat duduknya. tak lupa ia meminta bill makanannya terlebih dulu pada pelayan. setelah itu ia pergi meninggalkan Tristan sendirian.
" Hei mau kemana. aku baru saja mengenalmu belum mengobrol " sambil setengah berlari menyusul Kyra dan mengikutinya.
" Tapi aku mau pulang " sambil merogoh tasnya mengambil kunci mobilnya.
Kemudian Kyra pun memasuki mobilnya dan menyalakan mesin mobilnya. Tristan terlihat mengetuk - ngetuk kaca mobil Kyra. kemudian Kyra membukanya.
" Hati - hati cantik. kalau kita memang benar - benar jodoh pasti tuhan akan merencanakan pertemuan ketiga kita " ujar Tristan sambil tersenyum kemudian mengerlingkan matanya.
__ADS_1
Kyra hanya menggelengkan kepala nya. kenapa bisa bertemu lagi dengan pria satu ini. pria yang sama sekali tak ia kenal namun masuk begitu saja dalam hidupnya.
" Panggil aku Kyra, itu nama ku " ujar Kyra menegaskan merasa tidak nyaman dengan panggilan Cantik yang di lontarkan Tristan meskipun kenyataan nya Kyra memang cantik.
" Baiklah Ky-ra cantik " sambil menyunggingkan bibirnya.
Kyra hanya menarik nafas dan menghembuskannya sembarang. kemudian menutup kaca mobilnya dan segera tancap gas meninggalkan kafe tersebut.
Sedangkan Tristan terlihat melambai - lambaikan tangannya meskipun kenyataannya Kyra tak memperdulikan lambaian tangannya itu.
" Gadis cantik, suatu saat kita pasti bertemu lagi " gumam Tristan dalam hati.
Sepertinya sosok Kyra sudah benar - benar menarik perhatian Tristan. baru kali ini ia menemukan gadis cantik dan kecantikannya itu benar - benar natural dan tidak membosankan. banyak gadis cantik tapi terkadang kecantikannya itu sama sekali tidak memikat hati Tristan.
Sementara itu di sebuah ruangan tempat osis dan beberapa guru terlihat sedang mendiskusikan acara perpisahan sekolah mereka yang akan di selenggarakan akhir pekan ini di sebuah hotel.
Clarissa yang tepat duduk berhadapan dengan Kenan, menatap Kenan dengan tatapan tajam. Clarissa merasa kesal pada Kenan karna gara - gara pernyataan Kenan malam itu kini semua media tengah membicarakan dirinya. ada yang menyatakan cinta Clarissa di tolak ada yang menyatakan cinta Clarissa bertepuk sebelah tangan.
Semua media berspekulasi masing - masing sesuka hati mereka tak sedikit pula netizen yang mencibir Clarissa. bahkan yang membuat Clarissa geram ada salah satu media yang menyebutkan bahwa Clarissa tengah merebut kekasih orang karna pada saat itu Kenan lebih memilih mengantarkan Kyra pulang ketibang menemani Clarissa sampai pesta selesai.
Padahal menurut Clarisaa kenyataannya Kyra lah yang sudah merebut Kenan dari sisinya. meskipun Kyra jauh lebih dulu mengenal Kenan ketibang Clarissa dan mereka sudah bersahabat sejak SMP. namun tetap saja menurut Clarissa Kyra lah penyebab semua ini.
" Ken aku mau ngomong sama kamu " masih dengan tatapan tajam.
" Ngomong aja. aku denger " ucap Kenan datar.
" Kamu harus tanggung jawab Ken " kata Clarissa tak melepaskan pandangannya dari Kenan sedikit pun.
" Tanggung jawab untuk apa, apa yang harus di pertanggung jawabkan " mengernyitkan dahinya.
" Tanggung jawab atas ucapan mu itu dan perlakuan mu malam itu di pesta ku " sambil menggebrak meja " Gara - gara ucapan dan perlakuan mu itu sekarang semua media menilai jelek tentang aku Ken " menegaskan pada Kenan.
