
Hari demi hari Kyra lalui tanpa Kenan. Hal ini ia lakukan bukan karna ia masih marah atau kesal pada Kenan akan tetapi demi membunuh perasaan cinta pada sang sahabat yang sudah mulai tumbuh dengan sendirinya. Kyra yakin dengan begitu perasaannya akan hilang dengan sendirinya.
Kenan merasa frustasi di buatnya melihat sikap Kyra yang kini tengah berubah. Apa alasannya dia menjauh dari ku. Apa sebesar itu kesalahanku sampai saat ini Kyra masih menjauhinya. Tetapi bukankah ia sudah minta maaf bahkan berulang kali, walaupun kata maaf untuk Kenan tidak pernah terlontar dari mulut Kyra. Tapi setidak nya Kenan sudah berusaha dan dia pun sudah menyesali perbuatannya.
Bahkan ayah Kenan merasa gelisah di buatnya karna Kyra yang sudah seperti putri kesayangannya sudah hampir seminggu ini tidak berkunjung ke rumah nya. Berulang kali papah Adnan mencoba menanyakannya pada Kenan, akan tetapi tidak pernah ia mendapatkan jawaban yang memuaskan.
Akhirnya papah Adnan memutuskan untuk bertanya langsung pada Kyra. Di tengah - tengah kesibukannya karna hari ini begitu banyak pekerjaan yang menunggunya di atas meja kerjanya. Akhirnya papah Adnan menyempatkan untuk menghubungi Kyra.
Kyra yang tengah asyik merawat dirinya di salon mengingat lusa adalah acara perpisahannya, maka dari itu Kyra memutuskan untuk pergi ke salon agar terlihat lebih fresh dan cerah.
Terdengar suara ponsel berdering berasal dari tas kecil yang di bawa Kyra. Ternyata itu papah Adnan. Kyra merasa aneh tidak biasanya ayah dari sahabatnya itu sampai menghubunginya.
" Hallo om selamat siang. Ada apa tumben om telpon Kyra " ujar Kyra ramah.
" Selamat siang juga Kyra. Apa kamu sibuk hari ini " Tanya papah Kenan dengan satu tangan memegang pena tengah menanda tangani beberapa berkas.
" Gak juga om, ini Kyra lagi di salon setelah ini Kyra gak bakal kemana mana lagi " jawab Kyra.
" Ya sudah nanti sore kamu bisa kan ketemu om " Ucap papah Adnan.
" Bisa om. Ada apa ya ko' tumben gak biasanya " Tanya Kyra merasa heran.
" Gak ada apa - apa, om cuma rindu sama anak perempuan om yang cantik ini. Habis kamu udah gak pernah main ke rumah " Jawab papah Kenan.
Kyra memang sangat dekat dengan ayah Kenan, terlebih lagi sepeninggal ayah nya Kyra merasa sudah tidak bisa merasakan kasih sayang dari ayahnya lagi. Namun dengan ada nya ayah Kenan ternyata bisa mengobati rasa rindunya pada mendiang ayahnya. Apa lagi ayah Kenan begitu menyayangi Kyra sama seperti beliau menyayangi Kenan.
" Ah om bisa aja, besok - besok pasti Kyra main lagi ke rumah om " jawab Kyra.
__ADS_1
" Ya udah nanti om kabarin lagi di mana ketemunya ya " Ujar papah Adnan.
" Iya om, di tunggu ya " jawab Kyra singkat.
Kemudian mereka pun mengakhiri panggilannya. Kyra kembali fokus menikmati perawatan di salon kecantikan langganannya.
Terlihat laki - laki setengah baya sudah menunggu Kyra di meja sebuah kafe.
Setelah lima menit menunggu akhirnya yang di tunggu - tunggu pun datang juga.
Kyra datang menghampiri papah Adnan dengan senyum yang merekah. Kyra merasa tidak enak karna bukan nya dia yang menunggu malah dia yang di tunggu.
" Maaf om Kyra baru datang, pasti om sudah lama ya tunggu Kyra " ujar Kyra merasa tidak enak.
" Gak ko' om belum lama, pesanan om juga belum datang, kamu mau makan apa. " Tanya papah Adnan sambil melambaikan tangannya memanggil salah satu pelayan di kafe tersebut.
