
Setelah kami mengantar Lyly dan Eno di rumah mereka , kami pun menuju rumah Reni.
Ren dari tadi kok diam aja?. katanya mau cerita ke aku . jadi kepo nih.
Nantilah Mas kalau sudah sampai rumah,nggak enak nih kalau masih di jalan.
Aku jadi penasaran Ren ada apa sih sebenarnya?.
tert....
tert ....
tert tert...
Hpnya bergetar membuat Reni terkaget , "Astafirlohalazdim " , huh bikin kaget aja ini hp yang di dalam kantong celana , jantungku serasa lepas.
akupun memukul kening dan mengelus dadaku yang berdebar.
Ada apa sih Ren macam orang ketakutan saja ? . nggak kok mas ,bentar ya ibu telpon ni.
ia Bu bentar sampai rumah kok , ni masih di gapura perumahan.
kamu sama siapa reni , jadi makan di rumahkan?.
Ia Bu,ada mas bagas juga kita makan di rumah saja.
ajak pak kuncoro ren" ibu masak banyak nih.
siip ibu siapin aja lah yook Asalamualaikum.
Kenapa Ren" , Ibu masakin kesukaanku ya ? .ia Mas katanya kalau sempat jemput ayah Mas sekalian , kita makan di rumahku . bentar ya Ren aku telpon ayah dulu.
truuut...
trruuut...
Aslkm Yah , sudah makan belum ? ,kalau belum Bagas jemput ,kita makan tempat Reni.
wakaikum salam ,Ayah sudah makan Bagas.
ooh ya sudah kalau ayah sudah makan .vaku pulang agak lambat dikit ya Ayah Asalamualaikum ,kemudian Bagas memutus sambungan telponnya.
Ren Ayah sudah makan katanya tadi di masakin sama bu inah , kita langsung ke rumah kamu aja ya?. "Baiklah Mas ".
Tak sampai 5 menit kami pun tiba di rumah.
Asalamualaikum Ibu , kami berdua langsung masuk ke dalam rumah yang sengaja tidak terkunci.
Walaikum salam , Eh Nak bagas masuk masuk ibu sudah siapin makanan ke sukaan mu lho yuk makan sini . ibu menarik lengan mas bagas yang dia anggap anaknya sendiri itu .
bahkan aku yang notabene anak kandung saja tak di hiraukan oleh ibu.
Ya... IBU lupa dengan anak sendiri ,Mas Bagas yang di sambut ,aaahh Reni cemburu ni ,canda Bagas.
Ren kamu itu sudah besar kok macam anak umur 5 tahun sahut ibuku , sudah sana cuci tanganmu kita makan sama sama . ini Ibu ambilkan nasi ya nak Bagas.
Makasih Bu sudah repot masak untuk bagas hehe.
sudah nak bagas makan saja yang banyak Ibu senang kok nak bagas ke sini rumah jadi rame . " anggap seperti rumah sendiri aja ya."
__ADS_1
Mana bisa Bu rumah kita ndak seperti punya Mas Bagas , lha setengahnya aja Nggak ada.
rumah Mas bagas itu luas Bu ART nya saja ada banyak , belum lagi bibi inah yang khusus untuk jaga ayahnya.
Bukan masalah besarnya Ren tapi kenyamanan yang ibu maksud,anak satu ini Kalau cemburu bawaanya ngomel dan sensi terus.
tenang Ren kalau nak bagas jadi menantu ibu, bapak kamu juga ikut senang seperti ibu.
Aahh Ibu bisa aja " celetuk bagas" menahan malu.
Apalah hubungan makan dengan calon mantu Ibu ibu , Kami bertiga makan di ruang makan sambil berbicara yang entah ke mana arahnya.
di mulai dari calon mantu , sampai calon cucu Aku jadi pusing sendiri , sedangkan Mas Bagas menjawap malu tapi berharap .
sampai acara makan kamipun selesai.
Mas aku tinggal mandi sebentar ya ,temani Ibu bentaran Nggak apakan ? . mandi sudah Ren.
aku berjalan ke arah kamarku , sambil melamunkan apa yang di katakan oleh ibuku tadi .
andai saja semua jadi kenyataan , tak terasa pipiku berwarna merah , ahh malu sendiri aku di buatnya .
mandi cepat Ren , cuci rambutmu supaya tidak berfikir macam macam bicaraku pada diri sendiri.
Nak bagas mau minum kopi atau lemon tea biar Ibu buatkan ! . kopi saja bu ! .
bagas tunggu di teras ya bu . iya nak bagas.
tak sampai 4 menit kopipun di sajikan ,ini nak kopinya "lBU tinggal sholat dulu ya " .
Baik bu silahkan terimakasih untuk semuanya ya Bu . ucap bagas.
lho ke mana ini orang kok jadi sepi . aku mencari di sekitar ruangan ,ooh itu dia di teras.
