Salon Angker

Salon Angker
19 SURABAYA


__ADS_3

 Hehe up lg nih aku ya,jangan lupa like n votenya ya saya tunggu selamat membaca.


Ke esokan harinya jam 12.00 mereka berangkat ke bandara SEPINGAN Balikpapan.


Yang awalnya tiga orang kini menjadi empat orang karena paman Reni yang harusnya lima hari di Balikpapan mengurungkan niatnya.


sekitar 45 sampai 55 menit perjalanan dari Balikpapan ke bandara Juanda Sidoarjo.


akhirnya pesawat yang mereka tumpangi mendarat dengan mulus sesampainya di juanda Reni mencari mobil yang di rentalkan untuk ke KEDIRI tempat tujuan Reni kampung ibunya.


Akhirnya Ayah sampai juga di sini Nak Ren sudah hampir 12 tahun Ayah tak pernah ke sini.ucap Ayah Bagas.


Jadi bagaimana apakah ayah ingin bernostalgia di sini atau ikut Reni ke KEDIRI?. apa bisa kita berkeliling surabaya dulu Ren, ayah jadi rindu kampung ayah sewaktu kecil sebelum ke KALTIM ?tanya Ayah.


Seumur umur Bagas belum pernah ke kampung Ayah.kita mampir dulu ya sayang,Mas jadi penasaran.baiklah Mas,alamatnya di mana,Ayah masih ingat nggak biar pak sopir tahu tujuan kita.


Kalau nggak salah di perumahan Gubeng kertajaya,yang dekat setasiun Gubeng itu lo nak Reni.Baiklah Ayah.


Pak sopir tau nggak alamat itu kita ke sana dulu aja ya,tanya Ren pada sopir trevel itu.tenang aja pak ntar kita tambahin deh bajetnya.Baiklah Mbak jawap sopir itu dengan sopan.


Kami berempat masuk ke dalam mobil,sedangkan pamanku memilih pulang dulu dengan menaiki BUS katanya biar lebih cepat sampai di rumah,secara Pamanku sudah merindukan anaknya yang masih kecil.


kamipun sampai pada tempat yang di tuju oleh Ayah mertuaku.Itulah nak rumah ayah dulu,sayang sudah Ayah jual dari pada tak terurus.dulu di sini belum ada gedung ini dan itu,hmm sudah jadi pusat kota sekarang.


Ayah apa sudah tidak ada sanak famili lagi di sini tanya Bagas. Ayah mu ini anak tunggal sedangkan keluarga sudah pada pindah ke MALANG.


hmmm tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Ayah mu ini sudah tua Bagas. cepatlah kasih cucu ke Ayah.

__ADS_1


Sabar Ayah" Bagas juga lagi proses.


Ya sudah rindu Ayah dengan kampung halaman serasa terobati,tapi sayang kini gedung pencakar langit di mana mana,mulai dari hotel sampai mol.sama seperti BALIKPAPAN dulu yang hanya hutan sekarang jadi KOTA.


Jadi langsung ke KEDIRI ni yah,tanya Reni.


Ia nak Reni biar nggak ke malaman sampai di rumahnya.


Di dalam mobil Ayah tertidur di kursi depan samping pak sopir.sedangkan aku dan Mas Bagas duduk di kursi tengah,Mas bagas memeluk tubuhku,akupun menyenderkan kepalaku di dada Mas bagas yang bidang.


tak henti hentinya Mas bagas mencuri ciuman ntah itu di pipi,kepala,tangan,tengkuk leher ada aja yang membuat ku kegi.


setengah perjalanan kami mampir di restoran SEASIK.


Ayah bangun makan dulu yok,ajak Bagas.


Ia YAH lebih baik kita makan aja dulu ajak Reni.Baiklah nak Ayo kita makan dulu.


kami bertiga pun masuk keresteron itu,karena pak sopir tidak mau di ajak dan hanya meminta di pesankan nasi rames.


akhirnya kami memesan makanan pada pelayan restoran,tak butuh waktu lama makanan dan minuman yang kami pesanpun datang.


Ayah" Ren ke toilet bentar ya mau cuci muka dan tangan Reni.Ayah menjawap dengan anggukan kepala.


di atas wastafel aku membersihkan muka dan mencuci tangan,tiba tiba Mas bagas memeluk ku dari belakang dan mencium bibirku,kamipun bertukar ciuman,lidah bagas mengapsen tiap gigi putih reni begitu juga sebaliknya.nafas kami menderu seakan kehabisan setok oksigen


Ren titi bangun nich.terus bagaimana Mas

__ADS_1


mau di lanjut di mana?. Kamar mandi aja yok Bagas menarik tangan Reni. masuk ke Dalam kamar mandi dan menguncinya.


dengan penuh hasrat bagas melanjutkan ciuman itu saling bertukar salifa,kedua tangan bagas menyentuh dada Ren.Ayo lakuin cepat mas kasihan Ayah nunggu kita,Ia Ren jawab bagas melanjutkan gerakan maju mundur saling memeluk akhirnya puncak kenikmatan teraih keluarlah cairan panas dalam tubuh milik Ren.Bagas mengakhiri pergulatan tadi dengan mencium melyumat bibir Reni dengan lembut.


Mas keluar dulu ya Ren, ntar baru kamu,Ia mas jawap reni malu,bagas membersihkan miliknya dengan air kemudian keluar dari toilet yang berukuran 2x3 meter itu.


 Bagas... dasar nggak bisa nahan syahwat dalam ruangan 2x3 meter aja bisa kayak gitu.


Kamu ke mana Bagas tanya Ayah,di tunggu dari tadi nggak nongol juga,makanan ke buru dingin tuh,suara Ayah memanggil bagas.


maaf Ayah" bagas sakit perut nih berasa mual gitu atau maag Bagas kumat ya?.palingan maah Reni itu yang buat kamu begitu Gas jawab ayah.


Bagas hanya menggaruk kepala yang tidak gatal,ayahni kok tahu aja ya apa yang bagas lakuin,jangan jangan ayah six sen nih suara hati bagas,sambil tersenyum sendiri,Titi sih bangun nggak tau tempat.


Reni berjalan menuju meja makan,sedangkan bagas bermain mata sama Ren dan tersenyum senyum sendiri,tanpa di sadari bagas. Ayah bagas yang sedari tadi melihat tingkah laku anaknya.


Ehem deheman Ayah membuat bagas salah tingkah.


Ayo nak Reni kita makan nasinya sudah dingin nih. Ia Yah" jawab Reni.


acara mengisi perut lapar terselesaikan merekapun melanjutkan perjalanan yang sempat terputus.


kurang dari dua jam menuju rumah kecil milik Bapak reni,secara di jalan macetnya ampun nggak bisa di katakan.sudah tentu macet malam minggu.


Bersambung......


Nah gaes sebelum di lanjutin ceritanya harap like n coment jangan lupa,untung untung yang mau kasih bintang hehehe tuguin up lagi ya thornya.Terimakasih Sudah mampir ke sini

__ADS_1


 


__ADS_2