
Merasa sudah aman, Sang Haruk pun melanjutkan perjalananya. Masih banyak hal yang harus di lakukan untuk sampai ketujuan. Perjalanan yang pasti panjang dan melelahkan tentunya.
Kaki bukit yang sangat terjal cukup membuatnya kesulitan untuk mencapai ke goa hanya dengan menumpukan pegangan tangannya pada rumput-rumput liar yang tumbuh disana.
Tak lama kemudian, Sang Haruk melihat sebuah lubang besar yang di sinyalir adalah goa yang di maksud Kakek Sangkesana.
Goa mengerikan tanpa pernah di huni oleh siapa pun sebelumnya.
Mulut goa begitu gelap dan kotor, akan tetapi tidak mengurungkan niat Sang Haruk untuk masuk.
Didalamnya Ia melihat ada sebuah batu besar yang pasti sangat pas untuk bersemedi.
Singkatnya, setelah sampai di tempat tujuan. Sebuah cahaya mencegah langkahnya.
"Tunggu Sang Haruk!" Ucap Seorang Kakek.
Sang Haruk cukup terkejut namun akhirnya memberi salam. Karena Ia sangat mengenal Kakek Sangkena yang datang di mimpinya beberapa waktu lalu.
__ADS_1
"Kakek... ada apa gerangan Kakek kemari?" Seloroh Sang Haruk.
"Ku pikir dirimu tidak mengindahkan imbauanku untuk kemari. Oleh karena itu aku ingin kamu mengetahui syarat yang harus kamu lakukan agar semedimu tidak sia-sia," ujar Kakek tua itu lagi.
"Aku merasa aku perlu melakukannya Kakek, aku yakin apa yang Kakek katakan adalah amanah untukku," ucap Sang Haruk seraya menunduk hormat.
"Kamu harus ingat satu hal anak muda, bahwa untuk memperdalam ilmu kanuragan, kamu tidak boleh tergoda oleh suara-suara aneh atau bisikan-bisikan yang akan mengagalkan semedimu!"
"Baik Kakek."
Sang Haruk mengangguk mengerti dan anggukan itu membuat Sang Kakek sirna dari hadapan Raja yang baru di nobatkan tersebut.
Beberapa jam berjalan, banyak sekali suara ribut yang terdengar nyaring di sekitaran. Entah itu apa, yang pasti Sang Haruk tidak boleh hilang konsentrasi.
Semua itu dilakukannya tanpa membuka mata apa lagi makan dan minum. Karena rasa itu seakan telah sirna.
Seminggu kemudian, seorang gadis cantik datang menghampiri Sang Haruk. Ia sangat mengagumi pemuda itu saat awal mula datang ke bukit itu.
__ADS_1
Yang jelas gadis cantik tersebut bukanlah dari bangsa manusia melainkan bangsa jin yang jatuh cinta padanya.
"Hai Pemuda tampan, bukalah kedua kelopak mata indahmu. Apa kau tidak penasaran akan kecantikanku?" Tanyanya sangat lembut dan hampir mirip suara Putri Karra Sandya.
Sang Haruk sedikit goyah, pasalnya Ia sangat merindukan sang Istri namun Sang Haruk sadar jika dirinya sedang dalam kendali alam bawah sadar.
Pemuda itu merasakan gadis cantik dan beraroma harum itu membelai dadanya untuk menggoda.
Meski risih dan geli Sang Haruk membiarkannya sampai beberapa waktu ada sinar yang keluar dari tubuh Sang Haruk menerjang Gadis cantik itu hingga terpental dan menghilang.
Hari demi hari, sesuatu yang berbahaya seakan menyerang. Baik itu seperti tombak yang terbang ke arahnya atau hewan buas apa saja yang mendekat berusaha menyakitinya.
Sang Haruk mulai lemas, Ia kesulitan melawan suara gaduh setiap waktu datang menghampirinya. Akan tetapi Sang Haruk mencoba menarik nafas panjang untuk menjaga bola matanya tidak terbuka walau sedikit saja.
Keyakinan, dia mampu sudah pasti telah menguatkan.
Sesekali Sang Haruk merasakan banyak akar dedaunan yang menjalar melilit tubuhnya. Ia sendiri tidak tahu apa itu yang pasti membuat nafasnya terasa sangat sesak.
__ADS_1
Apa ini? Apa ada sesuatu yang hendak membunuhku...