Salon Angker

Salon Angker
sureprise.


__ADS_3

Lama g up kangenlah,sekolah online panding dulu tik ini bentar ,hehehe ... jadi curhat.


Selamat membaca gaes.


" Jangan sentuh aku , Aku takut ". kata Bagas tertatih berlari ke ranjang kemudian menyelimuti seluruh tubuhnya.


" Hihihihi... malam ini aku akan memakan dan menghabisimu apakah kamu akan macam macam ". suara Reni yang sengaja di buat buat untuk menakuti.


" Wah harus bagaimana ini , di mana Reni bisa mati terkencing di sini aku ". Bagas menggegam selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.


" Maas ayo donk buka selimutnya , ini Reni !"


kata Reni melepas topengnya dan sudah memakai lengerai yang di belinya lewat aplikasi.


" Reni sayang apakah hantu itu sudah pergi ? , jawab aku Reni ".kata Bagas yang masih tertutup selimut.


" siapa sayang ?" di sini cuma ada aku doang makanya buka donk selimutnya. Reni menarik kuat kuat selimut Bagas membuat Bagas tergeletak di ujung pojok ranjang.


" Alhamdulilah dia sudah pergi " sayang kamu cantik betul malam ini. kata Bagas yang saat ini menatap tubuh Reni yang berada di atas tubuhnya.


Reni mengecup dan melumyat bibir Bagas tanpa memberi cela untuk berhenti.


" Inikan yang biasa di lakukan selingkuhanmu dulu , aku tidak akan mengampuninya dan akan menghukum mu dua kali lipat dari yang ia lakukan terhadap mu ".kata Reni sambil menarik paksa baju yang di pakai suaminya.


" Jangan lakukan ini sayang aku tidak tahan ". Bagas semakin bersemangat melihat istrinya yang semakin nakal.


merekapun akhirnya saling mencumbu dan melakukan hubungan fisik saling bersatu dalam dekap nikmatnya surgawi dunia.


hingga suara ketukan pintu yang mengganggu membangunkan keduanya


Thok... thok..thok... " Bagas buka kamar mu ini Ibu ," Bara mencari Bundanya !.


Bagas berjalan dan membuka daun pintu untuk menghampiri ibu mertuanya dan mengambil Bara dalam pelukanya.


" ia Bu , baru pulang ya sini Bara ikut Daddy ". Lalu Bara memeluk Daddynya dan menciumnya sambil berbicara dydy..dydy..


" Trimakasih ya Bu sudah bawa Bara kemari !".


" Reni belum pulang ya Bagas ?".tanya ibu mertuanya .

__ADS_1


" sudah kok Bu dia sedang mandi . jawab Bagas .


"ya sudah Ibu tinggal kalau begitu nanti kalau membutuhkan ibu " aku di kamar.


" Baiklah Bu Bagas tutup ya pintunya ".


Ibu Reni kembali ke kamar tidurnya , Bagas kemudian membawa Bara dalam kamar.


****


di sisi lain tugas Shanti sudah di selesaikan dengan cepat berkat bantuan Vio sang kekasih.


" Shanti sudah malam ni pulang yuk ",ajakan Vio terucap setelah melihat arloji di tangan kirinya yang menunjukan jam 21.30.


" la ni bisa di omeli Ibu aku , tunggu sini ya Kak Vio aku cari Rio dulu !". belum terjawab oleh Vio ' Shanti berlari mencari Rio untuk membersihkan setand miliknya.


Shanti berjalan menyusuri keramaian itu mencari Rio , " Nah itu dia yang aku cari ". kata Shanti yang hendak memanggil Rio.


" Hai Shanti kebetulan , sini donk aku mau ungkapin sesuatu ke kamu nih ". Rio melambaikan sebelah tangan ke arah Shanti.


" Kak Rio aku dah selesai kerjakan tugas dan aku mau pulang sudah malem gak enak sama nyokap ".


" ya sudah Kak bicaralah sekarang ". Shanti duduk di sebelah Rio ke tempat duduk yang sudah di persiapkan Rio.


