Salon Angker

Salon Angker
sesajen


__ADS_3

Haii gaes balik lagi lho aku.hapyy reading met baca yaa.kali ini episode agak menegangkan.saranku jangan baca tengah malam ntar nggak bisa bobok.kayak thor ni lagi ngetik.


***@@@.


Malam itu Pak Apoh menyembelih Ayam cemani dan menyimpan darahnya dalam wadah.menyiapkan meja kecil di pojokan rumah di situ tersedia pisang,bunga,dupa,kemenyan kopi pahit dan darah ayam cemani tentunya,di tengah malam menyibak aura dingin membuat bulu kudu merinding di buatnya.sepi bagi orang yang tak kasat mata.tapi bagi Pak Apoh semua perewangan di panggilnya membuat gubuk reot itu penuh sesak.


Ayo ayo datang dan makan semua tapi ingat setelah kalian aku jadikan kuat maka kalian harus mematuhiku,apa kalian mengerti. semua mahluk jin dan iblis mengagukkan kepalanya.


kemudian Apoh melihat dan mendengar Hp berbunyi.Hp itu sengaja di beli agar Danu tidak susah menghubungi pak Apoh. Hp nokia putih jadul fungsinya hanya untuk telpon dan sms.


**** celeng, Pak Apoh di buat kebingungan oleh Hp yang berbunyi.di tekan tombol telpon yang merah yang artinya panggillan di tolak.


Di seberang sana Danu di buat kelimpungan.duh ni orang kok susah di ajari kemarin sudah di kasih tau yang di pencet tombol hijau malah ini merah terus.wah besok mesti ke sana lagi mana kerjaan numpuk.


***~•√•*~***


di rumah Bagas Reni berbicara dengan Maria. di halaman belakang pemandangan yang menyejukan mata halaman kecil berhias warna warni lampu.


Hai Maria sapaku. Hai juga Reni. Maria tadi pagi aku kok Nggak liat kamu?.aku di depan rumah sedang memantau pergerakan musuh.

__ADS_1


Maria jaman begini kamu samakan seperti jaman dulu aja. lho ini juga demi kamu Reni. kamu Nggak tau ya kalau keluargamu di ancam oleh Danu dan laki laki Dayak suruhan Danu, mereka ingin membuat keluarga ini mati satu persatu.


Reni kamu Nggak tau ya salon tempat usahamu yang kedua portal bagi kami kaum kaum jin dan iblis,berkali kali kamu pakai pengajian tidak akan berpengaruh bagi kami. mungkin saat lantunan doa di kumandangkan kami bak cacing kepanasan tapi setelah selesai kami akan balik ke rumah kami melewati salonmu. ooh pantas saja pegawaiku sering mengeluh,Apa sebaiknya aku jual saja ya tapi di sana itu tempatnya strategis.castemerku juga sudah banyak, jadi enaknya bagaimana maria.


oh ya aku mau tanya bagaimana menurut mu tentang kecelakaan suamiku kira kira nenek itu siapa ya?. belum juga terjawab oleh maria di lenganku banyak lendir lendir hitam pekat berjatuhan.


Tes..tes...tes...tes...


Reni hati hati dengan mahluk yang ada di belakangmu Dialah yang ingin mecelakai suamimu,dia menyamar sebagai nenek itu, majulah berlahan biar aku binasakan saja dia. dengan menyentuh pundak mahluk itu berangsur menjadi kecil.


Maria kau tak apa apa, kepalamu berasap?. Memang seperti itu Reni aku bisa mengambil energi mereka tetapi kalau ke banyak aku bisa jadi besar melebihi ukuranku saat ini dan itu sangat tidak enak karena akan memperlambat pergerakakanku. Duh lendirnya membuat aku mual aku masuk dulu ya Maria. Maria tak menjawab hanya mengaguk dan menghilang.


belum juga sampai di kamar mandi tapi rasa ini tak tertahankan membuatku muntah di wastavel cuci tangan.


Reni Sayang Bagas memanggil dari lantai atas. karena mendengar suara Reni yang sedang memuntahkan isi perutnya Bagas turun dan mencari ke beradaan Reni.


tangan bagas memijit belakang leher Reni dan menepuk pugungnya. Mas Reni Nggak tahan kepala ku aduh seketika pengelihatan Reni menjadi gelap gulita. Reni sadar donk menepuk pipi Reni yang pingsan di pangkuanya. Jangan gini donk Mas takut nih, Biii biii inah tolong Bagas.


Semua ART berkumpul mendengar teriakan Bagas.Biar kita bantu 'Den Bagas'. mereka membopong tubuh Reni karena Bagas tak kuat memapah tubuh Reni pasca kecelakaan tadi pagi.

__ADS_1


Ibu dan Adik adik ku berhambur keluar dari kamar.melihat keadaan Reni.


Nak Reni bangun Sayang ini ibu tetap tak ada sahutan atau pergerakan Reni tetap pingsan. Sayang bangun donk Bagas terisak dalam tangis jangan buat Mas....


tepat jam 00.00 Suara jam besar berbunyi Reni tersadar kembali tapi kali ini bukan Reni yang memegang kendali atas tubuhnya melainkan buyutnya.


Maria kalau kau tak bisa melawan mereka aku yang akan membantu..


Semua tercengang dalam ruangan tengah melihat tingkah Reni yang seolah berperang dengan waktu. hanya di akhiri kepulan asap di tangan Reni.


tangan Reni beumuran darah tetapi bukan darah miliknya,tetapi darah dari lawanya yang tak terlihat.


kurang dari sejam Reni di buat hilang kesadaran dan pingsan lagi.


Bagas dengan cekatan menangkap istrinya yuk kita bawa ke rumah sakit panggil Pak sopir untuk suapin mobil. Baik Den Bagas jawab ART Bagas.


Bersambung...


jangan lupa Ya gaes tinggalin jejakmu lop lop deh ya,like komen vote ku tunggu lho bayy

__ADS_1


__ADS_2