Sahabatku I LOVE YOU

Sahabatku I LOVE YOU
Tangisan Kyra


__ADS_3

" Sebenarnya kamu ini kenapa sayang, ada apa antara kamu dan Kenan. Ceritalah sama mamah, anggap mamah ini adalah teman dekat mu. Mamah akan mendengarkanmu dan membantumu semampu mamah. " Ujar mamah Dira Pura - pura tidak tahu.


" Aku jahat mah sama Kenan mah, aku hindarin dia terus terusan. padahal dia gak salah apa - apa. Aku yang salah, aku yang jahat. hu hu hu " sambil terus menangis lirih dan memeluk sang mamah.


" Apa Kamu benar - benar menyukai Kenan sayang, kamu mencintainya " sambil mengelus - ngelus rambut Kyra.


Kyra terkejut mendengar pertanyaan mamahnya itu, dari mana mamahnya tau perihal perasaannya pada Kenan. Bukankah selama ini tidak ada yang tau selain dirinya tentang perasaannya ini.


Kyra melepaskan pelukannya dan menatap mamah Dira dengan mata merah dan sembabnya itu. Ternyata pertanyaan mamah Dira membuat tangisan Kyra terhenti.


" Kenapa sayang, kamu heran dari mana mamah tau. Sayang mamah ini mamah kamu, yang melahirkan kamu, mamah mengenal kamu sejak kamu masih dalam kandungan mamah. Dan mamah juga pernah muda seusiamu " Kata mamah Dira sambil menatap Kyra penuh cinta " Dengarkan mamah baik - baik. Perjuangkanlah yang menjadi prioritas kamu saat ini tapi kamu jangan sampai menyiksa perasaan mu sendiri karna sesuatu yang kamu prioritaskan itu. Sekarang kamu sudah dewasa bukan lagi anak - anak, jadi berfikirlah dengan fikiran jernih sayang. jangan sampai keputusanmu itu malah jadi beban untuk mu. berfikirlah dewasa sayang " Ucap mamah Dira sambil mengusap air mata Kyra.


Kyra sudah mulai terlihat tenang, tidak menangis lagi, ia berjalan menuju meja riasnya dan menatap dirinya di cermin. Terlihat matanya merah dan begitu sembab masih ada sedikit linangan air mata yang keluar di pelupuk matanya.


" Tapi aku bingung mah, harus gimana " sambil terus menatap wajahnya di cermin.


" Maka dari itu tenangkan dirimu dan berfikirlah dengan fikiran jernih " Jawab mamah Dira yang kini tengah berada di belakang Dira dan memegang kedua pundak Kyra.


" Makasih mah, mamah udah mau dengerin aku dan kasih nasehat buat aku " sambil memeluk mamahnya " Aku sayang mamah " Dengan nada manjanya.


" Iya sayang, mamah juga sayang kamu. Udah ya sekarang bersih - bersih terus turun temenin mamah di bawah " Sambil mengecup kening Kyra.


Kyra hanya tersenyum, kemudian ia pun memutuskan untuk segera mandi dan berendam di bath up kamar mandinya selama beberapa menit.


Kenan terlihat murung dan gelisah setelah pertemuannya tadi dengan Kyra, namun Kenan tidak mau berfikiran negatif tentang Kyra. Biarpun umur Kenan dan Kyra itu sama namun Kenan lebih dewasa dalam berfikir segala hal ketibang Kyra yang masih sangat manja itu.


Kenan memutuskan untuk membiarkan Kyra sendiri dulu, sampai dia benar - benar sudah siap menceritakan apa yang sebenarnya terjadi sampai dia menghindar terus darinya.


Sudah cukup sampai disini Kenan mendesak Kyra untuk terus terang dan berusaha mendekati Kyra, mulai besok dan seterusnya Kenan tidak akan lagi mendesak Kyra. Biarlah dia sendiri yang datang padanya dan berterus terang tentang penyebab dia menghindar dari Kenan. Begitulah yang ada di fikiran Kenan saat ini.

__ADS_1


****


Hari demi hari telah berlalu minggu demi minggu telah berlalu. Kyra tetap teguh pada pendiriannya untuk tetap menghindar dari Kenan terlebih dahulu sampai perasaan nya pada Kenan kembali seperti dulu lagi.


Padahal sampai detik ini nyatanya perasaan cinta Kyra pada Kenan tidak luntur sedikit pun. Bahkan kini rasa rindu pada Kenan tengah menggerogoti jiwanya, menyiksa batinnya, Kyra begitu merindukan Kenan. Kerinduan ini begitu menyiksa batin Kyra.