" Shanti apakah kamu tidak memiliki sedikit saja hati untukku ?".kata Rio


" Maaf Kak perasaanku terhadapmu hanya sebatas teman tidak lebih".


" Baiklah kalau begitu aku akan menutup perasaanku rapat rapat untukmu" Kata Rio .


" mulai hari ini aku akan jalan sama kaila kamu tidak keberatankan Shanti."


" lakukan saja sesukamu Kak Rio aku hanya bisa mendukung dan mendoakan supaya kamu bahagia". Baiklah kalau begitu aku pergi ya dan tugas yang sudah aku kerjakan aku masukkan dalam kardus dan aku namai ok".


Shanti berjalan meninggalkan Rio dan menghampiri Vio sang kekasih.


" Lama betul Shanti ". kata Vio yang duduk menanti kedatanganya.


" maaf Kak mencari seseorang dalam keramaian itu susah ya !". Ayo sekarang kita cabut dari sini dan tugas ini akan aku masukan dalam kardus dan ku tandai saja. kata Shanti sambil merapikan beberapa data.

__ADS_1


" Sudah selesai Shanti ? , sebelum pulang kita makan dulu yuk ".kata Vio dan merapikan Rambut yang sudah ia acak acak karena menahan amarah menunggu kekasih nya.


" Kak kita mau makan apa ini sudah malam belum lagi mampir ke apartemenmu ?".


" Aku mau makan kamu saja bagaimana ? ".kata Vio yang saat ini memeluk tubuh Shanti dari samping.


" Baiklah jika itu maumu " jawaban Shanti terlontar begitu saja.


" Ya Beneran boleh ni ?. kalau begitu kita beli makanan dan bawa pulang ke apartemenku. kata Vio dan terseyum nakal.


Vio mengemudikan mobilnya dengan agak cepat mencari makan yang akan di beli dan di bawa ke apartemennya , tapi fikiran Vio penuh dengan adegan apa saja yang ingin ia lakukan ke gadisnya.beralih ingin melakukan hal Romantis menjadi adegan mesum.


" Kak jangan laju jalanya Shanti takut ni ". ya elah malah melamun , piye gusti apa aku harus mengulangi panggil lagi. Shanti berbicara sendiri.


" kok diam aja sih Sayang" ucap Vio di belakang setir kemudinya.


" mulut aku gak diem sayang tapi kamu tu yang melamun sendiri , ketawa sendiri.


" kita beli sate aja deh untuk makan malam ini dan beberapa gelas jus kamu maukan ? ". Vio memberhentikan mobilnya di sebuah Resto bakar ternama , memasuki Resto dan memesan yang ia inginkan ,membayar dan menunggu di dalam mobil bersama kekasihnya.


" Shanti DP dulu donk " Vio menunjuk sebelah pipinya.


" Apanya yang di DP Kak ?. Shanti melihat ke arah Vio dengan ekspresi terkejut karena wajah Vio tepat di depanya yang berjarak lima centi meter.


" kanan atau kiri aku sudah siap ni ". Vio semakin mendekatkan wajahnya. " ayo buruan Shanti ". kata Vio yang kian tegas.


" Gak Kak malu akunya ". Shanti menutup separuh wajahnya.


" emmmuah " Vio mencium pipi Shanti dengan paksa dan menarik tangan yang menutup separuh wajah .


tuk...tuk..tuk.. pegawai Resto mengetuk kaca pintu mobil Vio." Pak ini pesanan Bapak " pegawai itu menyerahkan bingkisan yang sudah di pesan Vio.


Vio membuka jendela mobil dan mengambil bingkisan itu. " Trimakasih pak !". sama sama jawab pegawai itu.


Vio kembali mengendarai mobilnya dengan sedikit laju karena jalanan terlihat segang dan sepi karena malam kian larut. sesampainya di apartemen Shanti dan Vio masuk ke dalam rumah yang sudah lama tak ia datangi.


To be countiniu


sengaja ya gantung tugu up lain hari lagi ya selamat beraktifitas jangan lupa like n vote aku tunggu lho ya reader . semoga kalian sehat dan tetap jaga setamina tubuh apalagi musim kayak gini.

__ADS_1


__ADS_2