
Kenan sudah mulai mengayuh sepedanya dengan Kyra yang duduk di belakang di bonceng Kenan, Kyra terlihat begitu senang karna terakhir kali ia di bonceng seperti ini sepuluh tahun yang lalu ketika papah Kyra masih hidup.
Kyra begitu erat memeluk Kenan seolah tak ingin berpisah dari sang sahabat, karna sudah sejak lama ia merindukan hari ini. Hari di mana ia bisa berdua kembali bersama Kenan, berdua melewati hari - hari bersama Kenan.
" Kamu kayanya seneng banget La naik sepeda " Tanya Kenan sambil terus mengayuh sepedanya.
" Iya aku seneng banget, duluuu banget kalau setiap hari libur aku selalu di ajak keliling komplek pake sepeda sama papah, kamu tau cuma ada dua laki - laki di dunia ini yang pernah boncengin aku kaya gini mau di sepeda atau pun di motor " Ujar Kyra sambil melihat pemandangan di sekitarnya yang terlihat bergerak cepat.
" Siapa aja " Tanya Kenan penasaran.
" Papah ku sama kamu Ken " Jawab Kyra sambil terus memeluk Kenan.
" Hemm berarti aku spesial ya sama kaya papah kamu " Tanya Kenan yang terlihat sudah cukup lelah karna terus mengayuh sepeda.
Kyra hanya menganggukan kepala nya padahal Kenan tak bisa melihat anggukan kepala Kyra.
" Hei aku nanya kamu loh barusan, kok diem aja " Tanya Kenan kembali.
" Aku udah jawab tau tadi aku kan ngangguk berarti jawabannya iya " Ujar Kyra menjelaskan.
" Tapi kan aku gak bisa liat kamu La, aku kan liat ke depan terus " Ujar Kenan sambil menghentikan sepedanya.
Kyra hanya tertawa cekikikan mendengar ucapan Kenan, sambil menutup wajahnya dengan satu tangan. Kenan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu.
" Lala sekarang aku tahu dan mengerti bahwa hati ku ini sepertinya sudah sejak lama jadi milik kamu, aku janji akan terus menjaga perasaan ku dan juga persahabatan kita walaupun untuk menjaga kedua hal itu secara bersamaan itu sulit tapi aku akan berusaha. Karna cinta itu gak harus memiliki tanpa aku miliki kamu, toh kamu selalu ada di sampingku " Gumam Kenan dalam hatinya sambil memandangi Kyra.
" Hei kenapa bengong, aku nanya dari tadi loh kenapa berhenti " Ujar Kyra sambil melambaikan tangannya tepat di wajah Kenan.
" Eeeuu... Gak kenapa - napa, aku cuma cape aja kita istirahat dulu ya " Ujar Kenan sambil turun dari sepedanya.
" It's ok gak apa - apa, maaf ya aku gak bisa gantiin kamu ngayuh sepedanya " Ujar Kyra dengan suara manjanya.
" Haha lagian aku juga gak mau di boncengin kamu yang ada nanti aku malah nyium aspal lagi tuh " Sambil menunjuk aspal hitam di jalanan.
" Iiiyyy kamu " Sambil mencubit perut Kenan.
Kenan sedikit meringis kesakitan sambil mengusap - ngusap bagian perut yang di cubit Kyra.
" Oh iya La aku mau tanya " Ujar Kenan.
__ADS_1
" Tanya apa, tanya aja. Kita duduk di sana aja yuu " Sambil menunjuk tempat duduk yang berada tak jauh dari tempat mereka berdiri.
" Aku mau tanya, kamu kenal Tristan itu dari mana sih " Ujar Kenan sambil berjalan menuju tempat duduk yang Kyra maksud.
" Kamu masih bahas dia aja sih, aku kan udah bilang dia itu orang baru di hidup aku. Aku baru kenal dia " Ujar Kyra menjelaskan.
" Iya tapi aku pengen tau aja " Ujar Kenan menegaskan.
" Ok aku kasih tau, aku ketemu dia pertama kali itu di pesta ulang tahun Clarissa kamu inget kan " Sambil melirik ke arah Kenan dan Kenan terlihat menganggukan kepalanya " Iya aku pertama kali ketemu di situ tapi aku belum kenal dia, dia sok akrab gitu " Ujar Kyra dengan nada sedikit sebal.
" Oh terus " Ujar Kenan berharap Kyra melanjutkan ceritanya.
" Terus apanya " Jawab Kyra.
