Salon Angker

Salon Angker
Pembalasan Danu yang sia1.


__ADS_3

helo reader all be back ya.jangan bosen bacanya masih sedikit menegangkan belum ke babak melow dan meresahkan.


Akhirnya Danu kembali ke tempat Pak Apoh dan membawa semua keperluan untuk ritualnya bahkan sapi yang di minta Apoh kini berada di depan mata.


Baiklah Danu ini semua aku lakukan untuk kepentingan kamu sendiri dan apakah kamu siap dengan segala konsekuensinya.


Siap Pak akan saya coba dengan sepenuh hati.


Apa kamu siap menjadi gila atau jiwamu termakan oleh iblis jika tandinganmu lebih kuat dari Yang kamu kira?.


Aku Danu berani mati bila dendamku tak terbalaskan. Baiklah kalau begitu aku kira tekat mu benar sudah bulat nanti malam kita akan lanjutkan ritual ini,ingat Danu hari ini kamu harus puasa mutih kata pak Apoh.


Puasa mutih itu puasa apa Pak Apoh?. Puasa tanpa merasakan manis,asin dan segala macam.buka buasa hanya boleh dengan nasi dan air putih apa kau mengerti. Baik Pak Apoh akan saya laksanain pesan Bapak.


kemudian Danu masuk ke dalam mobil dan menunggu tengah malam tiba.


Di kediaman Kuncoro.


semua bekerja bakti membersihkan ruangan rumah untuk di lakukan pengajian semalam suntuk di pimpin langsung oleh Ustadz Romli dan beberapa santri yang di datangkan langsung dari pesantren Al'mujahidin.


Reni kembali drop dengan kondisinya saat ini lemas karena kurang cairan dalam tubuh bagaimana tidak setiap asupan yang ia makan akan kembali dia muntahkan.Hanya susu dan mangga muda Yang bisa bertahan dalam perutnya.


Reni sayang besok Ibu akan pulang ke jawa juga adik. bisa Nggak Mas minta nama lengkap untuk memesan tiket pesawatnya.


Baiklah Mas,nama ibu Siti humairoh inaiah. Adik pertamaku Novi silvyana rahma. adik terakhir Shanti aisiyah marwah.


Baiklah Mas ketik dulu di laptop. Rencana keberangkatan jam berapa sayang tanya Reni ke suaminya. jam sepuluh pagi. Ibu sudah tahu kalau kita belikan tiketnya?. Sudah tadi Mas yang berbicara langsung ke ibu. Reni beranjak dari ranjang dan ke kamar mandi lagi.


huwek...uwek...uwek.. muntah kembali untuk kesekian kali.


Bagas berlari mengikuti Reni. memijat tengkuk leher belakang dan mengusap perut Reni.


Mas gendong.. Ia sayang ayuh Mas gendong ke ranjang.Reni di gendong depan seperti menggendong bayi.


Lihatlah sayang tubuhmu jadi kurus lagi,Apa sesakit itu hingga kamu tidak mau memakan apapun. Reni tak menjawab hanya lelehan air mata yang mendarat di pipi.

__ADS_1


Sayang usapin perut aku yah sampai aku tertidur. Bagas yang melihat istrinya begitu lemah tak kuasa mau menolak ke mauan istrinya.


seragam lengkap kantor pun ia tanggalkan.lalu menelpon Vio.


Vio tolong hari ini heandel dulu kerjaanku untuk rapat itu.kerjaan yang lain akan aku kerjakan di rumah saja,kirim lewat email data data yang di pelukan saat ini. Baik Bos. kemudian sambungan telpon di putuskan oleh Bagas .


Berbaring di sebelah Reni dan mengusap perutnya sampai akhirnya Reni tertidur.


Setelah di rasa Reni tertidur Bagas turun ke bawah untuk sarapan dan mengambil beberapa buah dan roti serta susu kesukaan istrinya.


Di ruang makan terlihat Ayah dan ibu Reni serta adik adik reni bersenda gurau.


Bagas hari ini kamu Nggak ke kantor tanya Ayah?. Enggak Yah Bagas kerja di rumah saja kasihan Reni muntah2 terus. ohh ya sudah jagain istrimu baik baik.


Kak sarapan dulu nih ibu bikin makanan ke sukaan Kak Bagas. Baiklah lebih baik begitu aku sarapan dulu baru bawa buah dan roti ini ke kamar.


