Salon Angker

Salon Angker
KE jawa


__ADS_3

Bagaspun berundur dari ruang kerja ayahnya menuju kamarnya.


sedangkan Reni masih di depan meja rias hendak membersihkan riasan makeupnya.


Ternyata kamar ini jadi luas setelah di renovasi,sayangnya ibu tak bisa hadir di pernikahanku dan menyaksikan ini.


hmmm capeknya kalau semua harus sendiri ya.Reni jadi kangen ibu.biar REN telpon ibu sebentarlah.


Ttuuuut.. tuuut..., tuuut ... angkat donk bu...


Halo Aslkm Bu?.


Walaikum salam Ren. bagamana kondisi di sana Reni? lancar semuakan acaranya.


Iya Bu Alhmdlh, ibu sedang apa nii?


IBU di rumah sakit Ren bapakmu kambuh lagi. tadi siang mengeluhkan dadanya terasa sesak,Ren bisa nggak kamu balik ke jawa dulu nengokin bapak kata bapak kangeng sama kamu dan ingin melihat suamimu.


hatiku jadi merasa sedih memikirkan kesehatan bapak,air mataku meleleh di pipi hatiku merasa miris.Sedihnya jauh dari orang tua,selain finansial jarak menjadi penghalang, cobaan apa lagi ini "YA ALLAH".baik Bu akan Ren usahakan.


Ya sudah nak baikan di sana ?, jaga kesehatan dan maafin ibu yang nggak bisa bantuin acara perkawinanmu dan menyaksikanya,tapi ibu doakan dari sini semoga Jadi keluarga Sakinah,Mawadah Warohmah.


tak usah di fikirkan Bu Ren baik aja kok,trimakasih doa dan retunya,walaupun hati reni kefikiran di sana.Asalamualaikum pamit Reni.


Kemudian sambungan telpon trtutup secara sepihak.


Bagas membuka pintu kamarnya mendengar pembicaraan antara Ren dan IBUnya.


Hai sayang bagaimana kabar ibu dan Bapak,baik ajakan?la Mas,bapak "masuk rumah sakit lagi katanya,dadanya terasa sesak, jantungnya kambuh lagi mungkin.ibu berharap kita bisa ke jawa dulu bapak ingin lebih mengenalmu mas.


baik Ren kita ke jawa dulu lihat bagaimana kondisi bapak Mas ambil cuti kantor tapi nggak bisa lama ya sayang.Benar ni mas jawap Reni,kalau begitu Ren telpon Lyly dulu ya.


Reni menelpon Lyly,sedangkan bagas memesan tiket pesawat lewat aplikasi HP,sembari menelpon Vio untuk mengosongkan jadwal selama 10 hari kedepan.


Selesai acara telpon telponan Reni kembali membersihkan mukanya dari sisa makeup,melepas perhiasanya satu persatu.


tetapi saat akan melepaskan perhiasan yang menempel di leher rambut reni menyangkut dengan perhiasanya Reni terlihat kesusahan melepaskanya.


Bagas yang sedari tadi melihat tingkah Reni hanya bisa tersenyum.Maas bantu Ren donk susah nii,lepasin kalung dari rambut aku.

__ADS_1


Sini donk dekat mas,sembari menepuk kasur di sebelahnya.Ren beranjak dari kursi dan mendekat ke tempat bagas.ini nah mas kalungnya nyakut yang belakang susah mau lepasinya.yang mana tangan Bagas menyibak rambut panjang reni hingga melihat tengkuk leher Reni yang jenjang dan mulus menarik hasrat kelakianya.


Bagas mulai mencium tengkuk reni dan membalikkan tubuh Ren ke hadapanya,


reni hanya diam terpatri melihat tingkah bagas,membuatnya tersipu malu.gemesnya lihat muka kamu yang begini ren tangan bagas menyantuh dagu dan mencubit pipi reni.


Reni,Mas sangat menyayangi kamu,bibir Bagas mulai mencium lembut bibir Ren, tangan Bagas mulai menjalankan aksinya melepas baju Ren satu per satu sambil menyatukan bibir mereka,kini pandangngan mata bagas ke arah dada reni yang menggunung kembar siap di sentuh dan di rasakan oleh bibir bagas,bagas sedikit mendorong tubuhnya dan merebahkam tubuh Reni.mengawali dengan sedikit pemanasan,


reni mendesah merasakan degup jantungnya yang tak beraturan.


Mas pelan donk gituin Ren. Mas akan pelan ngelakuinnya sayang,siapkan dirimu untuk pertama memang akan sakit sayang jadi siapkan dirimu untuk nahan ini.


hingga akhirnya milik Bagas menyatu dengan milik Reni. Reni di buat merasakan kenikmatan.gerakan bagas yang semakin menyetak pelan membuat keduanya merasakan dalam kesatuan saling menikmati aroma tubuh yang berpeluh hingga hentakan akhir.


Tak hanya sekali dua kali sepertinya malam ini bakalan lembur nich.


