
Keesokan paginya klub geger karena Mira di temukan pingsan di gudang saat para OB sedang mengambil alat bersih-bersih di sana.
Kabar itu pun tak pelak sampai ke telinga Laila yang melihat obrolan di grup chat staf dan karyawan klub.
Laila yang masih belum bisa tertidur sekejap pun akibat tempat tidurnya di kuasai oleh Kaisar yang benar-benar membuktikan ucapannya untuk menginap di kontrakan sempit milik sang biduan yang terpaksa harus kebingungan semalaman menunggu pagi sambil bermain ponsel, tak mungkin jika dia harus tidur di satu kasur yang sama dengan pria itu.
"Kai, bangun Kai,,,!" panik Laila menggoyang bahu Kaisar yang dengan santainya tertidur pulas.
"Apa La? Aku ngantuk, sini tidur lah di samping ku," gumam Kaisar dengan mata yang masih terpejam menepuk-nepuk sebelah tempat tidurnya yang masih kosong.
"Ish,,, serius ini, bangun dulu, gawat!" ujar Laila yang terus memaksa agar Kai membuka matanya, wanita itu bahkan menarik paksa tangan Kaisara agar segera bangkit dari posisi rebahannya.
"Arrggh,,, kau l;ebih parah dari ibu ku ternyata kalau urusan membangunkan ku dari tidur." Gerutu Kai terpaksa duduk dan mencoba membuka matanya.
"Tidur mu kaya kebo, susah banget buat di bangunin!"
"Gampang lah, kau tinggal cium aku, aku pasti terbangun, dan aku pastikan bukan hanya aku yang terbangun, tapi bagian tubuh ku yang lain juga akan ikut terbangun!" seloroh Kaisar dengan senyum jahilnya.
"Mira di sekap di gudang semalaman,tadi pagi OB baru menemukannya dengan keadaan yang sangat mengenaskan begini," Laila menunjukkan foto Mira saat di temukan di gudang, tergeletak di lantai dengan beberapa bagian wajah yang lebam dan pakaian yang sudah tidak terpasang lagi di tubuhnya.
"Tuhan,,, kau membangunkan ku seperti sedang terjadi kebakaran hanya untuk menyampaikan kalau Mira di sekap di gudang? Oh ayolah La,,, ini gak penting dan tak ada hubungannya sama sekali dengan ku!" Kaisar menatap Laila dengan tajamnya merasa alasan biduannya itu terlalu mengada-ada untuk membangunkan tidurnya yang berharga di hari minggu ini.
__ADS_1
"Jelas ada hubungannya dan ini penting buat kamu Kai, karena yang pertama, Mira adalah wanita mu dan yang kedua, yang menyerang Mira semalam katanya calon istri mu, apa orang itu berarti,,,, wanita yang di jodohkan dengan mu itu, sekretaris mu?" Laila mulai berasumsi berperan seolah-olah dirinya seorang ditektif yang sedang memecahkan suatu kasus penting.
"Yang pertama, tolong di ralat kata-kata 'wanita mu' itu tadi, rasanya itu tak enak sekali untuk di dengar, dan yang kedua, aku tak punya calon istri, dan tentang Monik, setahu ku dia sedang berada di luar kota," Kaisar membuka kembali story akun media sosial Monik yang semalam masih memperlihatkan kalau dirinya berada di pulau dewata.
" Ish,,, segitunya belain calon bini, jelas-jelas cewek yang nyerang Mira semalem memperingatkan untuk tak dekat-dekat dengan Kaisar, gitu. Mana bawa bodyguard segala rupa, ih,, serem amat ya, bisa-bisa ntar aku yang jadi sasaran berikutnya." Laila bergidik ngeri.
"Tak akan pernah!" Sambar Kai yang spontan langsung membawa tubuh mungil Laila ke dalam pelukannya.
"Aku tak akan membiarkan siapapun menyentuh apalagi menyakiti kekasih ku!" ujar Kai.
"Ih, pagi-pagi udah gombal!" Laila mengurai pelukan pria yang kini membuat jantungnya berdegup sangat kencang.
"Kalau bukan Monik, lantas siapa?"
