Salon Angker

Salon Angker
Kontrol Dokter 2


__ADS_3

hai jadi semangat deh aku untuk up biar sekali sehari seperti minum obat darah tinggi. viver nambah yang komen dukung ada yang like juga nambah wah serasa duniaku tertumpah di sini walaupun belum kontrak, ah nggak usah ngurus penghasilan yang penting semangat berbagi. sekamat membaca ya..


Reni bergegas membersihkan tubuhnya di kamar mandi efek ulah jahil Bagas.


thok...thok... Reni buka dong pintunya Mas takut nih. thok...thok... " Bagas menjadi panik gegara kata Reni soal pangeran tampan di belakang nya ".


iiih apa lagi Mas ? . " Reni membuka pintu kamar mandi ".


"aku ikut ke dalam situ Bagas langsung masuk ke dalam kamar mandi ".


ya ampun Sayang sempit nih aku cuma mau bersihkan tubuhku dan memakai bajuku kembali.


Ya sudah bersihkan saja ' nanti pakai bajunya di luar aja sama aku kata Bagas.


lima menit kemudian mereka keluar dari kamar mandi.


Apa apaan sih Mas kok gini amat ! . Aku takut Reni tadi kamu bilang Pangeran tampan di belakang ku, secara kamu saja yang bisa lihat mereka akukan Enggak.


jujur dulu siapa yang buat tubuh Reni banyak tanda kayak gini ?.


Aku Reni emang siapa yang di ruangan ini kalau bukan aku . Makanya jangan ngomong sembarangan ama Reni kan aku juga kepikiran kalau mereka bisa jamah aku.


Maaf sayang akukan bercanda tadi , habis kamu sih mancing gairah aku ya nggak tahan titiku.


Reni membuang nafas dalam huff... lega aku. Mas inikan di kantor bagaimana kalau ada orang atau pegawai mu mergoki kita.


Nggak bakalan sayang ruangan ini bebas cctv dan kedap suara toh pintu juga aku kunci. ngomong ngomong kok rapi dan catik sih mau ke mana Reni sayang.


sengaja Mas kasih sureprise buat kamu ajak makan siang terus ke Dokter kandungan .


ke sini bawa mobilkan sayang ? . ia Mas sama pak sopir juga.


ya sudah ayuk pergi makan siang Ren.


ayok Mas tapi Reni masih rapikan Nggak acak acakan . hemmm sini deh sayang biar ku sisir rambut kamu . Reni mengambil sisir dalam tasnya dan di berikan ke Bagas.


nah gini dong cantik istri siapa sih emuah Bagas mencium rahang dagu Reni. tuuukan cari kesempatan Mas sudah dong, sini sisir aku . Bagas memberikan sisir itu dan mengegam erat jari jemari Reni.


mereka keluar dari ruangan kerja Bagas menuju parkiran mobil.


Vio nanti pulang bawa mobil aku aja besok baru balikkin ya ke kantor. Siap Bos . nanti kasih tau kalau ada yang mencariku hubungi saja nomer ku. Baik bos , bos mau pulang awal ?. Ia Vio aku mau kontrolin istri aku ke Dokter kandungan ya sudah kalau gitu .


Bagas pergi meninggalkan Vio.


Kita mau makan di mana sayang ?. Terserah Mas aja yang penting aku makan samaan dan suapin pakai tangan kamu . kalau begitu kita makan ayam lalapan aja ya . hem Reni mengagukan kepalanya.

__ADS_1


Pak kita ke warung Amin yang ada di seberang jalan sana ya. Den biasa jam segini rame pengujung kalau ke warung langganan A Den . Nggak Apa Pak ' tidak masalah buat kami ." Baik Den " , kemudian pak sopir melajukan sedikit mobil yang ia kendarai.


setibanya di warung itu Bagas memesan makanan yang ia inginkan.


Reni di buat terkejut oleh suasana warung yang mirip pesta para ocong dan kunkun.


Bagas kembali ke arah mobil dan menarik Reni untuk masuk ke dalam karena kalau jam makan siang begini tempat untuk dudukpun susah di cari jadi dia memesan makan plus tempat duduknya.


sini Reni duduk sebelah Mas . Mas yakin mau makan di sini . ya ialah say mau ke mana lagi tu pesanan kita datang . ya sudah kalau Mas mau makan di sini syaratnya doa dulu jangan lupa tiupin ayat kursi di tiap makanan dan minumnya.


Bagas mematuhi kata Reni. lho biasa masakan di sini enak lho Reni tapi ini kok jadi aneh gini ya , Bagas memasukan makanan ke mulutnya dan mengecapi rasa yang berbeda dari biasanya sesuap dua suap Bagas jadi eneg sendiri.


ocong dan kukun mendekati kami untuk memberikan liurnya di piring kami tetapi Reni selalu mungubah letak piring yang ada di hadapanya karena lelah Reni memanggil Maria.


Maria tolong aku sebentar . maria yang tadi berdiri di mobil langsung mendatangi Reni .


ada apa Reni ?. tolong singkirkan mereka dari hadapan ku. Maria pun berbicara pada si ocong dan kukun dengan bahasa yang tak aku mengerti.


Maaf Reni itu sudah tugas mereka jika ini tak mereka lakukan maka mereka tidak akan mendapat jatah makan sesajen .


apakah maksudmu pelaris ?. Bisa di bilang seperti itu Reni, ya sudah kalau tak mau makan Nggak usah di makan cari warung yang biasa dan tidak terlalu rame . Maria pun pergi meninggalkan kami.


