Sahabatku I LOVE YOU

Sahabatku I LOVE YOU
Senjata khas perempuan


__ADS_3

Tristan terlihat sudah selesai memeriksa mesin mobil Kyra, wajah Tristan kini terlihat ada noda bekas oli tepat di hidungnya. Membuat Kyra yang melihatnya tertawa cekikikan.


Tristan yang melihat Kyra tertawa justru malah tak berkutik dan terus memandang Kyra.


" Baru kali ini ketemu cewe yang bener - bener menarik hatiku, apa lagi liat lagi ketawa gitu. Jadi gemes liatnya " Gumam Tristan dalam hati.


" Dih malah bengong " Kata Kyra menghentikan tawanya.


" Abis kamu ini ngetawain apa sih " Ujar Tristan heran.


" Itu di hidung, nih elap " Sambil menyodorkan sapu tangan miliknya.


Tristan jadi sedikit malu di buatnya karna ternyata ada kotoran oli yang menempel di


hidungnya.


" Gimana masih bisa di benerin gak " Tanya Kyra penuh harap.


" Kayanya ada yang harus di ganti deh, mesti di bawa ke bengkel tuh mobilnya " Jawab Tristan sambil menutup kembali mesin mobil Kyra.


" Ya gimana dong, di sini kan bengkel jauh. masa aku harus dorong " Ujar Kyra lesu.


" Udah nanti aku telpon bengkel langganan ku biar nanti mereka kirimin montir buat benerin mobil kamu ini, kamu aku anter pulang " Ujar Tristan sambil membukakan pintu mobilnya untuk Kyra.


" Emm gitu ya, aku pulang naik taksi aja deh. Makasih ya udah mau nolongin aku " Jawab Kyra menolak ajakan Tristan.


" Udah naik aja di daerah sini tuh jarang ada taksi " Ujar Tristan membujuk Kyra agar mau dia antar pulang.


" Udah kalau mau pulang, kamu pulang aja gak apa - apa " Jawab Kyra tetap menolak ajakan Tristan.


" Udah lah ayo naik, di sini panas tau nanti kulit mu itu jadi gosong. Gak usah takut aku ni orang baik kok " Kata Tristan tak gentar terus membujuk Kyra.


Setelah beberapa menit Kyra menunggu memang tak kunjung melihat taksi lewat, akhirnya ia pun tak punya pilihan lain selain menerima tawaran Tristan.

__ADS_1


" Ya udah aku naik tapi janji ya jangan bawa aku kabur " Sambil menunjukan jarinya ke wajah Tristan.


" Ya ampun apa tampang ku ini terlihat seperti orang jahat " Sambil memperlihatkan wajah nya lebih dekat ke wajah Kyra, Kyra hanya sedikit menggeser duduknya melihat apa yang di lakukan Tristan.


" Lebih dari itu tau gak sih" Ucap Kyra pada Tristan.


" Ganteng gini, mana ada penjahat ganteng. Cewe satu kampus aja berebutan " Ujar Tristan dengan pedenya.


" Udah ya mendingan sekarang kita jalan " Ujar Kyra berusaha mengakhiri adu mulut di antara mereka.


" Ok cantik mau jalan kemana sekarang " sambil mulai menyalakan mobilnya dan tancap gas memecah jalanan ibu kota yang terlihat tak begitu macet siang ini.


" Pulang lah ke rumah ku " Jawab Kyra pada Tristan.


" Tadi katanya mau jalan, kita makan dulu ya. Aku laper, kamu gak laper ini jam makan siang loh bahkan udah hampir lewat " Ucap Tristan sambil melirik Kyra sebentar kemudian fokus kembali ke jalan di depannya.


" Gak. Aku gak laper " Jawab Kyra spontan.


Terdengar suara perut Kyra yang sebenarnya juga lapar, bahkan Tristan pun sampai mendengarnya. Tristan hanya cekikikan mendengat suara yang berasal dari perut Kyra.


"Hahaha bohong banget kamu tuh, mulut bisa bohong tapi gak dengan perut kamu itu " Ujar Tristan sambil terus cekikikan.


Kyra pun tersipu malu di buatnya, kenapa perutnya itu tidak bisa di ajak kompromi. Begitu fikir Kyra.


Akhirnya mereka berhenti di salah satu Restoran seafood, tanpa berfikir panjang Kyra pun mengikuti langkah Tristan yang sudah mulai memasuki Restoran tersebut.


Tristan sudah memesan makanan dan juga minumannya begitu pun Kyra. Kyra terlihat begitu menikmati makanannya.


" Ini Restoran favorit ku loh, enak kan makanannya " Ujar Tristan mencoba memulai percakapan.


Kyra hanya menganggukan kepalanya tanpa menjawab Tristan karna mulutnya masih sibuk mengunyah makananannya.


" Kamu biasa makan di sini, enak makanannya " Ujar Kyra yang kemudian menyeruput es jeruknya.

__ADS_1


" Iya, kalau kamu suka nanti lain kali aku ajak lagi " Kata Tristan.


" Hmm " Ujar Kyra hanya berdehem.


" Cuma hmm sih " Tanya Tristan pada Kyra.


" Ya udah kamu abisin dulu makanan kamu itu, makanan ku udah abis " Ujar Kyra pada Tristan.


Tristan sedari tadi hanya sibuk memandangi Kyra yang terlihat begitu menikmati makanannya, padahal makanannya sendiri belum ia sentuh sama sekali.


Kyra sepertinya sudah mulai tidak merasa risih lagi dengan kehadiran Tristan, ia sudah mulai terbiasa dengan kehadiran pria di hadapannya ini.


" Hmm kata Shela katanya Tristan ini kalau sama cewek dingin susah di deketin tapi biasa aja menurutku, bahkan keliatannya dia baik terus tadi juga mau susah payah sampe cemong - cemong benerin mobil ku. Ya walaupun ujungnya harus di bawa ke bengkel " Gumam Kyra dalam hatinya sambil memperhatikan Tristan yang sedang menyantap makanannya.


" Kenapa merhatiin aku sampe segitunya, udah mulai naksir ya " Ujar Tristan dengan penuh percaya diri.


" Ihh pede " sambil membulatkan matanya.


" Ngaca deh, muka kamu tuh lucu tau kalau kaya tadi gitu " Sambil tertawa cekikikan.


Tanpa berfikir panjang Kyra langsung mengambil kaca kecil yang selalu ia bawa kemana - mana dalam tasnya. Tristan yang melihat tingkah Kyra malah semakin tertawa di buatnya. Kyra terlihat bingung melihat tingkah pria di hadapannya.


" kok malah ketawa, emang ada yang lucu " Ujar Kyra menatap bingung Tristan.


" Ada, kamu yang lucu. aku tuh cuma becanda tadi tapi kamu serius gitu nanggepinnya sampe ngeluarin senjata khas perempuan " sambil melirik kaca kecil yang di pegang Kyra.


Tanpa Kyra sadari ternyata sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan Kyra dan Tristan. Orang tersebut memicingkan matanya begitu tajam, terlihat sorot mata kecewa, marah, kesal, geram semuanya campur aduk jadi satu.


Orang itu benar - benar kecewa melihat pemandangan yang ada di hadapannya, merasa di khianati, kesal dan benar - benar tidak menyangka.


Kyra hanya tersipu malu mendengar ucapan Tristan dan kembali memasukkan senjatanya itu ( kaca/cermin ) ke dalam tasnya. Kemudian ia mengambil ponselnya dan memeriksa nya alangkah terkejutnya ia ada pesan Whatsapp yang sudah masuk sedari tadi di ponselnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2