" Cerita lagi kedua kali ketemu di mana, kalau kalian baru kenal kan pasti bisa ke itung ketemunya " Ujar Kenan penasaran.
" Hmm kedua kali waktu aku pertama kalinya bawa mobil sendiri waktu itu sepulang sekolah aku mampir ke cafe terus gak sengaja ketemu dia, dia ngenalin dirinya gitu. Dan yang lebih mengejutkan lagi yang ke tiganya itu ternyata dia senior aku di kampus " Jelas Kyra panjang lebar.
" Hmm berarti kalian tiap hari dong ketemu " Ujar Kenan merasa cemburu.
" Iya mau gimana lagi " Ujar Kyra sambil mengangkat kedua telapak tangannya setinggi bahunya.
" Kamu gak marah kan " Ujar Kyra kembali.
" Iya aku ngerti " Jawab Kyra singkat.
" Kalau menurut kamu Tristan itu baik ya gak apa - apa, asal jangan pacarana aja kamu sama Tristan " Ujar Kenan.
" Emang kenapa aku gak boleh pacaran sama Tristan, dia baik kok " Ujar Kyra sambil membayangkan wajah Tristan yang memang baik.
" Siapa bilang gak boleh, boleh kok asal dia bener - bener tulus sayang sama kamu " Ujar Kenan seolah lupa akan perkataannya yang sebelumnya.
" Itu tadi kata kamu katanya asal jangan pacaran sama Tristan " Ujar Kyra mengingatkan Kenan akan ucapannya.
" Masa sih " Ujar Kenan pura pura lupa.
" Ah kamu masih muda udah pikun " Ujar Kyra sambil bangkit dari tempat duduknya " Kamu masih cape gak kita terusin yu " Ujar Kyra mengajak Kenan.
" Udah gak kok, yu kita terusin sebelum makin siang nih " Ujar Kenan sambil bangkit dari tempat duduknya dan di ikuti Kyra.
__ADS_1
Kenan pun kembali mengayuh sepeda nya dengan sisa tenaga yang ia miliki saat ini, tak butuh waktu lama akhirnya sampailah mereka di rumah Kyra.
Kenan dan Kyra masuk dan membawa serta sepeda milik abang bubur tersebut. Pak satpam hanya menatap heran Kenan dan Kyra sejak kapan mereka suka naik sepeda, begitu kira - kira yang ada di fikiran pak satpam tersebut.
" Ken kamu mau di sini aja " Melihat Kenan yang sudah terduduk loyo di teras rumah Kyra, Kenan hanya menganggukan kepala nya seolah sudah kehabisan tenaga.
" Kamu mau minum apa " Tanya Kyra kembali.
" Apa aja yang penting seger " Jawab Kenan sambil memegang tenggorokannya yang seolah mengering.
" Ok " Jawab Kyra singkat sambil masuk dan pergi ke dapur membuatkan minuman untuk Kenan.
Sesampainya Kyra di dapur, Kyra melihat mamahnya tengah sibuk membuat kue.
" Baru pulang kamu sayang " Ucap mamah Dira menyapa putri kesayangannya.
" Iya mah " Sambil mengambil dua buah gelas.
" Kok dua gelasnya buat siapa satu lagi, kamu di anter pulang sama siapa " Tanya mamah Dira sambil terus asyik dengan adonan kuenya.
" Sama Kenan mah " Jawab Kyra singkat.
" Kamu udah baikan sama dia " Tanya mamah Dira kembali.
" Udah mah, udah ah aku anter minuman dulu kasian dia kehausan di depan " Sambil bergegas keluar mengantarkan minuman untu Kenan.
Baru saja mamah Dira membuka mulut namun putrinya itu sudah hilang dari hadapannya, padahal mamah Dira akan menyuruh Kyra agar membawa sekalian puding milo kesukaan Kyra dan Kenan.
Mamah Dira hanya menggelengkan kepalanya dan kemudian langsung menyusul Kyra dan Kenan dan tak lupa membawa serta puding tersebut.
Bersambung... ๐ฎ๐ฎ
**๐catatan kecil author
๐ mohon maaf ya kalau author gak bisa update banyak episode setiap harinya kaya author lain, itu semua karna author nulis ini hanya benar - benar di waktu senggang dan bila ada waktu jadi gak bisa ketik naskah banyak - banyak, karna menurut author yang agak buang waktu itu ngetik naskah nya ketibang cari ide dan inspirasi.
Jadi kalau ada yang bilang up nya cuma sedikit author mohon maaf sekali lagi ๐
Terimakasih ๐ค๐ค
__ADS_1
๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ
Happy reading*..