
selamat baca ya.maf kemarn g bs Up akunya
Siang itu yang seharusnya jadi acara jalan jalan berubah jadi acara baebeqiu.
Setelah Reni Riques ke Bi inah untuk mengungkep ayam.Reni kembali ke atas untuk melihat suaminya yang sedang tertidur melihat bagas tertidur Reni ikut masuk dalam selimut bagas.
Reni ndok cah ayu tangi ndok seketika Reni terbangun oleh suara yang membangunkanya.
Asalamualaikum cah ayu.
walaikum salam mbah sampean sinten.
aku buyutmu sing jogo rogo mu.
hmm wonten nopo mbah seingat Reni kakek Reni sudah meninggal wajahnya pun Nggak sama seperti sampean.
Aku iki leluhurmu ndok,Nggak kabeh buyutku due penjaga koyok awakmu.
maksud kedatangan sampean wonten nopo nggeh?.
Aku peringatno yo ndok bakal ono orang yang ingin mecelakakan keluargamu, maka jaga mereka dan bayi sing onok wetengmu bakal dadi penerusku.
Apa maksud mbah?.
yo wes ngunu ae yo ndok" pesenku jogo keluargamu apik apik Asalamualaikum.
Walaikum salam.
Yang sayang bangun donk mimpi apa kok sampai nangis seperti itu Bagas menggoyangkan tubuh Reni.
Reni terbangun masih dalam posisi sesenggukan air matanya membasahi pipi.Nggak Ada apa apa, Mas Reni cuma mimpi buruk. Bagas kemudian langsung memeluk tubuh Reni.
Reni turun yuk Mas lapar ni ! . ayok Mas jawab Reni.
sesampainya mereka di dapur.
Bi minah Reni memanggil dari ruang makan. Ia Non" bibi di dapur sebentar ya.
Sayang buatkan Mas coklat hangat donk.Ia sayang sabar ya.
Bii " Reni memanggil ARTnya itu. ia Non ada apa. Ayam yang tadi itu sudah selesai?.Sudah Non alat bakarnya sudah bibi siapkan di taman belakang.
ya sudah bi Reni minta sosis dan daging nya tadi iris iris mau Reni bakar sekalian. Baik Non.
__ADS_1
bi inah menyiapakan peralatan, kemudian reni ke dapur membuat coklat hangat untuk suaminya.
Mas ini minumannya. makasih ya sayang. Mas yok kebelakang Reni mau buat sesuatu buat makan siang kita sambil menarik satu tangan Bagas menuju taman belakang.
Reni mau bakar ini " Mas mau. Di lihat oleh Bagas ada ayam daging dan lain lainya.
Bagas membantu Reni membakar semua dan di bawa ke ruang meja makan.
Bi inah pintar ya buatin kita sambal.Makan Mas Reni menuangkan nasi ke dalam piring Bagas merekapun memakan hidangan yang sudah mereka buat sampai tak tersisa.
yang sholat dulu yok ajak Bagas.Ayok Reni menggandeng Bagas menuju kamarnya.
***
jam.16.30.mereka semua pulang dari acara JJS jalan jalan santai. Vio terlihat menurunkan bekal yang sudah habis merka makan dan juga beberapa tas. Aku dan Bagas melihat mereka dari ruang tamu.
Asalamualaikum Mbak cantik" sapa shanti yang masuk ke rumah duluan.
Senang shanti ya" hmmm ucapku sambil melirik Vio yang ada di kejauhan.
Ibu bagaimana senang juga sudah jalan jakan tanyaku. capek Reni" ibu mau langsung ke kamar ajalah.ya sudah Ibu rehat gi.
Mbak ini buah yang sudah kita petik tadi ucap selvy memberikan dua kantong plastik untuk ku lihat.
Vio menggandeng Ayah masuk dalam rumah.
Kenapa dengan Ayah Vio tanya Bagas?. Ia nih Nggak tau bilang Ayah pundaknya berat terus dadanya terasa berat. Sini Yah" biar Bagas yang bawa Masuk.Ayahpun di bawa ke dalam rumah oleh Bagas.
Reni di meja makan membuka tiap kantong plastik memindahkan buah ke dalam wadah.sebenarnya banyak ART Bagas yang ingin mengerjakan tugas yang Reni kerjakan namun Reni cenderung mengerjakan sendiri.
seperti memotong beberapa buah untuk di taruh atas piring.selesai itu Reni menuju ruang tengah menuju Suara Bagas dan Ayah.
Astoqfirloh hai turun dari pundak Ayahku.ku taruh piring yang berisi buah buahan di meja dan akupun menuju tepat di mana anak kecil itu berada yaitu di pundak ayahku sementara kakinya di hentak hentakan di dada.
aku Nggak mau,Aku pingin bawa dia anak itupun semakin menjadi jadi menjambak rambut ayahku.akupun mendatangi anak itu berusaha menyentil telinga atau keningnya tapi tidak bisa.
