SANG PENAKLUK

SANG PENAKLUK
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Pagi itu Geralt menepati janjinya pada Alena untuk datang kembali ke rumah sakit. Keadaan Alena jauh lebih baik


dari sebelumnya. Rasa gatal dan perih yang dideritanya sepanjang malam telah hilang, hanya saja Alena merasa sedih dengan bekas parut di sekujur tubuhnya. Bagian paling parah tentu saja di bagian wajah. Bagaimana bisa ia ikut shooting jika keadaan wajahnya penuh dengan bekas luka yang dalam seperti ini. Sangat mengerikan. Bahkan meskipun ditutupi dengan make up yang tebal tetap saja kentara. “Aarrgh…. Menyebalkan !!!” Alena sangat kesal. Ia merasa sangat frustasi.


Geralt tak ragu lagi memperlihatkan kasih sayangnya pada Alena. Cermin yang sedari tadi di tangan Alena telah ia singkirkan. Entahlah, apakah insiden ini harus ia syukuri juga karena hal ini membuat hubungannya dengan Alena menjadi semakin dekat. Ia sangat berharap Alena menyambut cintanya. Ia berjanji pada dirinya akan memberikan seluruh hidupnya hanya untuk Alena.


Geralt tidak tahu saja, kalau sebenarnya Alena lah yang merasa paling bahagia. Ternyata perasaannya tidak


bertepuk sebelah tangan. Selama ini Alena sekuat tenaga menutupi perasaan sebenarnya di depan Geralt. Ia merasa tidak percaya diri. Ia merasa seperti pungguk yang merindukan bulan. Ohh….malangnya diriku. Batin Alena.


“ Ger….Geralt. Apakah kau masih menyukaiku dengan wajahku yang mengerikan ini ?” Alena bertanya dengan wajah tertunduk lesu.


“ Aku menyukaimu bukan hanya karena kecantikanmu sayang, tapi juga hatimu yang lebih indah . Jangan khawatir, ibumu bilang akan mengusahakan yang terbaik agar semua luka di tubuhmu hilang dan kau akan kembali cantik.”  Jawab Geralt berusaha menenangkan Alena.


Dalam hati Alena sangat tersanjung mendengar penuturan Geralt.  Terasa beban berat yang menghimpitnya seperti hilang dalam sekejab. Ia merasa mendapatkan dukungan yang sangat besar dari Geralt dan keluarganya. Alena yakin bisa melewati musibah ini dengan penuh keyakinan.


“ Hm…Geralt. Apa kau tidak shooting ? Bagaimana jika Peter mencarimu ? “ Alena memecah keheningan yang sesaat tercipta di antara mereka.


“ Tenang saja sayang, Peter memberikan libur satu hari.  Ia dan Edric sedang menyelidiki kasusmu. ”

__ADS_1


“ Oh tidaaak, aku sudah merepotkan semua orang. Aku merasa tidak enak.”  Keluh Alena dengan bibir cemberut.


Geralt menjadi gemas melihatnya. Ingin ia kecup bibir Alena yang terlihat menggemaskan itu. Hatinya kebat kebit


berusaha menahan gejolak dalam dadanya. “Oh… Alena sayang, kumohon  jangan menggodaku.” Erangnya dalam hati.


Alena masih saja cemberut. Bibirnya sudah kembali segar, tidak seperti semalam yang terlihat pucat. Aura


wajahnyapun sudah lebih baik. Alena menggelung rambutnya keatas. Sehingga memamerkan lehernya yang putih dan jenjang.


Mata Geralt memandang Alena dengan tatapan memuja. “ Cantik”  Katanya pelan.


Geralt terkekeh melihat gadisnya tersipu malu. Dengan lembut ia mengusap pipi Alena dengan penuh kasih sayang. Kemudian merapikan beberapa helai rambut yang tergerai menutupi dahi Alena dengan menyembunyikannya di belakang telinga. Di tatapnya mata coklat gadisnya. Ia ingin membiarkan dirinya hanyut ke dalam mata itu, mata yang indah. Mata yang begitu teduh. Mata yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama, lalu turun ke hatinya.


Perlahan-lahan Geralt memajukan wajahnya. Jemarinya tetap mengusap lembut pipi Alena, ia ingin mengatasi kegugupannya.  Lama kelamaan jarak bibir mereka semakin terpangkas dan akhirnya……Cup.


Geralt mengecup dalam dan semakin dalam. Kecupan yang lembut itu kemudian berubah menjadi lumatan. Saat ia merasa Alena meresponnya, tangan Geralt telah berpindah ke tengkuk Alena, mendorong Alena untuk menerima lumatannya yang semakin menuntut. Sesaat Geralt memberi jeda untuk mereka bernafas. Bukannya menghentikan setelahnya tapi mereka kembali menikmati kecupan demi kecupan hingga nafas mereka kembali tersengal. Kini dahi mereka saling menempel dengan nafas yang memburu. Mata mereka saling menatap, seakan-akan mereka ingin saling menelan. Seulas senyum terbit di wajah keduanya. Lalu Geralt kembali memberikan kecupan-kecupan kecil di dahi, kedua mata Alena, hidung , kedua pipi , dagu dan terakhir di kedua ujung sisi bibir Alena.


“Aku mencintaimu sayang….oh Alenaku…..” Bisik Geralt dengan suara parau di telinga Alena.

__ADS_1


Alena memejamkan matanya, meresapi setiap kata-kata cinta yang Geralt lontarkan. Ia ingin kata-kata itu masuk ke dalam hatinya, ke dalam jiwanya yang terdalam. Dan biarkan ia terpatri disana, bersemayam dalam kalbunya.


Kemudian Alena perlahan membuka matanya lalu menatap dalam ke mata kelabu milik Geralt. Mata lelakinya.


“Aku lebih mencintaimu sayangku….Geralt Joseph Wolfhard.” Alena mengatakannya dengan mesra. “ Apa kau tahu


sayangku, ungkapan cintamu di dunia nyata sangatlah indah , aku pikir selama ini aku hanya akan mendapatkannya hanya di dalam peran saja, dan aku haruscukup puas untuk itu. Tak kusangka akhirnya aku bisa merasakan kebahagiaan seperti ini. Rasanya jauh lebih bahagia dari memenangkan lotere untuk juara pertama. Hehehe…… “ Alena lalu terkekeh geli di sela-sela canda mesranya.


Geralt menyambut Alena dengan menarik tubuh Alena ke dalam dekapannya. Dikecupnya mesra pangkal kepala Alena. Dan semakin mengeratkan dekapannya.  Hatinya kembali menghangat setelah sekian lama hampir membeku karena kesakitan cinta yang pernah ia rasakan sebelumnya. Bahkan perasaan cintanya kali ini terasa


lebih indah, lebih besar dan lebih kuat dari cinta sebelumnya.


Begitu juga dengan Alena, ia merasakan kebahagian yang sulit untuk diungkapkan. Ia merasa seakan memiliki


seluruh dunia ini dan tak ingin yang lain lagi. Ia merasa ini lebih dari cukup. Terasa sangat nyaman dalam dekapan penuh cinta lelakinya. Tak ingin lepas dari dekapannya, ingin terus meneguk madu cinta bersamanya.


Tiba-tiba terdengar suara handle pintu kamar Alena dibuka. Dengan segera Geralt melepaskan dekapannya. Alena reflex merapikan rambutnya yang terasa acak-acakan. Begitu juga Geralt, tangannya merapikan kemejanya yang sebenarnya tampak baik-baik saja. Karena gugup mereka berdua menjadi salah tingkah.


“ Ayaah…. “

__ADS_1


*****


__ADS_2