
"Pras!" geramnya sambil matanya memicing tajam ke arah suami dari keponakannya itu, sementara Pras yang tak tau apa-apa hanya bisa bingung melihat reaksi pamannya itu, dia tak tau apa yang membuat Wirya se begitu marahnya padanya.
"A-ada apa?" tanya Prasetyo masih dengan wajahnya yang kebingungan.
"Kau memang pantas di pecat! Aku percaya pada mu selama ini, namun ternyata kau menusuk ku dari belakang, bajingan kau!" umpat Wirya tak lagi bisa menahan amarahnya, seraya melempar kertas-kertas itu ke wajah Prasetyo.
Ternyata kertas-kertas yang di berikan Kaisar pada Wirya adalah bukti penggelapan dana yang di lakukan Prasetyo selama ini, sehingga membuat klub yang tak pernah sepi itu kekurangan dana.
"Mas, jelaskan ini semua, kenapa jadi seperti ini?" Novi tak kalah sewotnya saat melihat dan membaca kertas-kertas itu, bagaimana tidak sewot, selama ini kehidupan mereka biasa-biasa saja, tak pernah bermewah-mewahan, rumah yang mereka tempati bahkan hafiah pernikahan dari Wirya, meskipun tak begitu besar tapi setidaknya mereka tak harus keluar uang untuk mengumpulkan uang atau mencicil KPR, mobil yang mereka pakai sehari-hari juga inventaris dari klub, lantas kemana uang yang di gelapkan Pras yang jumlahnya sampai milyaran itu larinya.
Prasetyo merapatkan bibirnya, dia seolah mengunci rapat-rapat bibirnya itu untuk tak mengucapkan sepatah kata pun, sungguh dirinya tak menyangka jika aksinya akaan terbongkar, selama ini Wsangat mempercayainya dan menyerahkan seluruh manajemen klub padanya untuk di kelola, Wirya yang sebagai pimpinan di sana bahkan jarang sekali datang ke klub karena merasa dirinya sudah cukup tua dan rasanya sudah mulai jengah dan tidak nyaman berada di tempat bising seperti klub miliknya itu, hanya saja untuk melepaskannya begitu saja dia pun belum merelakannya, klub itu dia rintis dari nol sampai sebesar itu, terlalu panjang kisah dan perjuangan yang Wirya lalui untuk menghidupkan klub Z sampai sebesar ini.
__ADS_1
"Di pake apa uangnya mas? Di kemanain? Apa di berikan pada wanita itu!" Tiba-tiba saja telunjuk Novi terangkat dan mengarah pada Laura yang sejak tadi hanya diam.
Sungguh dirinya kini merasa sangat serbaa salah karena berada dalam perbincaangan panas para atasannya, apalagi mereka sedang membicarakan hal yang seharusnya tak di ketahui oleh karyawan biasa seperti dirinya.
"Tolong jangan asal menuduh, dengan begitu sama saja kau merendahkan ku, dia kekasih ku dan tak harus mendapatkan uang dari pria lain yang tak lebih kaya di banding aku, yang jelas-jelas kekasihnya." Ucap Kaisar tak terima dengan tuduhan Novi yang tak mendasar.
"Cih, wanita seperti dia mana pernah merasa kenyang dengan uang, meski punya pacar banyak harta tetap saja masih menerima saweran dan pemberian dari para pria hidung belang, bisa saja kan, kau tak tau apa yang dia lakukan di belakang mu?" keukeuh Novi.
Baru saja Laura akan membuka mulutnya untuk membela dirinya, Kaisar sudah menyelanya dan tak membiarkan dia berbicara, "Kamu tak perlu menjelaskan apapun pada wanita ini atau pada siapapun tentang diri mu, karena untuk orang yang membenci mu, sebaik apapun yang kamu lakukan akan tetap buruk di mata mereka, jadi stop buang-buang waktu menjelaskan, yang penting aku tau kalau kamu tak seperti yang para pembenci mu katakan,"
"Novi, kau tak punya bukti apa-apa untuk menuduhnya, lagi pula yang salah di sini adalah suami mu, jangan limpahkan kesalahan pada orang lain!" gertak Wirya pada keponakannya yang sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri, semenjak putri tunggalnya meninggal dulu.
__ADS_1
"Tapi paman,aku hanya--"
"Cukup, semua bukti ini sudah benar-benar menerangkan siapa suami mu itu, jangan kau bela lagi dia, semua kesalahannya kali ini harus dia pertanggung Jawab kan."
"Pak Wirya, terus terang saja aku tak ingin melihat atau mendengar kegaduhan antara keluarga anda ini, namun maaf, ini kebenaran dan harus aku sampaikan, aku rasa setelah melihat ini semua anda setuju dengan keputusan ku untuk memecat dia?" tanya Kaisar.
"Aku setuju, dan sepertinya untuk beberapa bulan kedepan aku masih memerlukan mu untuk mengelola klub ku ini, biar aku yang nanti akan meminta izin langsung pada ibu mu." Wirya menepuk-nepuk bahu Kaisar.
'Yes!' sorak Kaisar dalam batinnya, akhirnya rencananya berjalan seperti yang di inginkannya, dia memang berencana membuat Wirya terkesan dengaan performa kerjanya di klub sehingga dia tetap di pertahankan untuk bekerja di sana, namun tak di sangka malah dia mendapatkan penemuan korupsi Prasetyo secepat itu, di tambah lagi Wirya justru akan memintakan izin pada ibunya yang kemungkinan besar jika dirinya sendiri yang meminta izin untuk itu pasti akan langsung di tolak.
Bukankah ini bonus besar baginya, bisa terus tetap dekat dengan Laura dan mengejarnya sampai dapat.
__ADS_1