
setelah bagas mengantar RENi pulang
Bagas pun kembali ke kantor,banyak fikiran yang memutar mutar di kepala dan hatinya,ingin tetap menemani Reni tapi pekerjaan tak bisa ia tinggalkan.
sembari menyetir mobil rasa kehawatiran kian berkecamuk.Sesampai di parkiran perkatoran dia menyerahkan kunci mobilnya ke securiti,
tolong parkirkan mobil saya.baik pak jawab securiti.
Bagas berjalan ke lif untuk menuju ruangannya di lantai atas.
Siang pak sapa Vio asistennya. apakah dokumen yang saya minta sudah di meja saya Vio?.sudah pak jawab Vio.
tetapi ada satu masalah pak,Bapak danu ingin membahas soal tender kemarin di hotel X nanti malam,jadi kalau bapak mau datang ke sana,pak danu tidak akan membatalkan proyeknya. tetapi kalau tidak proyek ini tidak akan bisa terealisasi sesuai yang kita harapkan.jd bagai mana menurut bapak?
baiklah Vio nanti malam temani saya ke sana.siap pak Vio akan konfirmasi kembali ke sekertaris pak danu.
Di dalam kantor Bagas mengkaji ulang proposal yang ada di hadapanya,membolak balikkan kertas lembar demi lembar,pekerjaan ini yang selalu menyita waktunya dari siang berganti malam,rasa jenuh berkutat.alangkah baiknya kutelpon Reni dulu.
dert...
dert....
dert..
dert..
dert ..suara getar HP Reni.
halo Aslkm mas ada apa mas.
walaikum salam,Reni maaf mas tidak bisa datang ke rumah,banyak kerjaan yang mas musti kerjakan.
Nggak apa mas.harusnya mas telpon ayah bukan Reni.
Kalau ayah tahu apapun yang mas lakukan,kalau ke kamu mas mesti kabarin paling nggak bagaimana perasaan mu saat ini, sudah baikan nggak sedih lagikan?
Insyaalah Reni baik baik saja.ini lagi belanja di minimarket terdekat.
Mas' kangen reni.
Ya sudah pulang kantor mampir ke rumah Reni saja.
love you imutku kata Bagas
ia yang, Reni juga.
Ya sudah Mas tutup ya Aslkm.
Walaikum salam.
thok...
thok...
Pak Bagas, ia masuk Vio.yuk berangkat Pak,bagaspun berundur dari meja kerjanya,aku harap setelah ini semuanya terealisasi sesuai yang kita harapkan ya Vio.
Vio bagaimana dengan berkas berkas yang di KUA?. semua sudah vik Bagas tenang aja tunggu semingguan untuk panggilan berikutnya.
__ADS_1
Vio aku ingin pernikahan yang sederhana mengingat orang tua Reni sedang sakit, bagaimana dengan ayah kamu Gas' apakah Boleh menikah dengan sederhana secara kalian orang terkaya sekalimantan.
bagaimana pandangan kolega kolega ayah kamu.
yang menikah itu aku Vio bukan mereka kalau ayahku sih terserah bagaimana keputusan ku,yang di ingin ayah hanya cucu. mereka berbincang layaknya sahabat karena Vio adalah sahabat Bagas dari semenjak smp sampai saat ini.kedekatanya seperti adik bagi bagas, karena vio dulu adik kekasnya.
Vio hanya akan bersikap formal bila di kantor saja.
Hotel X tempat pertemuan yang di janjikan Bpk Danu,di ruang meeting banyak pemegang saham dan beberapa investor duduk menunggu kedatangan Bagas,nah ini calon mantu saya sudah datang teriak bapak danu pada calon investor.
tetapi bagas tak menghiraukan apa yang di bicarakan pak danu.
baiklah bagaimana kalau rapat ini saya sesegerakan ucap bagas,sedangkan Vio menyalakan proyektor dan memasukan flash disc
Bagas pun memberi keterangn panjang lebar mulai dari presentasi dan pemasaran yang akan berjelanjutan jangka panjangnya.
mool yang akan di bangun selain untuk menengah ke atas juga untuk kalangn menengah ke bawah.
rapat'pun berakhir dengan anggukan kepala tanda setuju dari para investor dan pemegang saham,akhir yang sesuai di harapkan Bagas.
Ruangan meeting pun mulai berundur sepi,kini tinggal Vio menyusun fail faik yang di pakai rapat dan Bagas menunggunya.
kemudian bapak danupun masuk kembali keruangan itu.
Nak bagas bagaimana dengan ajuan persyaratan saya supaya kamu menikah dengan putri semata wayangku,jika jawaban mu iya maka tender ini akan saya realisasikn sesegera mungkin tapi jika tidak maaf saja saya akan berundur dari proyek ini dan tentu saja para investor akan menarik kembali saham mereka hahaha.tawa sinis pak danu memberi ancaman kepada Bagas.
