
"A-apa, dia anak kak Yoga?" Gagap Dara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya berulang kali, bagaimana bisa dirinya tidak tahu kalau Monik adalah anak Kamila dan Yoga, hampir saja dirinya dirinya menikahkan putranya dengan keponakannya sendiri, beruntungnya itu tidak terjadi dan Dara mengetahui kebenarannya sebelum semuanya terlambat.
"Cih, padahal akan sangat seru jika terjadi pernikahan antar sepupu itu, dan semua karena perjodohan konyol mu, aku berharap kau akan menyesal sampai mati saat mengetahui krbenarannya, namun tiba-tiba biduan kampung ini menghancutkan semua rencana ku, dan memaksa aku untuk merubah semua rencana yang sudah aku susun rapi itu." Tunjuk Kamila pada Laura yang teelihat kebingungan dan tidak mengerti mengapa dirinya harus ikut terlibat dalam drama pertikaian keluarga Kaisar, padahal dirinya tidak tahu apa-apa dalam masalah itu.
"Bu, apa arti semua ini?" Tanya Kaisar yang juga tidak mengerti dengan apa yang di perbincangkan oleh Ibunya dan wanita yang wajahnya sangat mirip dengan ibunya itu.
"Dia adalah mantan istri ayah mu, Kamila. Wajah kami memang mirip meski kami tidak ada ikatan darah apapun, semua ini memang sudah di gariskan olehTuhan." Terang Dara tanpa ingin menjelaskan secara rinci kisah masa lalu antara dirinya, Bagas dan Kamila yang sangat menyakitkan.
Dara tidak ingin jika Kaisar mempunyai rasa benci pada almarhum ayahnya jika dia menceritakan secara detail bagaimana Bagas menyakitinya dulu, bahkan saat dirinya mengandung Kaisar.
"Lantas kalau Monik itu putri dari dia, apa sebenarnya kami bersaudara?" Bingung Kaisar, apalagi ada nama pamannya, yaitu Yoga yang dia hanya tau kalau pamannya itu sudah lama sekali meninggal bahkan dirinya saja tidak tau bagaimana wajah sang paman, Dara hanya sering mengajaknya berkunjung ke makamnya karena makamnya masih satu area dengan makam sang ayah.
"Iya, Monik ternyata anak dari Kamila dan paman mu Yoga, maafkan ibu yang ceroboh dan tidak tahu jika anak Yoga masih hidup."
"Tentu saja keponakan mu itu akan aku jaga untuk tetap hidup, agar suatu hari nanti bisa menjadi senjata bagi ku untuk menghancurkan kalian, sayang sekali Bagas terlalu cepat mati, seharusnya dia juga ikut menyaksikan kalau aku masih bertahan, dantidak mudah terkalahkan!" tawa Kamila membahana di ruangan kosong itu.
"Kamila, lepaskan mereka, ini masalah antara kita, jangan libatkan orang lain, mereka tidak ada hubungannya dengan pembalasan dendam mu." Dara menunjuk ke arah Laila dan ibunya yang hanya bisa terbengong seperti sedang mendengarkan cerita.
__ADS_1
"Tentu saja ada hubungannya, jika saja penyanyi sialan itu tidak membuat anak mu jatuh cinta, maka anak ku sudah menikah dengan putra mu, dan mengambil semua harta kekayaan kalian yang seharusnya bagas wariskan pada ku!" Kata Kamila dengan mata membelalak.
"Kau semakin tua semakin gila rupanya," Dara menggelengkan kepalanya.
"Aku, tua? Kau yang tua, lihatlah wajah dan tubuh ku masih terlihat puluhan tahun jauh lebih muda di bandingkan dengan mu yang mulai peot. Jika Bagas masih hidup, dia pasti akan memilih ku untuk menjadikannya pendamping, bukan kau!" Racau Kamila.
Tiba-tiba terdengar dobrakan pintu dan juga beberapa orang polisi yang tadi sempat di hubungi Kaisar sebelum pergi dan membiarkan ponselnya bisa di lacak oleh kepolisian untuk memberi tahu lokasinya ternyata sudah tiba di tempat, ada Jaka juga yang ikut rombongan polisi untuk menyelamatkan bosnya.