" Hai mas sapaku ".
wahh basah basah gini habis mandi , hmmm wanginya Ren aroma tubuh mu pingin rasanya mendekap dan memelukmu , bibir mu yang mungil ingin rasa hati mengecupnya , " glek " Bagas menelan salivanya sendiri sambil menatap tubuh imut Reni.
tinggi 155 cm dengan berat badan 40kg semampai,tak kurus dan tak juga gemuk , " seksi " menurut Bagas dalam lamunanya.
Mas oi Mas " ,yahh melamun , Mas ku panggil dengan nada yang lebih kencang .
la Reni ada apa aku dengar kok .
ya merah sendiri mukanya ,apa sih yang Mas lamuni tanyaku ?.
lni Ren masalah kantor Nggak penting jawap bagas berbohong. oh ya katanya tadi ada hal yang mau di ceritakan , ada apa sih penasaran deh Mas di buatnya.
kalau Reni ceritakan nanti mas Nggak percaya ' tapi kalau tak ku ceritakan jadi ke fikiran nih ,galau lah .
Ren cerita aja Mas dengarkan.
hmmm baiklah , begini mas tadi sebelum mati lampu ituu... aku sama Lyly sedang beres beres , dan ku kira Lyly di kamar mandi habis lampunya nyala mati , nyala mati .
kemudian ada seseorang yang menangis di kamar mandi secara suaranya kencang lagi.
Lalu lyly dan Eno ke arahku kami pun saling menguatkan satu dengan yang lain , eh tiba tiba lampu mati semua.
suara tangis pun menjadi jadi , takutlah kita Mas dan mbak kunkun keluar dari kamar mandi kepalanya saja , Masyaalah Takutlah kita Mas .
__ADS_1
Mas ada solusi nggak ini untuk kita.
memang waktu beli nggak kamu telusuri seluk beluknya bagaimana ?. paling nggak tanya tetangga yang ada di sana ? . "nggak Mas ", Reni cuma berfikir dari segi tempat memudahkan usahaku .
harganya juga bersahabat ,bahkan aku dapat potongan harga 5% lumayankan.
Terus " sebelum kamu buka usahamu ini ada Nggak pengajian atau sholawatan di tempat itu?.
Nggak ada Mas ,Reni cuma kasih uang ya adalah rezeki untuk anak yatim dan duafa.
Reni niatkan untuk ini salon Reni, dan atas pecapaian Reni selama ini.
Ren " bersedekah dan selamatan rumah itu beda kamu kok nggak tahu.
bukanya sama saja Mas ,Ren Nggak tau e' hihihi .
kalau begitu besok akan ku buat acara itu deh suruh Ibu biar undang teman majelis taklimnya.
Makasih Mas sarannya . kemudian giliran Mas yang mesti cerita nih , jadi sekarang Mas bagas jomblo ni tanyaku mengalihkan pembicaran dan pandangan mata bagas yang ke arah dadaku terus.
hmm mau bagaimana lagi Ren . hal ini saja Mas belum cerita ke ayah . Mungkin belum jodoh ya?.
Sabar Kak kalau sudah jodoh juga nggak ke mana.
Paling nggak kamu mau daftar ke aku Ren?, canda bagas.
Apalah Mas bagas ni.
(ah,sebenarnya mau sih tapi gengsi lah,kenapa harus aku yang mulai bermain hati) gumam Reni dalam hati.
Ya sudah Ren mas mau pulang dulu sudah jam 21.30 ,nggak pantas di rumah wanita jam segini,IBU mana?,Bagas mau pamit dulu, Oya tawaranku yang tadi berlaku lho buat kamu dan nggak ada kadaluarsanya ingat ya REN.
Apalah Mas ini, sebentar Ren panggil ibuku.
Bu.. Mas bagas mau pulang ni.
ibupun keluar dari kamar dan menyalami Mas bagas.
Hati hati di jalan nak . ia Bu , Mas pulang dulu ya Ren .
Hati hati mas kalau sudah sampai rumah coling reni ya.
la ntar malam mays coling Ren sapa tau tawaranku ada jawabanya hehehe.
Mas Bagas pun barlalu sambil tertawa sendiri.
Bu ada sesuatu yang ingin Ren sampaikan masuk yuk ajakku sambil memeluk ibuku .
ada apa sayang ?. Bu besok bisa nggak pengajianya tempat salon yang baru Ren buka, konsumsi Ren catring aja,ntar yang beres beres nyiapin tempatnya biar anak anak deh jadi ibu ke sana sama teman teman ibu.
Ren sewakan Go car . bisa ya buu.
Besok pagi aja ya Ren kasih kabarnya , biar Ibu telpon teman teman dulu , memang kenapa Ren?.
buang sial aja Bu, biar usaha Ren jadi BAROKAH .
(aku tak berani menceritakan yang sesungguhnya takut Ibu ke pikiran,gumam dalam hatiku)
¢∆~ ****
__ADS_1
setelah baca jangan lupa ya like komen vote dan bintangnya juga,jadikan cerita ini kesukaan reader dan share ke teman teman .lop lop deh