
Ayam sudah mulai berkokok tanda hari sudah mulai pagi, meskipun ini hari libur Kenan tetaplah bangun pagi itu sudah jadi kebiasaannya. Meskipun ia seorang laki - laki tapi Kenan bukan tipe laki - laki yang selalu bermalas - malasan di tempat tidur bila hari libur tiba.
Kenan pergi ke kamar mandi untuk sekedar cuci muka dan gosok gigi karna setiap hari libur di setiap pagi biasanya ia selalu melakukan lari pagi, biasanya ia selalu lari pagi bersama Kyra dan papahnya namun sudah beberapa kali setiap weekend ini ia hanya melakukannya berdua saja dengan papahnya.
Tanpa menunggu waktu lama setelah siap Kenan langsung turun dan bergegas pergi, namun ternyata papah Adnan dan mamah Jihan sudah menunggunya sedari tadi di bawah.
" Waah udah di tungguin nih, mamah tumben mau lari pagi juga " Tanya Kenan terheran karna biasanya mamahnya jarang mau ikut lari pagi, biasa nya Kenan lari pagi hanya bertiga bersama papahnya dan Kyra.
" Iya nih tumben mamah kamu biasanya papah ajak gak pernah mau " Ujar papah Adnan.
" Sekali - kali mumpung cuacanya cerah " Ujar mamah Jihan.
" Jangan sekali - kali mah, olahraga itu harus biar badan kita sehat apa lagi pagi - pagi gini udaranya masih sejuk belum terkena polusi " Kata Kenan sambil mengikuti langkah kaki kedua orangtuanya yang sudah lebih dulu melangkah keluar rumah.
" Ken apa hari ini kita lari pagi tanpa Kyra lagi " Tanya papah Adnan terlihat raut wajah sedikit kecewa.
" Hmm Kyra nya juga gak ada hubungin aku pah " Ujar Kenan beralasan.
" Gimana dia mau hunbungin kamu, orang setiap dia datang ke rumah pun kamu selalu cuek dan jutek sama dia jadi ya mana berani dia hubungin kamu terkecuali kamu hubungin dia. Udah sekaramg kamu telpon dia bilang papah ngajak dia buat lari pagi bareng " Ujar Papah Adnan sambil melakukan pemanasan sebelum lari pagi.
" Aku gak bawa handphone, lain kali aja lah ya " Ujar Kenan sedang melakukan pemanasan juga sebelum lari pagi.
Papah Adnan terlihat kecewa begitu pun dengan mamah Jihan, akhirnya mereka pun lari pagi tanpa Kyra lagi seperti minggu - minggu sebelumnya.
***
Sedangkan di tempat lain Kyra terlihat sudah siap mengenakan hoddienya dengan rambut yang sengaja ia ikat tinggi dan handsfree yang sudah menempel di telinganya.
__ADS_1
Sebelum lari pagi seperti biasa Kyra melakukan pemanasan terlebih dahulu, kali ini ia harus terbiasa lari pagi hanya sendirian saja. Kyra bisa saja menemui Papah Adnan dan mengajaknya untuk olahraga pagi sama sama tapi Kyra tidak mau karna nanti pasti bertemu Kenan yang belakangan ini terlihat cuek dan jutek padanya.
Kyra sudah mulai melangkahkan kakinya, kali ini ia akan lari pagi keluar komplek saja karna ia merasa bosan kalau harus keliling komplek terus.
***
Kenan dan kedua orang tuanya sudah terlihat berkeringat dan kelelahan akhirnya mereka pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di tempat kedai bubur langganannya. Kedai bubur ini bukan cuma favoritnya Kenan dan papah Adnan tapi juga favorit Kyra.
Kenan dan kedua orangtuanya sudah memasuki kedai bubur yang cukup ramai itu, tempat duduk di kedai tersebut hampir penuh hanya tersisa beberapa meja. Kenan dan kedua orangtuanya pun menduduki salah satu tempat duduk tersebut.
" Bang empat yah yang tiga komplit yang satu jangan pake bawang goreng kecapnya banyakin " Ujar Kenan yang sepertinya lupa malah memesan empat bubur dan masih ingat betul bubur favorite Kyra.