Ren jangan bicara sendiri donk nih buka mulut kamu bilang mau Mas suapin . ngngng... Mas boleh nggak makanya di tempat lain selain sini , atau Mas pingin lihat sendiri kalau mau aku buka ni yang menghalangi Mas tapi Jangan takut cukup diam aja.


belum ada persetujuan dari Bagas Reni membuka pengelihatan Bagas dengan menepuk punggung dan meniup ravalan tertentu di ubun ubun Bagas.


Hai kamu bisa lihat aku ya Bagas ?. Jangan dekat dekat denganku tubuhmu penuh dengan darah kata Bagas dengan panik kemudian keluar dari mobil dan membanting pintu mobil. lho kok kabur aku ini teman istri mu kenalin nama aku Maria dan mengeluarkan sebagian tubuh dari mobil Bagas.


"Tap " tangan Reni menyentuh punggung Bagas, lalu membuat Bagas tak dapat melihat Maria dan suasana di meja makan tadi karena mata batinya di tutup kembali oleh Reni.


maaf ya sayang Reni memeluk tubuh bagas yang bergetar. jadi selama ini Ren kamu melihat yang seperti itu , apakah tak menakutkan tanya Bagas .


dulu waktu aku masih kecil pemandangan seperti itu tak asing lagi buatku kemudian Bapak menutup mata batinku cukup lama hingga Akhirnya aku menikah dengan mu dan pengelihatan ini kembali lagi , awalnya sih takut lama kelamaan jadi terbiasa ,yang terpenting mereka tidak mengusik kehidupanku.


Reni ternyata Berat ya punya sixsen itu Mas jadi hawatir bagaimana nasip anak kita nanti.


Berdoa Mas kita masih punya ALLAH, jadi lanjut nggak makan siang nih.


Nggak.. nggak .. Ren kita pulangan makan di rumah aja lagian ke Dokter nanti sorean kok.


ya sudah ayo pulang , pak sopir kita pulang aja Reni masuk ke dalam mobil dan juga bagas.


Maria duduk di belakang aja ya . Baiklah Reni . Maria berundur dari kursi tengah lalu ke belakang.


Tubuh Bagas masih bergetar di pelukan Reni semakin mendekap erat. Reni jangan tinggalin Mas ya , ia Mas lalu Reni mengecup kening suaminya.

__ADS_1


tiga puluh menit perjalanan mereka sampai di rumah Bagas.


Mbak siti, Reni mau minta bantuan nih tolong masakin kita ayam goreng lalapan dan sayur asem ya. ia Non lalu Mbak siti memasak sesuai pesananku.


aku mencari suamiku yang sedari tadi di ruang kerja dengan Ayah .


ceklek daun pintu aku buka . Mas Ayo katanya mau makan di rumah sudah Reni dan mbak siti masakin ni, Ayah Ayo makan sama sama.


Ayah belum lapar Nak, kalian saha makan sana. ya sudah Ayah , Bagas Makan dulu.


mari Ayah sapa Reni meninggalkan ruangan itu dan juga Bagas. menuju meja makan


Alhamdulilah Ren yuk Mas suapin buka mulutmu , aa.. lalu Reni Makan dari suapan tangan Bagas. Baru juga masuk lima suapan perut Reni tak bisa di ajak kompromi lagi lagi mengeluarkan isi perutnya di wastavel.


Bagas yang hendak melanjutkan makan siangnya jadi terhenti melihat istrinya yang tersiksa oleh mual yang ada dalam perutnya.


sudah sayang enakan sekarang . ia Mas sudah bantuin Reni memijit dan mengelus punggung ku rasanya nyaman neh.


sudah Mas Reni mau makan mangga yang tadi Reni beli. Mas lanjutkan makanya nanti Reni temani tapi aku ambil pisau dan garam dulu.


Bagas kembali melanjutkan acara Makannya. Setelah Reni mengambil alat yang ia mau kemudian mengupas mangga muda tadi dan mencocolkan di garam.


enak kah Sayang makan itu ? . Ia Mas , Mas mau nih makan Reni suapin . Bagas kemudian makan mangga itu berdua dengan istrinya.


selesai acara nyidam mangga muda . mereka masuk dalam kamar menunggu sejam lagi untuk pergi ke klinik sepesialis kandungan.


Mas Elus perut aku donk sentuhanmu bisa mengurangi rasa mual di perutku kata Reni memecah kesunyian di dalam kamar . tapi ada upahnya lho mau Nggak ?.


Nggak deh Reni capek mau bobok bentaran nanti sorekan kontrol jam lima.


Bagas kemudian mengelus perut Reni menyibak ke dalam baju yang di pakai nya dan sesekali memegang dada reni yang semakin menyembul karena ulah Bagas. Reni kemudian terlelap . tak lama kemudian Bagaspun menyusul.


triiiiiingg ....triiiiiingg.... triiiiiingg.. bunyi alaram yang di setel Reni.


kemudian Reni bangun dari ranjang dan mematikan alaram.


Reni menggosok gigi dan mandi . merias dan memakai baju lengkap dengan aksesoris.


Mas bangun katanya mau ke Dokter lihat junior ayu sayang.


Bagas membuka mata dan melihat istrinya yang sudah cantik. ia sayang Bentar Mas bersihkan diri dulu ya.


Reni dan Bagas berangkat ke Dokter sepesialis obgyn. seperti bulan lalu Dokter hanya memberi vitamin saja dan pereda mual karena kondisi janin baik baik saja begitu pula ibunya.


Selesai kontrol mereka pulang kembali.

__ADS_1


Bersambung...


jangan lupa budidayakan vote like n comen jadikan karyaku di hatimu


__ADS_2