
'MENJAUH DARI KAISAR!' itu pesan terakhir yang di kirim si pengirim pesan misterius itu ke ponsel Laila, membuat mau tidak mau wanita yang biasanya santai dan tak pernah menghadapi masalah kecuali masalah keuangan itu akhirnya merasa ketakutan, dia sungguh tak menyangka jika hubungan palsunya dengan Kaisar ternyata akan membawanya pada permasalahan se rumit ini.
"Kai,,," lirih Laila, sorotan matanya menunjukan rasa ketakutan yang teramat dalam.
"Semua akan baik-baik saja, tetap di sisi ku dan aku akan menjaga mu.Tinggal lah di sini sampai semuanya mereda." Jawab Kaisar, pandangan matanya terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
Jika sebelumnya dia akan mencari-cari alasan untuk supaya Laila tinggal di apartemennya, kali ini keadaan memang mengharuskan Laila tinggal bersamanya, tapi sungguh bukan keadaan dan kondisi seperti ini yang dia inginkan.
Namun bagaimana pun dia harus bertengung jawab dengan apa yang terjadi pada Laila sekarang ini, sang biduan menjadi target seseorang yang mungkin saja saingan bisnis atau wanita yang mungkin pernah di sakiti oleh dirinya di masa lalu, namun kata hatinya selalu tak percaya dan tak yakin jika Monik pelaku atau dalang di balik semua ini.
"Aku harus kembali ke kontrakan mu dan memastikan sendiri keadaan di sana, kamu tunggu aku di sini, aku tak akan lama."
"Tidak, aku ikut, aku gak mau orang itu datang ke sini saat aku sendirian." Tolak Laila seraya memegangi lengan Kaisar menahannya untuk pergi tanpa membawa serta dirinya.
"Oke, kamu ikut, sekalian bawa barang-barang yang kamu butuhkan untuk tinggal di sini, mungkin akan agak lama."
"Agak lama?" cicit Laila membeo.
"Iya, aku tak mungkin membiarkan mu tinggal sendirian di kontrakan mu, aku juga akan menceritakan kondisi ini pada Arga agar dia memberi mu cuti lebih panjang lagi. Aku gak mau jika kamu ada apa-apa saat kamu berada di kafe."
Laila hanya mengangguk kecil, dia tak bisa lagi menolak apa yang di katakan Kaisar, meskipun jujur saja rasanya berat harus tak bertemu Arga, si bos kafe pujaan hatinya dalam waktu yang agak lama.
Benar saja, saat mereka berdua sampai di kontrakan Laila, keadaan kamar kontrakan Laila sudah berantakan persis seperti di foto yang di kirimkan padanya.
"Laila," panggil pemilik kontrakan yang ternyata kebetulan berada di sana dan memang menunggu kedatangan Laila pulang.
"Aku menghubungi ponsel mu dari tadi tapi tak aktif." Ujar ibu pemilik kontrakan itu.
__ADS_1
Ponsel Laila memang langsung di matikan Kaisar setelah pesan-pesan teror itu terus mengganggu Laila.
"Iya bu, maaf ponsel saya kehabisan daya,ada perlu apa?" Laila beralasan.
"Kamu tak boleh lagi tinggal di sini, tadi para penghuni kontrakan lain laporan katanya ada wanita dan beberapa pria melakukan keributan di sini, mereka juga merusak barang-barang di kamar mu, Aku tak pernah ikut campur tentang masalah pribadi para penghuni kontrakan selama ini, tapi jika sudah mengganggu kenyamanan penghuni lain, tentu saja aku tak akan tinggal diam." Tegas ibu bertubuh tambun itu.
Beberapa penghuni kontrakan yang mendengar suara ibu pemilik mengintip dari balik pintu, hari minggu biasanya para penghuni yang mayoritas para buruh pabrik dan sales itu sedang berada di kontrakan semua, tak dapat Laila bayangkan akan semalu apa dirinya jika bertemu dengan mereka, padahal selama ini dirinya di kenal tak pernah bermasalah di sana.
Ibu kontrakan itu lantas beralih melirik Kaisar yang sejak tadi berdiri di samping Laila, "Mas, saya tidak peduli dengan hubungan kalian seperti apa, tapi istri mas sudah membuat keributan di sini, jadi tolong kalian jangan libatkan kami dalam permasalahan percintaan kalian."
"Istri?"
"Iya, istri mas yang tadi membuat keributan di sini, dan saya minta mas juga mengganti semua kerusakan yang di timbulkan oleh amukan istri mas dan para pengawalnya itu."