" Ken kenapa empat dan sejak kapan kamu gak suka bawang goreng dan kenapa kecapnya harus banyak biasanya kamu suka pedes " Ujar mamah Jihan menatap heran pada Kenan.
" Itu bubur yang biasa di pesen Kyra mah " Ujar papah Adnan pada sang istri " Makanya kamu tuh jangan sok - sok an ngejauhin Kyra, nyatanya kamu gak bisa jauh dari dia dan terus inget dia " Ujar papah Adnan sambil menepuk pundak Kenan.
Kenan hanya mengusap wajahnya dengan telapak tangannya tanpa menjawab pertanyaan kedua orang tuanya.
" Bang buburnya jadinya tiga aja komplit ya " Ujar Kenan merubah kembali pesanannya.
" Baik mas " Jawab abang bubur dengan ramah.
" Kamu baik - baik aja Ken " Tanya papah Adnan karna melihat Kenan hanya terdiam membisu.
" Aku baik - baik aja pah " Jawab Kenan singkat.
" Hmm kamu ini badan kamu di sini tapi hati dan fikiranmu melayang entah kemana, melayang berusaha mencari - cari Kyra " Ujar papah Adnan sambil meniupi teh tawar panas yang ada di mejanya itu.
__ADS_1
" Papah " Ujar mamah Jihan menegur sang suami berharap agar suaminya itu jangan terus memojokan Kenan.
" Apa pagi ini kamu lari pagi La, sama siapa apa sendirian. mudah - mudahan gak ada yang isengin kamu " Gumam Kenan kembali.
" Memang bener mah, liat tuh kita ngomong apa pun dia pasti gak denger " Ujar papah Adnan sambil menunjuk Kenan.
Benar saja Kenan hanya terdiam dan melamun seperti tak mendengar apa pun. Ketika papah Adnan sedang mengobrol membahas putranya itu dengan sang istri tiba - tiba seseorang datang menghampiri mereka.
" Selamat pagi Kenan, om tante. Sarapan di sini juga " Tanya Gadis itu menyapa.
" Selamat pagi juga, kamu siapa ya apa kita pernah bertemu " Ujar mamah Jihan, sedangkan papah Adnan hanya tersenyum.
" Oh maaf tante perkenalkan nama saya Zara temannya Kenan, kita sebelumnya gak pernah bertemu tapi saya yakin pasti om sama tante mamah sama papahnya Kenan. Apa benar " Ujar Zara menjelaskan.
" Oh temannya Kenan, pantesan kamu kenal Kenan. Iya betul tante mamahnya Kenan dan yang ini papahnya Kenan " Ujar mamah Jihan.
Sedangkan Kenan masih saja terdiam meski satu mangkok bubur panas sudah ada di hadapannya, bahkan ia tak menyadari kehadiran Zara.
" Ken itu ada temanmu, kamu dari tadi diam aja " Ujar papah Adnan sambil menepuk bahu Kenan dan membuat lamunan Kenan buyar.
" Eh Lala duduk sini La, aku pesenin bubur ya " Ujar Kenan, entah apa yang ada di fikirannya sehingga di kiranya yang datang itu Kyra.
Ketika Kenan menyadari betapa kagetnya ia ternyata itu bukanlah Kyra dan kenapa juga ia bisa menyangka itu adalah Kyra.
" Ya ampun tuhan kenapa bisa sih kaya gini tadi tuh aku kira Lala yang datang kenapa jadi perempuan gatel ini yang datang " Gumam Kenan sambil mengusap wajahnya.
Papah Kenan dan mamah Jihan hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya itu.
__ADS_1
" Kenan.. Kenan.. kayanya kamu udah rindu berat sama Kyra, papah tau sebenarnya juah di lubuk hati kamu. kamu sebenarnya sayang, cinta sama Kyra tapi di sisi lain kamu masih gak percaya dan gak bisa terima perasaan kamu sendiri itu pada Kyra " Gumam papah Adnan sambil memandang putranya itu.
Besambung... 💮💮💮