Sang Bintang Pentas

Sang Bintang Pentas
Biduan Sombong!


__ADS_3

Seorang wanita berdiri tegak di ambang pintu seraya melemparkan senyum termanisnya, saat Kaisar membukakan pintu kamar hotel untuknya.


"Kenapa kau yang datang?" Tanya Kai saat ternyata menyadari kalau yang berada di hadapannya kini adalah mami Dewi.


"Maaf bos, tapi Laura sedang tidak bisa menemui tamu malam ini, mungkin lain waktu, saya bisa memanggil anak saya yang lain mungkin, kalau bos berkenan?" Ujar mami Dewi yang masih berdiri di ambang pintu karena tak di persilakan masuk oleh Kai itu berkata dengan sangat hati-hati, dia tau orang yang kini di hadapinya bukan tamu sembarangan, jika sampai Kai merasa kecewa dan menyampaikan komplain pada bos besarnya, maka seluruh karyawan akan terkena imbasnya.


"Tidak bisa menemui tamu kata mu? Sementara tadi kau bilang kalau dia sudah punya janji temu dengan orang lain, apa kau sedang mempermainkan ku, huh?" Ucap Kai tiba-tiba di serang emosi, bagaimana tidak, effort dia untuk bertemu dengan biduan itu rasanya sudah jauh di ambang normal biasanya dia menemui wanita pada umumnya, namun tiba-tiba mami Dewi mengatakan kalau Laura tidak bisa menemuinya.


"Maaf bos, tapi memang saat ini Laura tidak bisa bertemu siapapun karena alasan kesehatan," semakin gugup mami Dewi jadi semakin terus berbohong.

__ADS_1


Meskipun wanita itu tau kalau Laila tak akan pernah mau menemui tamu di luar jam kerjanya, apalagi di tempat-tempat privasi seperti kamar hotel dan lainnya, tapi tadi mami Dewi tetep sempat menyampaikan undangan bertemu dari Kai pada Laila, Mami Dewi berpikiran mungkin malam ini Laila sedang mau untuk bertemu tamu, jika bukan tamu prioritas pun dia tak akan menyampaikan undangan itu pada Laila, karena jawabannya pasti tidak akan mau, sudah sekitar delapan orang tamu prioritas pemegang kartu hitam di tolak Laila saat mereka menyampaikan keinginannya untuk bertemu dengannya selama ini, ya,,, kali aja untuk yang ke 9 ini Laila berubah pikiran, barangkali rezekinya si Kai, namun ternyata jawaban Laila selalu sama dari waktu ke waktu,


"Mami,,, baca lagi kontrak kerja kita, aku hanya bernyanyi di sini, tidak ada pekerjaan lain selain itu,"


Bila sudah bawa-bawa masalah kontrak kerja memang mami Dewi tak bisa berkutik lagi, hanya Laila yang bekerja di sana dengan kontrak kerja yang istimewa, dan lain dari yang lain, dalam kontrak tertulis kalau dirinya tidak mau melakukan pekerjaan lain selain bernyanyi di sana, dan itu sudah di tandatangani dan di setujui oleh mami Dewi, dan pihak manajemen yang di wakili oleh Prasetyo selaku manajer klub.


"Kapan dia bisa bertemu dengan ku?" tanya Kai dengan wajah yang tak lagi bersahabat.


Hilang sudah semangatnya yang tadi membara karena akan bertemu dengan biduan yang sudah membuatnya penasaran, sia-sia dia berdandan dan mempersiapkan diri selama hampir satu jam, namun ternyata benar kata para lady escord yang menemaninya tadi kalau Laura di kenal sok jual mahal, tadinya dia pikir kalau ucapan itu hanya karena rasa iri para wanita itu pada Laura, ternyata memang benar adanya.

__ADS_1


Tentu saja hal itu menjadikandendam tersendiri dalam diri seorang Kaisar yang selama ini tak pernah menerima sekalipun penolakan dari wanita model apapun, bahkan artis atau penyanyi ternama sekalipun tak pernah ada yang menolak jika di ajaknya berkencan, namun sekelas penyanyi klub seperti Laura berani-beraninya menolak ajakan bertemu dengannya, sungguh itu sangat melukai harga diri Kaisar sebagai cassanova kelas wahid Ibu kota.


"Oke kita lihat sejauh mana kesombongan mu Laura, aku pastikan kalau kau pasti akan bertekuk lutut di bawah perut ku!" Gumam Kai dengan kesal sesaat setelah dia mengusir mami Dewi pergi dari depan kamar hotelnya.


Moodnya langsung berantakan, akhirnya dia merebahkan dirinya di ranjang king size yang sangaat empuk itu sendirian tanpa di temani sang biduan.


Kai mengernyit memikirkan gumamannya tadi, sepertinya ada kata yang salah, Kai mengusap wajahnya kasar, tiba-tiba dia membayangkan kalau Laura kini sedang bertekuk lutut di bawah perutnya, membuat dia merinding di buatnya.


"Ah bodoh gue, bukan di bawah perut, tapi bertekuk lutut di bawah kaki ku, eh, tapi enakan di suruh di bawah perut aja deh!" ocehnya bak manusia kurang waras berbicara dan tertawa sendirian.

__ADS_1


"Aaaah siaal,,, gue jadi gila gara-gara biduan klub yang sombong dan sok jual mahal itu!" teriak Kai seraya menutupi wajahnya sendiri dengan bantal yang berada di sebelahnya, berharap dia bisa tertidur dan bermimpi di temani oleh sang biduan.


__ADS_2