"Tapi aku belum menikah!" elak Kaisar.
Kaisar mengangguk."Tapi aku tak punya istri."
"Mas, pria berselingkuh itu memang sudah biasa di jaman seperti sekarang ini, saya pun tak akan ikut campur dengan permasalahan kalian, tapi mbok ya main cantik gitu lho, kalo sampai kaya gini kejadiannya kan merugikan saya!" Ibu kontrakan itu lega ternyata dirinya tak salah orang, sebelum wanita yang tadi ngamuk di kamar Laila dan merusak barang itu pergi karena ibu kost mengancam untuk melaporkannya pada polisi, dia sempat mengatakan kalau semua kerusakan yang di akibatkan olehnya untuk di klaim pada suaminya yang Laila rebut, namanya sangat jelas wanita itu sebutkan, Kaisar.
"Gila, ini gila," ujar Kaisar, sungguh tak mengerti dengan apa yang terjadi.
"Oke, aku akan mengganti semua kerusakan yang terjadi, dan dia juga akan pergi dari sini, tapi aku minta rekaman cctv kontrakan tentang kejadian tadi." Kaisar sungguh penasaran dengan wanita yang membuat keributan itu.
"Baik, nanti saya kirim, lewat pesan ke ponsel Laila, tapi cctv kontrakan hanya yang ada di depan saja, di dalam tak ada cctv." Jawab ibu pemilik kost.
"Pantas saja berselingkuh, istri sahnya meski cantik tapi aku tak bisa di bohongi, dia sudah tua, cowok jaman sekarang, demi uang rela menjual diri." Gumam pemilik kontrakan itu sambil berlalu pergi setelah mendapatkan tranferan uang dari Kaisar.
__ADS_1
"Kai, apa kamu jadi simpanan tante-tante?" Tanya Laila dengan mata menyipit penuh curiga.
"La! Apa kau terlihat kekurangan uang sampai harus berbuat itu? Artis cantik dan muda saja banyak yang mengejar-ngejar ku, ngapain jadi simpanan tante-tante?" Suara Kaisar agak meninggi, tak terima dengan tuduhan Laila padanya.
"Ya kali, kamu punya kelainan apa gitu yang suka main sama tante-tante." Kata Laila sambil terus membereskan barang-barangnya yang bisa di selamatkan.
"Atau emang kamu beneran udah punya istri?" Tanya Laila lagi yang lebih terdengar seperti tuduhan bagi Kaisar.
"Aku berani bersumpah kalau aku belum pernah menikah dengan siapa pun, aku bahkan penasaran, wanita gila mana yang sampai berbuat seperti ini, aku pastikan akan memberi perhitungan padanya." Geram Kaisar.
***
"Kai, ibu kontrakan sudah mengirim rekaman cctv itu." Kata Laila yang sore itu sedang bersiap-siap hendak pergi ke klub, semua barangnya sudah di pindahkan ke apartemen Kaisar, sesuai perintah dan keinginan kekasih pura-puranya itu.
Kaisar langsung berhambur mendekati Laila yang kini sedang duduk di sofa ruang tengah sambil mengamati video yang di kirim oleh ibu kontrakannya itu.
Kaisar merebut ponsel dari tangan Laila, dia mengamati video itu dengan seksama, anehnya dia sama sekali tak mengenal wanita wajahnya tertutup topi dan masker itu, bahkan bentuk tubuhnya pun Kaisar sunggun sangat tak familiar sama sekali.
"Siapa dia?" tanya Laila tak sabaran.
Kaisar menggeleng, keningnya berkerut dengan kedua alis saling bertaut, "Aku tak kenal sama sekali."
Berkali-kali Kaisar memutar video itu, tetap saja dia tak mengenali wanita bertubuh tinggi langsing yang di temani dua pria tinggi besar bersamanya itu, seharusnya, meskipun wajah wanita itu bermasker, jika memang dia pernah menjalin hubungan dengannya, dia akan tau, tapi kali ini Kaisar benar-benar sama sekali tak mengenal wanita itu.
"Aku benar-benar tak mengenalnya, aku nyerah!" ujar Kaisar.
Tentu saja ini akan lebih rumit masalahnya, karena wanita si peneror ternyata bukan orang yang Kaisar kenal, lain halnya jika wanita itu memang dia kenal, dia akan dengan mudah menyelesaikannya, sepertinya kesabaran dan kemampuan Kaisar dalam melindungi Laila mulai harus di uji.
__ADS_1