Nanti malam pengajian hataman Qur'an ya Nak Bagas?. Ia bu sekalian ruqiah rumah biar jauh dari hal hal yang tidak kita inginkan. Baguslah Nak.


Bagas menghabiskan makanan di piringnya dan hendak kembali ke kamarnya. Bu tiket Sudah Bagas pesanin dan berangkat jam sepuluh,cek in jam sembilan. Baik Nak kalau begitu Ibu bersiap siap dulu.


Di ranjang Bagas melihat Reni tidur meringkung memeluk guling di tutupin selimut tebal. Reni bangun dulu minum susunya dulu mumpung masih hangat. Hemm Apa Mas tanya Reni yang masih dalam ke adaan setengah sadar.


Minum susumu dulu Sayang Mas bawakan juga beberapa roti dan buah sarapan dulu ya,Bagas mengambil.bawaanya Yang tadi di atas meja kini di letakkan samping istrinya.


Reni minum susu aja ya Mas.Ia ayo . Reni menghabiskan Susu itu sampai tak tersisa lalu tidur kembali.


Mas usapin perut aku donk mual ni. Baiklah Sayang. mengelus kembali perut istrinya.


Di rasa Reni sudah terlelap Bagas mengerjakan tugas kantornya di sofa yang ada dalam kamar Bagas.


sore hari hampir menjelang mahgrip tamu bagas berdatangan kira kira sepuluh orang.


melakukan sholat mahgrib berjamaah di ruangan tengah rumah pak Kuncoro.


setelahnya sholat merekapun membaca tahlilan mengirim doa untuk Bapak Reni dan Bunda Bagas. di lanjutkan makan malam.

__ADS_1


Sehabis sholat isya khataman Qur'an di alunkan.


Danu dan Apoh mempersiapkan sesajen untuk ritual mereka tengah malam Nanti. waktu menunjukan pukul 20.00 belum terlalu larut tetapi di rumah Apoh penuh sesak oleh mahluk mahluk yang menanti hidangan sesaji Yang akan di berikan oleh Danu dan Apoh.


Di kediaman Kuncoro


Maria kamu mau ke mana tanya Reni?. Maafkan aku Reni malam ini kita harus pergi dari rumah ini untuk sejenak,kamu mesti ikut denganku.


Mamang ada apa Maria?. Nanti kamu lihat saja sendiri ayo cepat Maria menarik tangan Reni. Lho kok kita bisa saling bersentuhan, Karena ini adalah Ruh mu dan jasad mu masih tetap di kamar,Ayo Reni kita sudah tidak ada waktu.


Maria mengucapkan entah itu mantra ataupun doa karena kalimatnya terdengar sangat lirih dan bahasanya yang kurang di mengerti.


Di kamar Bagas Reni menghabiskan makanan ya dengan tatapan kosong. Alhamdulilah akhirnya kamu mau makan juga sayang sampai bersih lagi piringnya. Namun Reni tetap terdiam tanpa sepatah katapun,kemudian pingsan dan di bawa ke kamar tidur Bagas.


yuk Sayang kita turun melihat anak anak khataman Qur'an nya.Bagas menuntun Reni keluar dari kamar dan menggandeng tangan Reni menuju lantai dasar.


Di sana terdengar alunan menyejukan hati dan jiwa apa lagi kalau bukan ayat ayat suci AlQur'an.


malam semakin larut pak romli membacakan ayat Qur'an untuk merukiah rumah Pak Kuncoro.sedangkan Anak pesantren tetap menghatamkan Qur'an.


pintu ruang tamu yang tertutup terbuka dan membanting banting sendiri seolah marah oleh alunan AlQu'an Yang di lantunkan.


Brak...Brak...Brak..Brak...


membuat semua terdiam sejenak. Pak Romli berteriak Tetap lanjutkan bacaan kalian.


pot bunga di depan rumah Kuncoro berserakan seolah ada yang menendang dan membanting.


Di tengah hutan Apoh dan Danu melakukan ritual itu seperti orang yang kesetanan memakan daging segar dari sapi yang sudah ia tebas dengan sebuah golok.meminum darahnya Yang berceceran.


kemudian dua orang itu berduduk sila membacakan mantra.


kediaman Kuncoro di buat tak karuan angin besar memporak porandakan segala yang ada.


***

__ADS_1


Maaf ya terpotong habis mau di lanjutkan entar ke panjangan besok aku up lagi deh sisanya.jangan lupa ya Vote komen like masuk ramein group dg thor jg boleh ku tunggu lho


__ADS_2