Apakah ini suatu ancaman pak tanya Bagas?. bukan ancaman nak tetapi tepatnya tawaran.
baiklah sebaiknya kamu fikirkan dulu saya beri waktu tiga bulan nak Bagas. baik pak beri saya waktu itu dan akan saya beri jawabannya nanti,.
Pak danu berangsur pergi dari ruangn itu.
pantas saja ayah sudah mewanti wanti'ku hati hati bila berhadapan dengan pak Danu.ternyata di balik semua sialan..maki Bagas pada dirinya sendiri.
tenang Bagas jangan terbawa emosi,bujuk Vio.bagaimana kalau kau percepat menikah dengan Reni jadi biar lambat laun pak danu baru tahu,tapi Vio orang satu ini terkenal nekat.
coba kau ceritakan dengan ayah pasti ada solusinya.
Bagas pun mengeryitkan keningnya dan di pijat pijat untuk mengurangi rasa pusingnya.
sebaiknya aku pulang dulu Vio kamu balik ke kantor naik taksi saja ya,aku tak ikut makan malam, kau turun saja makan malam dengan mereka.
Baiklah"pulang saja Gas cerita ke ayah bagaimanam solusinya nanti.
aku tak bisa Vio toh ini sudah malam kasihan ayah sudah tidur,aku pergi ya Vio.
Bagas pergi meninggalkan Hotel X.
Di perjalanan Bagas memesan makanan untuk di antar ke rumah Reni.
dert...
dert..
dert..
dert..
__ADS_1
dert .. angkat Reni.
Halo Aslkm ya Mas, ada apa?.
Mas pesan makanan bentar mas ke rumah mu.
Ia mas,mau minum apa Reni bikinkan sekalian.
Bikinin teh panas ya 15 menit lagi sampai rumah kok, bagaspun menutup telponya.
sepertinya jalan kian sepi,dasar Pak danu,dia salah siapa yang dia ancam saat ini,di fikirnya aku anak kemarin sore,sialan danu..
Mobil bagaspun tiba di rumah Reni,Reni yang mendengar suara mobil bagas segera membuka pintu pagar rumahnya.
Masuk mas ajak Ren ke dalam rumah. makanan sudah datang belum Reni?. Sudah Mas,yuk masuk makan.
Reni boleh tidak malam ini nginap di rumah mu?.boleh mas nanti tidur di kamar ibu,baju mas juga ada kalau mau mandi di sini.baju, Mas nggak bawa ren.
Mas ingat waktu di salon,baju mas sudah Ren cuci.
makan dulu yuk ajak Reni mereka berbincang di ruang makan sambil menikmati hidangan yang di meja.
hari ini sangat melelahkan Reni ucap bagas.
kalau begitu mas cepat makan dan mandi baru istirahat.
Boleh nggak mas tidur di kamar mu saja,toh tempat tidur kamu ada dua biar mas yang bawah kamu di atas.
Sudah mas mandi aja dulu,terserah mas aja tapi kasurnya tak senyaman di rumah mas,mas tidak keberatan?.Tak apalah Reni.
bagaspun mandi di kamar Reni, Reni membereskan meja makan dan mencuci piring berkas mereka makan.
Oh iya Reni belum sempat ngasih handuk dan bajunya mas tadi,REN pun menyusul bagas ke kamar.
Mas ini baju dan handuknya ya Ren taruh di atas kasur.la Reni jawab Bagas dari dalam kamar mandi.Reni bisakah bikinkan MAs kopi?.baiklah,Reni kembali menyelesaikan pekerjaanya dan membuat minuman yang di pesan Bagas.
Ren menyusul bagas ke kamarnya.sudah selesai Mas mandinya.sini Reni keringkan rambut Mas.
Bagaspun duduk di depan meja rias dan Reni mengeluarkan hair dryer untuk rambut bagas.
Capek ya mas,la Reni.bisa tolong pijitkan pundak mas sekalian.
Duuh tumben Mas banyak maunya,tapi Reni melakukan apa yang di mau bagas walau sesekali menggerutu.
Bagaspun menarik tangan Reni dan memangku tubuh Reni di atas pahanya dan menciumi kedua pipi Reni.
Reni mas sayang banget ama kamu.
Reni juga mas.kini mereka memautkan kedua bibir menciumi dengan lembut
Reni kalau berkas di KUA selesai kita nikah ya?.Apa nggak sebaiknya nunggu ibu datang mas?.kita bisa minta restu ibu lewat telpon dulu,nanti masalah pesta bisa kita tunggu ibu.
Kenapa kesanya di paksa sih mas.aku tak ingin melakukan itu sebelum kita sah jadi suami istri Reni. padahal MAs sudah ingin begitu.... Ayah mendesak ingin punya cucu.
Nanti Reni telpon ibu dulu ya mas,kalau boleh dan di restui Reni mau.
Reni dan bagas pun tidur sekamar tanpa berbuat hal yang tidak tidak,kini merekapun tidur terlelap setelah berbincang panjang dan lebar.
__ADS_1
jangan lupain jejak mu ya like n komen bintang ret,vote juga ya