" Itu bukan urusan ku. malam itu aku datang memang benar - benar hanya menghargai undangan mu bukan untuk mendampingimu. masalah tentang pemberitaan mu itu urusan mu seharusnya kamu bisa jaga sikap mu kalau memang ada wartawan saat itu. aku tegaskan pada mu Clarissa bahwa sekarang di antara kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi. aku pernah memberi mu kesempatan untuk berubah tapi nyatanya kamu tidak pernah bisa berubah " Ucap Kenan menjelaskan panjang lebar.
Kenan pun pergi berlalu meninggalkan mantan kekasih nya itu tanpa menunggu jawaban Clarissa terlebih dulu.
Clarissa terlihat masih kesal dan kini ia malah menendang kursi yang ada di dekatnya sampai hampir terjungkal.
__ADS_1
Kenan terlihat sudah berada di parkiran motor berniat pulang karna memang urusannya sudah selesai.
" Apa - apaan Clarissa itu seharusnya dia bisa menjaga sikapnya saat itu. sekarang malah menyalahkan ku. hari ini benar - benar hari yang membingungkan dan melelahkan. Kyra yang tiba - tiba bersikap seperti itu seolah ingin jaga jarak dengan ku di tambah lagi Clarissa yang minta pertanggung jawaban yang memang bukan salahku " gumam Kenan dalam hati sambil berlalu pergi meninggalkan sekolah dengan motornya.
Kyra terlihat sudah membaringkan tubuhnya Di atas sofa yang berada di kamarnya. tiba tiba Kyra teringat Kenan sahabatnya itu.
" Sedang apa dia ya apa udah pulang. atau mungkin lagi kencan sma Clarissa " gumam Kyra sambil menatap langit langit kamarnya.
Kemudian Kyra mengambil ponselnya dan berniat akan menghubungi Kenan tetapi setelah Kyra menemukan nama Kenan ia malah mengurungkan kembali niatnya. lalu meletakkan kembali ponselnya.
Namun tak butuh waktu lama Kyra kembali mengambil ponsel nya. kali ini Kyra membuka Whatsapp berniat akan mengirimkan pesan pada Kenan melalui Whatsapp. namun ia kembali mengurungkan niatnya itu.
Ketika Kyra hendak menaruh kembali ponselnya. tiba tiba ponsel Kyra berdering tanda ada panggilan masuk. ternyata yang menelpon itu adalah Kenan yang sejak tadi membuat Kyra bimbang.
" Hallo Ken. ada apa " tanya Kyra tanpa basa basi.
" Hallo La. gak ada apa apa. kamu udah pulang kan La " ujar Kenan terdengar khawatir.
" Aku udah pulang. kamu sendiri udah pulang atau mampir kemana dulu gitu " ucap Kyra pada Kenan.
" Aku udah pulang ko La. mau mampir kemana kan kamunya juga udah pulang. gak enak kalau kemana mana sendiri " jawab Kenan.
" Kan ada Clarissa " ujar Kyra dengan nada sedikit cemburu. namun Kyra sama sekali tak menyadarinya bahwa dirinya tengah cemburu pada Clarissa.
" haha Clarissa itu bukan kamu La. aku lebih nyaman sama kamu " ujar Kenan menegaskan.
Namun ternyata pernyataan Kenan itu membuat Kyra salah tingkah di buatnya. padahal maksud Kenan adalah nyaman dalam artian nyaman sebagai sahabat gak lebih. walaupun malam itu Kenan sempat kebablasan mencium bibir Kyra untuk pertama kalinya namun malam itu murni hanya terbawa suasana malam yang begitu dingin di tambah hujan yang begitu lebat.
" Kenapa diem " ucap Kenan kembali karna tidak terdengar suara Kyra sama sekali.
" Eeuu--- aku gak apa - apa ko. aku mandi dulu ya gerah banget " ucap Kyra mengalihkan pembicaraan.
" Kamu udah gak marah kan La " ujar Kenan penuh tanya.
Namun ternyata pertanyaan Kenan itu malah membuat Kyra teringat kembali kejadian malam itu. kejadian di mana Kenan mengecup bibirnya begitu saja.
" Dengan kamu nanya gitu malah membuat aku ingat dan tambah kesel sama kamu Ken " jawab Kyra sambil meraba bibirnya yang pernah Kenan cium itu.
__ADS_1
Kemudian Kyra menutup telponnya begitu saja tanpa pamit terlebih dulu. Kenan merasa menyesal dengan pertanyaan yang ia lontarkan pada Kyra.