Begitupun dengan Kenan, kenan pun sangat merindukan sahabat karibnya itu. Namun ia masih bisa menahan rasa rindu itu, karna ia percaya cepat atau lambat semuanya akan kembali seperti sedia kala. Saat ini Kyra hanya butuh waktu sendiri saja, bukan untuk mencoba menjauh dari dirinya. Seperti itulah Kenan selalu meyakinkan hatinya.


Besok adalah hari pertama Kenan dan Kyra masuk kuliah, kini mereka tidak akan lagi sama - sama karna kampus mereka kini berbeda. Tidak seperti sekolah mereka selalu sama - sama. Namun kali ini tidak dan ini sangat membuat Kyra hampa dan kesepian.


Kyra sudah terlihat menuruni tangga, dan mencari - cari keberadaan sang mamah. Terlihat mamah Dira sedang di dapur membantu bi Min menyiapkan sarapan.


" Pagi mah " sambil mencium pipi mamahnya itu.


" Pagi sayang, hari ini hari pertama kamu kuliah kan sayang " Ujar sang mamah sambil berjalan membawa nasi goreng ke meja makan.


" Iya mah, aku mandi dulu ya. Kalau ada Kenan bilang dia suruh tunggu aku yang sabar ya " Ucap Kyra sambil berlalu meninggalkan dapur.


" Kenan?? Bukankah kampus kalian itu berbeda bahkan arahnya saja berlawanan " Jawab mamah Dira merasa heran.


Jawaban mamah Dira itu ternyata membuat Kyra tersadar, Kyra terlihat diam mematung tidak meneruskan langkahnya. Terlihat air matanya berlinang keluar dari pelupuk matanya.


Selain manja, hati Kyra juga begitu lembut dan sensitif sehingga mudah sekali air mata nya itu berlinang.


" Aku kangen kamu Kenan, biasa nya setiap pagi sebelum berangkat sekolah kamu sudah duduk di meja makan itu " gumam Kyra dalam hati sambil menatap tempat duduk yang biasa Kenan duduki dan membayangkannya.


***


Sedangkan di tempat lain terlihat Kenan sudah siap untuk segera berangkat ke kampus, Kenan masih tetap setia menggunakan motor gedenya untuk berangkat ke kampus.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan sarapan nya Kenan pamit pada kedua orang tuanya.


" Mah, pah Kenan berangkat ya " pamit Kenan.


Papah Adnan hanya menganggukan kepala nya saja karna mulutnya penuh dengan sandwich buatan sang istri.


" Apa kamu mau jemput Kyra dulu terus mengantarnya ke kampus " Tanya mamah Jihan sambil memegang box makanan yang berisi sandwich.


Kenan hanya menggelengkan kepalanya tanpa menjawab sepatah kata pun. Padahal tadinya mamah Jihan akan meminta Kenan untuk memberikan sandwich buatan nya ini untuk Kyra, mengingat Kyra begitu menyukai sandwich buatan mama Jihan.


" Kampus mereka berlawanan arah mah " Ujar papah Adnan menimpali.


Walaupun kesedihan tidak terlihat jelaa si wajah Kenan, tapi mamah Jihan bisa melihat ada kesedihan di wajah Kenan. Sungguh mamah Jihan tidak tau kalau kampus Kenan dan Kyra ternyata berbeda bahkan berlawanan arah. Mamah Jihan merasa bersalah karna sudah membuat putranya itu terlihat sedih.


" Ya sudah kamu berangkat sana, hati - hati di jalan ya. jangan kebut - kebutan bawa motornya " Ujar mamah Jihan penuh perhatian.


" Apa gak lebih baik kamu pake mobil aja Ken, itu akan lebih nyaman. Lagi pula sekarang kan kamu udah kuliah " Ujar papah Kenan. Untuk ke sekian kalinya menyuruh putra nya itu menggunakan mobil. Namun masih saja Kenan menolak.


" Gak pah, aku nyaman pake motorku " sambil berlalu pergi meninggalkan orang tuanya.


Kenan sudah berlalu meninggalkan halaman rumah nya dan kini tengah fokus mengendarai motornya. Sepuluh menit sudah berlalu ia menyusuri jalanan ibu kota ini yang selalu tampak macet, terlebih ini adalah hari senin.


Di mna semua orang kini tengah kembali ke aktivitas mereka masing - masing. Ada yang mau berangkat ke kantor di jemput dengan pasangan mereka, tak sedikit pula yang lebih memilih berangkat sendiri. Ada yang mau berangkat sekolah menuju sekolah barunya di hari pertamanya ini. Mereka semua berjibaku dengan waktu ingin mencoba menerobos kemacetan.


Kenan begitu terkejut dengan apa yang ia lihat di hadapannya, mungkin saat ini fikirannya sedang kacau sehingga ini bisa terjadi.


bersambung...


**Mohon koreksinya ya kalau ada kekurangan dari karya saya ini.

__ADS_1


Salam sayang dari author. 💮💮**


__ADS_2