" Mbak sekalian jus jeruk nya satu ya " Ucap papah Adnan pada sang pelayan.
Pelayan tersebut hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti apa yang di inginkan customernya tersebut.
" Kyra gimana kabar kamu. kenapa gak pernah main ke rumah " Ujar papah Adnan berbasa basi.
" Kabar Kyra baik - baik aja om. kapan - kapan Kyra pasti main lagi ke rumah om " Jawab Kyra sedikit pelan.
" Om itu bukan tanya kapan kamu mau ke rumah tapi om tanya kenapa kamu gak pernah main ke rumah. Kamu gak lagi berantem kan sama Kenan " sambil menyeruput kopi hitamnya yang kini sudah datang.
" Kyra sama Kenan baik - baik aja ko. Cuma belakangan ini Kenan sedikit sibuk ngurusin acara perpisahan aja om jadi aku sama Kenan juga jarang jalan bareng " Ujar Kyra berbohong.
__ADS_1
Padahal kenyataannya selama ini Kyra lah yang mencoba menghindari Kenan.
" Syukurlah kalau kalian baik - baik aja " Tanpa merasa curiga sedikitpun. " Oh iya apa kamu sudah daftar kuliah Ra " Ucap papah Adnan sambil melihat ke arah Kyra.
" Udah om aku daftar di Universitas B ngambil jurusan bisnis dan manajemen. karna mamah pengen ada yang bantuin ngurus perusahaan. " Jelas Kyra pada ayahnya Kenan.
" Berarti kali ini kamu sama Kenan gak bareng. Kenapa gak satu kampus aja " Tanya papah Adnan.
Kyra benar - benar terkejut mendengar ucapan papah Adnan, pasalnya ia tidak tau kalau dirinya dan Kenan mendaftar ke universitas yang berbeda, bahkan Kyra tidak tahu Kenan masuk universitas mana. Selama beberapa hari ini Kyra menjauhi Kenan, Kyra tidak pernah terfikir sampai ke situ. Yang ia fikirkan hanya bagaimana caranya agar rasa ini hilang dari hatinya.Kyra merasa bingung dan tidak tahu harus menjawab apa.
Setelah berfikir sejenak akhirnya Kyra pin menemukan jawaban yang menurutnya pas, dan tidak akan membuat ayahnya Kenan ini curiga.
" Walaupun kita beda kampus tapi aku sama Kenan akan tetap jadi sahabat ko' om. Om gak usah khawatir aku sama Kenan akan baik - baik aja " jawab Kyra seolah tau perihal perbedaan kampus yang dia dan Kenan pilih.
" Syukurlah kalau gitu, om senang mendengarnya " Ujar papah Adnan merasa lega.
Kemudian mereka pun terus melanjutkan obrolannya dan tawa kecil terlihat mewarnai obrolan mereka. Tak terasa hari sudah mulai sore, matahari sudah enggan bersinar lagi. Hari sudah mulai senja, dan malam akan segera menunjukan kegelapannya.
Kyra memutuskan untuk segera pulang dan pamit pada papah Adnan. Begitu pun dengan papah Adnan, papah Adnan berniat mengantar Kyra pulang namun ternyata Kyra membawa mobil.
" Makasih ya om udah nemenin Kyra, biasanya Kenan yang nemenin Kyra. Sekarang malah om " sambil tersenyum ceria benar - benar merasa senang karna biasanya jam segini ia tengah benar - benar merasa jenuh karna beberapa hari ini Kyra mencoba menghindar dari Kenan jadi tidak ada yang menemaninya di saat dia merasa jenuh dan kesepian. Padahal Kenan selalu menghubunginya akan tetapi Kyra mengacuhkannya.
" Harusnya om yang berterimakasih, karna kamu sudah bersedia memenuhi permintaan om untuk bertemu " sambil mengelus rambut Kyra.
" Ya udah om Kyra pamit pulang ya, om hati - hati pulangnya nanti ya " penuh perhatian.
" Iya Kyra, kamu juga hati - hati bawa mobilnya ya " sambil tersenyum dan memegang pundak Kyra.
__ADS_1
Kyra hanya mengangguk dan tersenyum, kemudian keluar dari kafe tersebut dan menuju area parkir tempat mobilnya terparkir.