Ren mas sayang kamu, Ia sayang keduanya saling berpaut bibir satu dengan yang lain. Sudah dong sayang sesak ni nafas,ucap Reni, Bagas mengakhiri ciuman mesra mereka.


Mas gimanani darah Reni ke mana mana,punya Reni jadi sakit,duhh susah deh mau ke kamar mandi.


Mau mas angkat ajak bagas.apa sich malu ni Aku", menjadi kalang kabut,duhh bagaimana nich mau jalan sakit buat turun dari ranjang juga sakit. Reni berbicara dalam hati.


Bagas hanya tertawa melihat tingkah Reni yang serba salah sendiri.


Biar mbak mbak nanti yang ganti seprainya mas bersihkan aja ya noda darahmu yang menempel di seprai kata bagas, tanpa rasa jijik bagas membersihkan noda darah milik Reni,kok jadi seperti kemalingan gini ya.


Puas kamu Titi ngerasain pendakian gua kenikmatan bisik bagas pada miliknya.


hahaha tawa bagas melihat tingkah Reni yang serba salah. Mau mas angkat atau bagaimana ke kamar mandinya?. Nggak tau deh jawab Reni.masihsakit sih Mas punyaku,tadi sudah di kasih tahu pelan tapi mas malah nekan kuat dan kasar.


Ya sudah mas gendong saja,bagas memapah Ren ke kamar mandi. Reni membenamkan mukanya di dada bidang Bagas karena menahan malu,secara keduanya tanpa sehelai bajupun menutupi tubuh mereka.


sini Ren kita mandi bersama,gosok tubuh Mas yang di belakang dengan sabun ya.


Reni mematuhi dan melakukan setiap kata yang di ucapkan bagas, kini mata Bagas tertuju pada dada reni,membuat milik Bagas berdiri kembali merekapun bergulat lagi di kamar mandi saling menyatukan tubuh mereka mengakat sebela kaki reni.hingga menambah nafsu dalam pergumulan itu.


selesai melakukan adegan yang penuh peluh bak olahraga di kamar dan kamar mandi tadi kini mereka mandi yang dalam arti benar benar mandi,setelah itu mereka bergegas memakai baju lalu ke ruang makan untuk mengisi perut yang sudah keroncongan.


Lama sekali,sapa Ayah bagas,yang sedari tadi menunggu ingin mengajak mereka makan.

__ADS_1


Maaf Ayah jawab Reni dan bagas.


Apakah kalian sedang membuat cucu untuk Ayah?.(pertanyaan yang konyol terlontar begitu saja)


Glek reni menelan salifanya sendiri.


Tenang saja Yah tanpa di suruh akan Bagas lakukan dengan senang hati,hehehe.


seketika wajah Reni menjadi merah padam


Reni menyikut perut tubuh Bagas, apaan sich mas,hal kayak gitu di pamerin ke ayah.


auw sakit Ren,bagas mencium pipi Ren secara kilat.


Maaas malu ni sama Ayah.bagas hanya membalas dengan senyuman.


Ayok nak makan,nggak usah malu,memang karakter bagas itu manja sejak kecil,tapi sekarang aja jadi sok sok'an kuat.


mereka duduk di ruang makan saling mengisi piring dengan nasi,tepatnya reni yang melayani mereka.


Ayah besok Bagas sama Ren mau ke jawa,apa ayah mau ikut?, Bagas sudah atur sekejol 10 hari ke depan.lho lho lho kok dadakan begitu.Ia Yah " Bapak Reni kambuh lagi jantungnya,bapak juga ingin ketemu Mas bagas jawab reni.


Lha kalau begitu yo ikut Ayah,Ayah juga sudah lama tidak ke kampung halaman ayah.


merekapun makan dan berbincang di meja makan.


Bi inah yang sedari tadi melihat di balik tembok ikut merasakan ke bahagiaan itu,


sambil berbicara pada diri sendiri,Nyonya seandainya engkau masih hidup pasti akan bahagia melihat Den bagas saat ini,air mata bi inahpun menetes di pipi,bingung antara bahagia atau sedih.


akhirnya bagas memesan tiket pesawat bisnis ke surabaya untuk empat orang karena pamanya ingin ikut sekalian


Malamnya Bagas mengajak Reni bermain lagi kuda kudaanya merekuh nikmatnya dunia berkali kali hingga tubuh mereka lunglay berbalut peluh. walaupun ruangan berAC cukup dingin tapi peluh mereka tetap bercucuran seolah melakujan treadmil ber kilo kilo. dengan penyampaian rasa sayang mengakhiri aktivitas mereka, tidur menjadi menutup akhir malam itu.


berpelukan saling mengisi dan membutuhkan satu dengan yang lain. begitulah perasaan di atara bagas dan Reni.


lnginya menjalani keluarga yang damai dan tentram akan tetapi cobaan pasti akan datang silih berganti.seiring waktu dan perputaran bumi.


bagi yang jomblo jangan ngiri yaaa

__ADS_1


Bersambung...


jangan lupa tinggalkan jejakmu,like share n comen apalagi mau kasih bintang makasih ya.


__ADS_2