Tinggal di apartemen mewah milik Kaisar membuat dirinya berbangga hati meski pun jujur saja semua perabotan mahal di sana lumayan membuatnya beberapa kali menggelengkan kepala, dan lumayan membuat Laila semakin dasar kalau antara dirinya dan Kaisar terbentang tembok yang sangat tinggi menjulang, banyak hal yan tak mungkin di antara mereka.
"Arrrggg,, apaan sih aku ini, bisa-bisanya berpikiran seperti itu, lagian aku dan dia hanya pacar pura-pura, kenapa juga berpikiran sejauh itu!" Laila merutuki pikiran bodohnya yang tiba-tiba saja terlintas saat dirinya merebahkan diri di atas kasur mewah nan empuk itu, tak sepeti kasur busa di kontrakannya yang sudah mulai tipis karena di makan usia, memikirkan tentang kasurnya dia jadi kepikiran Kaisar yang pasti sangat tersiksa harus tidur di kasur kontrakannya yang tidak nyaman itu, tapi Laila juga menuji Kaisar karna pria itu sama sekali tak mengeluh.
"La, aku udah pesen makan, cepetan keluar, makan dulu!" teriak Kaisar dari balik pintu kamarnya sambil mengetuk-ngetuk papan kokoh itu dari luar.
"Kai, ada yang mengirim gambar ini pada ku!"
__ADS_1
Laila buru-buru keluar dari kamarnya dan menunjukan layar ponselnya, terdapat beberapa gambar dirinya yang sedang menaiki dan turun dari mobil Kaisar, terdapat juga gambar dirinya yang sedang berbelanja di mall bersama Kaisar tempo hari, ada pesan tertulis juga yang berbunyi, 'Setelah wanita karaoke itu, selanjutnya giliran mu, penyanyi murahan!'
Kai memeriksa nomornya, dan itu bukan nomor Monik, lalu menyamakan dengan nomor beberapa wanita yang pernah dekat dengan nya, namun tak ada satu pun yang sama dengan nomor si pengirim pesan ke ponsel Laila.
"Siapa dia Kai? Aku jadi merasa takut," Laila meringis membayangkan jika kejadian Mira terjadi padanya.
"Entahlah, aku belum tau, nomornya tak ada di kontak ponsel ku juga," Kaisar mencoba menghubungi nomor itu berkali-kali, namun tak ada jawaban dan selanjutnya malah tidak aktif lagi.
"Sepertinya si pengirim pesan mematikan ponselnya, atau bahkan membuang sim cardnya." lanjut Kai.
"A-ada pesan masuk lagi Kai, kali ini nomornya beda lagi, dan i-ini,,,,ini foto kita tadi saat meninggalkan kontrakan dan hendak menuju ke apartemen mu," tangan Laila seketika bergetar hebat, dia tak menyadari jika ternyata gerak-geriknya selama ini ada yang mengintainya, begitu pun dengan Kaisar, puluhan kali dia mengingat-ingat rasanya tak ada yang aneh dengan hari-harinya, dan rasa-rasanya tak ada orang mencurigakan juga yang ada di sekitarnya.
Kaisar melakukan hal yang sama, menyamakan nomor ponsel si pengirim pesan dengan nama kontak di ponselnya, lantas mencoba menghubungi nomor itu, namun lagi-lagi hasilnya sama seperti yang tadi dia lakukan sebelumnya, tak ada yang sama dengan nomor di ponselnya dan tak ada jawaban saat nomornya di telepon.
"Tenanglah, aku akan menjaga mu, dan seperti janji ku tadi, aku tak akan membiarkan siapa pun menyentuh apalagi menyakiti kekasih ku," Kaisar mengusap-usap punggung Laila mencoba menenangkan nya.
Namun satu pesan lagi masuk ke ponsel Laila, dan kali ini benar-benar membuat wajah Laila pucat ketakutan, tangannya semakin gemetar hebat saat melihat gambar yang di kirim padanya.
"K-kai,,," cicitnya sambil kembali menyodorkan ponselnya ke tangan Kaisar.
Kai ternyata tak kalah kagetnya saat melihat kiriman foto itu, kali ini kiriman foto itu menunjukan isi kamar kontrakan Laila, dengan isi lemari yang sudah terburai isinya, dan peralatan lain yang sudah tidak pada tempatnya, isi kamar itu seperti baru saja terkena amukan badai besar.
__ADS_1
'MENJAUH DARI KAISAR!' itu pesan terakhir yang di kirim si pengirim pesan misterius itu.