Keadaan menjadi kacau, Kamila juga semakin menggila karena merasa Dara dan Kaisar membodohinya, Kamila mengeluarkan senjatanya dan mengarahkannya pada Dara, namun Kaisar yang melihat itu semua tidak tinggal diam, dia menarik ibunya sehingga ibunya lolos dari peluru yang mungkin saja tidak hanya akan melukainya namun juga bisa menghilangkan nyawa wanita paruh baya yang paling di sayangi Kaisar itu.
Merasa kesal karena bidikannya meleset, dia mengarahkan lagi tembakannya pada Dara yang tengah di peluk Kaisar.
Peluru itu tepat menembus dada seseorang yang kini tergeletak di lantai dengan mata terpejam dan mulut mengeluarkan darah.
Suasana di dalam bangunan itu hening seketika, saat melihat seseorang meregang nyawa tepat di hadapan mata mereka.
"Monik!?" Cicit Kamila yang baru tersadar dari rasa syoknya, jika dulu Yoga yang menyelamatkan Dara dari timah panas yang di muntahkan nya, kali ini Monik putri mereka yang seperti mengulang kejadian yang sama, dia menjadi perisai saat Kamila melesatkan peluru untuk membunuh Dara, untuk menuntaskan rasa dendamnya.
__ADS_1
Saat Kamila hendak mendekat ke arah putrinya yang terbujur kaku, pilisi segera menangkap Kamila setelah melumpuhkan para pengawalnya.
"Monik, nak,,, keponakan ku,,,, maafkan tante mu ini, kenapa kamu memilih jalan seperti ayah mu, mengorbankan diri demi kami? Maafkan aku nak!" Tangis Dara pecah, ketika lagi-lagi dia harus selamat dari maut, namun harus kehilangan orang terdekatnya sebagai gantinya, rasa bersalah itu semakin menggunung di hatinya, bahkan rasa bersalah pada Yoga saja belum habis, kini sudah di tambah lagi dengan rasa bersalah atas pengorbanan Monik sang keponakan yang bahkan baru dia ketahui.
Kaisar memeluk dara dan juga Laila yang kini ikut berjongkok di sisi Kaisar berusaha menenangkan dan memberi kekuatan bagi kekasihnya itu.
**
Berangkat dari desa untuk memperbaiki ekonominya, malah terjebak dalam lingkaran setan tempat hiburan malam, namun dari sana juga Laila mengenal kaisar yang kini menjadi suaminya, hidup itu tidak bisa di tebak, jika dulu Laila harus banting tulang demi mendapatkan rupiah dan bernyanyi dari panggung ke panggung, bahkan harus rela tubuhnya menjadi tontonan para pria hidung belang, karena kemiskinannya, kini dia menjadi nyonya besar yang tidak perlu lagi menghibur siapapun kecuali suaminya, menanggalkan predikat sang bintang pentas pujaan para pria.
Laila juga sudah bisa mewujudkan mimpinya untuk membukakan tempat usaha untuk ibunya, jika dulu Laila hanya ingin membukakan warung kelontong sederhana untuk ibunya, Kaisar justru membangunkan mini market untuk mertuanya agar kehidupan sang ibu mertua yang tidak ingin bergantung pada anak dna menatunya itu terjamin, terlebih dia juga sudah bercerai dengan suaminya dan memilih untuk hidup berdua dengan anak bungsunya saja dengan damai.
Semenjak kejadian penembakan dan dua kali selamat dari maut, Dara menjadi sering sakit-sakitan dan dia tidak lagi bisa di selamatkan dari maut, dia meninggal saat anak semata wayangnya sudah menemukan tambatan hati dan hidup dengan benar menjalani rumah tangga dengan Dara.
Sementara Kamila, dia kini berada di rumah sakit jiwa, menghilangkan nyawa Yoga dan juga Monik yang merupakan orang-orang yang paling menyayanginya di dunia ini membuatnya terpukul, jiwanya terguncang hebat dan tak mampu lagi untuk berpikiran selayaknya orang normal, sepertinya dia akan menghabiskan sisa hidupnya di sana, dengan segala rasa penyesalan dan rasa sakit yang hanya dia sendiri yang merasakannya.
Dendam tak akan membuat hidup tenang, belajarlah untuk ikhlas dan memaafkan.
__ADS_1
\=\=\=TAMAT\=\=\=