Bagas dan Vio tercengang melihat tingkahku bagitu pula Ayah yang berada tepat di hadapanku.
Reni jaga sikapmu Ayah itu orang tua Bagas menarik tubuhku tapi aku tetap berusaha menarik anak itu dari tubuh Ayahku.
aku tak menghiraukan perkataan Bagas hingga bentakan itu"Reni sadar apa yang ingin kamu perbuat ke Ayah seru Bagas. Nggak" sopan.Bagas menampar kedua tanganku yang siap mengarah keanak kecil itu.
akupun berteriak menyuruh anak itu turun tapi anak itu tambah memainkan tanganya dan jari jari yang berwarna hitam pekat siap mencekik leher Ayah.
__ADS_1
Bagas dan Vio di buat kalang kabut melihat mata Reni yang semakin memerah menahan amarah.
Mas Ayah akan di bunuh anak itu lepasin tangan aku.Anak mana Reni? tanya Bagas.
Bagas leher Ayah serasa sesak suara Ayah yang terasa berat dan susah untuk di keluarkan.
Bagas melepaskan tangan Reni Bingung melihat istri dan Ayahnya.Ibu yang dari kamar mendengar keributan berhambur keluar dengan adik Reni.
Bu lihat bu Ayah di naiki anak kecil dan dia berusaha mencekik Ayah.Ibu Reni kemudian terkejut melihat anaknya.Reni harus Nolong Ayah bu hiks..hiks..hiks Reni menagis sejadi jadinya.
ibu jadi mengingat pesan Almarhum suaminya bahwa Reni bisa melihat yang orang lain tak bisa melihat tapi hal itu sudah di tutup oleh kakek Almarhum Bapak Reni,kenapa sekarang dia bisa begini lagi.Ibu Reni memeluk anaknya.
Reni lihat Ibu dan duduk sini,Reni menuruti apa yang di suruh ibunya.sebentar ibu ambilkan air.
Ibuku pergi ke dapur meminta air putih kepada Art dan sebatang sapu lidi.kemudian menyuruh ARTnya mencuci sapu lidi itu dan di bacakan surah pendek Alfatiha,Anas.Ayat kursi. selesai itu Ibu datang lagi padaku.
Reni rilekskan fikiranmu buatlah hatimu setenang mungkin jika ada seseorang yang memanggilmu dengarkan dan ikutilah apa yang beliau suruh.Reni menjadi terdiam dan betul saja yang ibu ucapkan.
Asalamualaikum Ndok cah ayu.Walaikum salam jawabku.Ambil air yang sudah ibumu bawa dan ambil sapu lidi itu pukulkan ke seluruh tubuh anak itu.
tapi mbah Reni tidak bisa meyentuhnya.minum Air itu biar mbah yang membuka mata batin mu dan mbah yang akan memberikan kembali kanuragan milikmu Wasalamualakum.
Walaikum salam jawabku kemudian aku membuka mataku.
Bagas, Vio,adik adik dan ibuku ku perintahkan untuk minggir dari hadapan Ayahku.
Art di rumah bagas berkumpul mingintip dari pintu ingin melihat apa yang terjadi.
Anak kecil itu seolah mengejekku.memperlihatkan gigi hitamnya memelototkan kedua matanya yang seolah mau keluar dari pelupuk mata.memukul mukul tubuh Ayah semakin menjadi jadi. hingga aku geram di buatnya.
Ayah maafkan Reni. Bismilahhirohmannirohim.aku mengambil sebatang lidi dan memukul ke arah anak itu.tak luput Ayahpun terkena pukulan itu.
Anak kecil itupun berlari tugang langgang akupun berusaha menyentuh telinganya dan menjewer telinganya sampai berdarah.Ampun Mbak Ampun huaaaa huaaaa hik...hik anak kecil itu menangis sejadi jadinya.kenapa kamu mengganggu keluargaku tanya Reni.
Aku di suruh huaaaa huaaa. kenapa kamu mau tanyaku?.aku di pelihara jika aku bisa membawa jiwa bapak itu aku akan di berikan sesaji yang bisa membuatku 10x lipat hebatnya dari saat ini,sudah banyak jiwa yang aku ambil tinggal lima lagi huaaa.
Maafkan aku karena niatmu yang tak taulah harus aku bilang apa.. maka kamu harus binasa.
ku pukulkan sapi lidi itu tepat di tubuhnya dengan keras seketika dia menjadi Asap yang mengepul seperti kabel terbakar dan menghilang.
semua terdiam dan mematung melihat kepulan Asap putih dan suara tangisan.
Ayahpun kini merasa baikan.Alhamdulilah Nak tubuh Ayah kembali kesemula sesaknya sudah menghilang.Kapan Rasa sakit itu ada Ayah tanya Bagas, tadi sehabis dari manggar Bagas.Alhamdulilah semua kembali kesemula kata Ayah.
__ADS_1
Ayo jangan lupa ya tinggalin like rate comen dan jadikan karya aku jadi yang faforit di NT mu.ku tunggu jejak mu