
Gadis yang berwajah sempurna.Cantik dan sekilas terpancar aura seksi di mata dan bibirnya. Mata coklatnya indah, seolah mampu membius setiap mata yang menatap. Mata itu dibingkai dengan alis yang rapi dan bulu matanya panjang lentik. Hidung mungil yang mancung, bentuk bibir yang tipis diatas dan tebal di bawah berwarna merah muda, membuat pria manapun merasa tergoda untuk mengecupnya. Kulit gadis itu tidak terlalu putih, agak kuning seperti kulit wanita asia. Rambut coklatnya Indah. Rambutnya panjang sepinggang dengan ikal diujung. Takjub, itulah yang terasa saat memandangnya.
“Ok cantik, Siapa namamu ?” Peter sang sutradara, pria berusia 49 tahun itu segera mencairkan suasana yang membeku. Dia menyadari 3 rekan di sebelahnya sedang terpana pada sosok gadis di hadapan mereka. Tentu saja, siapapun pasti merasa waktu seakan berhenti saat memandang wajah bak Afrodit sang dewi Yunani..
“Alena , Alena Riccarda Morreti “ Jawab gadis itu sambil tersenyum.
“Usiamu berapa sayang ?” Kali ini Meyrin yang bertanya. Satu-satunya penguji wanita di ruangan yang merupakan penulis naskah drama yang Alena ikuti castingnya. Sebuah drama remaja tentang percintaan. Drama dengan genre romance fantasy, seperti itulah yang ia ketahui.
“Usia saya 18 tahun miss.”
“Wow! Tepat seperti dugaan saya. Kamu masih muda dan ini seperti gambaran karakter yang saya inginkan. Muda, cantik dan smart.” Mata Meyrin berbinar menatap Alena.Senyumnya membuat kedua matanya menyipit. Ia merasa akhirnya menemukan orang yang dia inginkan. Gadis itu memiliki tubuh yang proporsional. Sempurna gumamnya dalam hati.
“Morreti ? Apakah kamu keturunan Italia? Saya punya kenalan orang Italia dengan nama Morreti. Benarkah ? “ Edric menyela ucapan Meyrin. Tangannya terus mengketuk-ketukkan pulpen di meja. Sebagai casting director, Edric merupakan sosok yang cukup berpengalaman dalam memilih pemain yang tepat. Walaupun usianya masih tergolong muda yaitu 30 tahun, namun matanya selalu benar menilai seorang aktor atau aktris mana yang cocok dengan karakter film atau drama garapannya. Tidak hanya pemain lama, bahkan pendatang barupun tidak luput dari penilaian matanya. Oleh karena itu ia sering dijuluki si Mata Dewa.
“Iya benar. Saya keturunan Italia-Amerika. Ayah saya yang berasal dari Italia.” Alena menjawab dengan tenang.
“Tapi mengapa aku merasa kamu ada darah asia juga yah ?” Tanya Meyrin antusias.
“Mungkin karena nenek saya dari sebelah ibu yang berasal dari Indonesia.” Jawab Alena tersenyum.
“Ahh iya mungkin itu yang menyebabkan kulitmu agak kuning.” Meyrin mengangguk-angguk.
__ADS_1
“Ngomong-ngomong Alena, apakah kamu pernah berakting sebelumnya ?” Tanya Peter sang sutradara.
“Untuk film atau drama belum pernah. Selama ini saya aktif di modelling. Namun
dulu di sekolah saya ikut kelas drama.”
“Hmm…baiklah memang untuk tokoh Isabel kami sengaja mencari pemain baru, yaah wajah baru begitulah. untuk itu kami ingin melihat aktingmu terlebih dahulu Alena sebelum memutuskan. Apa kamu siap ? “ Tanya
Meyrin dengan kerlingan matanya.
“Tentu miss saya siap.” Jawab Alena percaya diri.
\==========================
Alena beberapa kali terlihat menatap satu orang pria yang duduk di sebelah Meyrin. Dia sama sekali belum bicara sejak awal Alena masuk ke ruangan. Pria itu tampan, sangat tampan. Beberapa kali mereka beradu tatap dan Alena dengan reflex mengalihkan matanya kearah lain. Pipinya bersemu merah, dan Alena tahu kelemahannya itu. Mata pria itu berwarna abu-abu dengan alis yang tegas. Rahang wajahnya seperti terpahat sempurna dengan rambut-rambut tipis yang tumbuh di sekitar rahang dan dagu. Saat bertatapan, Alena merasa lemas dan ia seperti hanyut terhisap ke dalam pusaran laut yang dalam. Sungguh kalau saja Alena tidak ingat tujuannya di ruangan itu
mungkin dia akan mengajak pria itu berkencan.
Heeehh....Alena membuang nafasnya perlahan. Dadanya berdebar kencang. Tapi sebisa mungkin ia menutupi perasaannya. Ia tak ingin kekonyolannya menyebabkan casting hari ini gagal. Karena ini adalah impiannya. Alena harus membuktikan sesuatu kepada seseorang.
“Hei…Geralt ! Ada apa denganmu, mengapa kau tidak ada tanggapan sama sekali dari tadi hanya kami yang bicara.” Meyrin tiba-tiba memprotes pria disamping kirinya.
__ADS_1
“Hello produser…!!! Apakah kau terkena sindrom kebisuan karena melihat gadis cantik ? hahaha…” Edric menggoda Geralt sambil mengedipkan mata kirinya. Tanpa mereka sadari , Edric telah melihat interaksi antara Geralt dan Alena yang saling tatap dalam diam.
Geralt hanya mendengus dan menatap Edric dengan senyum sinis. Pria 29 tahun ini adalah seorang produser film. Selain itu orang-orang mengenalnya juga sebagai salah satu actor Hollywood yang terkenal. “Geralt Joseph Wolfhard. Seorang aktor sekaligus CEO Wolfhard Enterprise.
“Hmm…sudah punya kekasih ?” Tiba-tiba pertanyaan Geralt membuat ke tiga rekannyamenoleh dengan tatapan bingung. Sedangkan Alena hanya tersenyum.
“Saya belum punya kekasih.” Jawab Alena singkat.
“Good.” Geralt berkata sambil menatap penuh arti kearah Alena. “ Karena nanti kita berdua akan banyak melakukan adegan mesra yang bisa saja membuat kekasihmu cemburu.”
Alena terkejut. Di dalam hati ia bertanya-tanya. Apakah maksudnya ia lolos casting ? Apakah ia akan bermain drama bersama Geralt ? oh Tuhan benarkah ?
“Wow Geralt itu artinya kau langsung mengumumkan bahwa Alena lolos ? hahaha…sungguh aku tak bisa berkata apapun. Karena akupun setuju ia menjadi pasanganmu nanti di drama kita.” Tukas Meyrin bersemangat.
“Selamat Alena kau lolos!!! Peter dan Edric berseru bersamaan dengan wajah sumringah.
Alena sangat bahagia. Matanya berkaca-kaca. Dengan sigap ia menyalami ke empat orang tersebut seraya berterima kasih. Saat tangannya bersalaman dengan Geralt, Alena merasa tersengat aliran listrik. Ia terpaku menatap Geralt yang tersenyum kepadanya. Jantungnya seperti sedang maraton, degupannya mungkin terdengar
sampai keluar. Ya Tuhan ada apa denganku. Bisik hati Alena.
\===============================
__ADS_1